Cold Heart

Cold Heart
khawatir


__ADS_3

"diandra....." teriak seseorang dari arah kejauhan


"kakak ?" diandra menoleh ke arah sumber suara


dari kejauhan terlihat seorang lelaki tampan dengan tubuh tegap sempurna berlari ke arah diandra dan orang tuanya. orang itu tak lain adalah adrew setelah menyelesaikan urusan nya adrew segera menuju rumah sakit.


"tante bagaimana keadaan amanda ?" tanya adrew


cidra hanya menggelengkan kepala nya sambil menangis. melihat tante nya yang menangis adrew lalu memeluk cidra. ia berniat menguatkan wanita paru baya yang sudah ia anggap seperti ibu nya sendiri.


sementara itu diandra masih terdiam di samping oma.


"gua nggak boleh diam saja kayak gini gua harus cari informasi tentang obat itu" gumam diandra dalam hati


suasana di ruang tunggu itu hening semua orang terdiam menunggu amanda sadar.


namun tidak dengan diandra ia tak ingin tinggal diam. ia beranjak dari tempat duduk nya dan kemudian menyambar jaket hitam miliknya. ia berlalu pergi sampai mama nya sadar dan bertanya.


"andra mau kemana kamu ?" tanya mama


namun diