Cold Heart

Cold Heart
mengawasi


__ADS_3

diandra pergi dari perkemahan menuju mobil yang terparkir tidak jauh dari lokasi perkemahan. ia sedang mengintai mobil tersebut sendiri. diandra mengendap - ngendap dari semak - semak. kemudian dia mengeluarkan lebah kamera nya untuk memeriksa mobil tersebut.


ia mengawasi mobil tersebut namun diandra tidak mendapat petunjuk mengapa mereka terus mengawasi area perkemahan.


saat lebah tersebut masuk ke dalam mobil diandra cukup terkejut di karenakan di dalam mobil tersebut terdapat banyak senjata tajam.


"srekkk,,srekkk bos sampai kapan kita harus mengawasi mereka kenapa kita tidak langsung serang saja bos" diandra mendengar beberapa percakapan mereka melalui alat penyadap


"apa yang mereka inginkan" gumam "diandra


"kita tidak bisa langsung menyerang karena di sana masih ada anak buah adrew, adrew sialan itu benar - benar membuat kita susah"...


"tapi kenapa bos sepertinya sangat takut dengan pemuda yang bernama adrew itu" ....


"dia bukan detektif dan polisi biasa di belakang nya terdapat anak buah yang hebat. dia dengan licik nya mengubah para gangster menjadi para malaikat dengan uang nya"..


"bos benar bos, kalau begitu dia sangat berbahaya bagi kita bos"...


"iya kalian cukup awasi mereka saja" ..


krakkk..diandra tak sengaja menginjak ranting saat ingin keluar dari belakang mobil tersebut. merasa sudah ketahuan diandra langsung berlari namun ia berhasil menukar beberapa senjata tajam dengan senjata mainan.


"ahh sial" diandra berlari sekuat tenaga dengan membawa tas senjata yang ia tukar


tutt tut..."kak atar angkat" kata diandra sambil berlari


ia berusaha meminta tolong pada atar namun naas tak di jawab oleh atar mungkin ponsel atar tidak ada jaringan.


diandra berlari di bibir tebing ia melihat di bawah tebing sangat gelap ia melempar senjata itu ke bawah dengan harapan para penjahat tidak menemukan nya.


diandra pun berlari sekencang mungkin menuju tempat perkemahan. sementara para penjahat masih saja mencari diandra tapi karena diandra memakai pakaian serba hitam mereka tidak dapat menemukan diandra.


"maaf tuan kami tidak dapat mengejarnya orang itu sangat cepat"...


"apa..?" kata salah satu dari mereka dengan marah


"maaf tuan"..


"sial siapa itu tadi, oh kau jangan katakan pada bos bahwa markas kita ada yang datang, karena jika dia tahu maka kita akan mati mengerti"..


"baik tuan kami tidak akan katakan pada bos"....


"bagus.."...


.


.


setelah berlari sekuat tenaga akhirnya diandra sampai di area perkemahan. ia berhenti dekat bentangan hammock yang ia pasang kemarin.


diandra bersandar di sana ia mengatur napas nya yang masih ngos - ngosan.


"hosh...hosh..hosh hampir aja ****** gua hosh hosh" diandra bersandar di pohon ia duduk sambil mengatur napas nya


"kamu ngapain di sini" bimo yang tiba - tiba memegang bahu diandra membuat diandra terkejut bukan main.


karena kaget dengan refleks diandra membanting tubuh bimo dengan keras ke tanah.


"akhhh" kata bimo kesakitan

__ADS_1


"ahh sory ,, sory, sory gua kaget" kata diandra sambil menjulurkan tangan bermaksud membantu


"lo atlit judo ya, gila rasanya tubuh gua mau patah" kata bimo dengan senyum kecil melihat uluran tangan dari diandra


"hosh ..hosh...lo ngapain tiba - tiba datang kayak setan aja" kata diandra tapi mata nya masih waspada ke segala arah


"lo lihat apa sih" kata bimo penasaran


"nggak penting, gimana badan lo nggak ada yang sakit kan" kata diandra


"ah,,au au aduh sakit nih kayak nya tangan kanan gua terkilir, au kaki gua juga" bimo pura - pura pincang


"lo tunggu di sini" diandra pun pergi menaruh ransel nya dan mengambil obat gosok untuk bimo


"nih obat nya, sory tadi gua nggak sengaja" kata diandra sambil memberikan obat


"kan lo yang bikin gua luka lo dong yang obatin" kata bimo


"hemm, sini" diandra mengoleskan obat gosok ke tangan dan pergelangan kaki bimo


bimo melihat diandra tiba - tiba jadi salah tingkah wajah nya pun menjadi merah saat diandra berbalik menatap nya.


"tuh sudah, sekali lagi sory ya gua benar - benar minta maaf gua nggak tahu kalau itu lo" kata diandra


"gua maafin lo tapi lo mau kan jadi teman gua, kenalin gua bima pramudia wijaya" kata bimo mengulurkan tangan kanan nya yang masih sedikit gemetar karena sakit


"lo masih mau kenalan sama gua" kata diandra


"emm iya" kata bimo


"oke gua diandra kelas ipa 4" diandra menerima jabatan tangan bimo


"tergantung" kata diandra


"kok tergantung sih" kata bimo lesu


"kalau lo terus berisik dan gangguin gua, gua bisa anggap lo transparan atau tak kasat mata" kata diandra datar


"hehh wah mulut lo tajam amat ndra" kata bimo


"..." diandra mengangkat bahu nya tak perduli


"oh iya ndra kok gua selama ini nggak pernah lihat lo di sekolah, jujur ya pas pertama kali gua lihat lo waktu di kantin sekolah gua kira lo anak baru" kata bimo


"gua lebih suka tidur di kelas dari pada keluar" kata diandra


"oh iya,, ndra gua.." ...


dret..dret..ponsel diandra bergetar menandakan ada panggilan masuk.


"gua cabut ya" kata diandra yang pergi meninggal kan bimo


"emm halo" diandra menjawab ponsel nya


"ada apa miscalls tadi ndra. ?"..


"coba buka email kakak gua sudah mengirim sesuatu" kata andra


"apa..?"..

__ADS_1


"oh iya tadi hampir aja gua mati" kata diandra


"ini lo pergi sendirian ?"...


"emm tas nya gua buang ke jurang besok saat situasi aman suruh yang lain ambil" ...


"lain kali jangan kayak gini lagi kalau kenapa - napa gua bisa di bunuh sama adrew lo ngertikan ? " ...


"em iya ,,,iya gua ngerti kok. itu kan gara - gara lo yang nggak angkat telpon gua" ....


"sudah kini sudah malam cepat masuk tenda ajak teman - teman lo tidur. gua dan anak buah gua bakal berjaga malam ini takut nya mereka akan datang"...


"iya iya" tut diandra mematikan ponselnya


setelah menerima panggilan telepon barusan diandra mengajak teman - teman nya kembali ke tenda.


"guys kembali ke tenda yuk ngantuk gua" kata diandra


"ya sudah ayuk" kata zeria


"baru juga jam 12 ndra bentar lagi" kata fely


"serah lo tapi besok kalau lo bangun telat kita nggak bakal bangunin lo ngerti" kata diandra


"okee deh gua ngantuk" mendengar perkataan diandra fely cepat beranjak karena diandra tidak akan main - main dengan ucapan nya. jika ia katakan tidak maka tidak akan ada toleransi di dalam nya.


mereka harus tidur dan bangun cepat karena besok merupakan hari terakhir perkemahan dan mereka akan menyelesaikan satu misi lagi besok. setelah nya mereka akan kembali ke kota pada lusa nya.


sebelum tidur diandra meletakkan alat pengaman yang ia rancang sendiri. alat ini akan mendeteksi gerak - gerik yang mencurigakan yang terhubung pada jam tangan yang ia kenakan.


"ndra .." kata nindi


"emm ?" balas diandra


"makasih ya lo udah bawa alat ini yang membuat kita nggak ada nyamuk terus tenda nya juga jadi hangat" kata nindi


"emm" balas diandra


"iya ndra lo keren bisa tahu alat kayak gini, ngomong - ngomong lo beli di mana sih" kata mereka dengan setengah berbisik


"gua bikin sendiri" kata diandra


"apa..?" kata fely kaget


.


.


.


bersambung...


happy reading ya reader


maaf kalau kata-katanya banyak yang typo


jangan lupa like, komennya biar authornya makin semangat bikin novelnya.


koh iya ayo join di grup juga nanti disana banyak hadiah yang menantiloh join ya 😙😘🤗

__ADS_1


__ADS_2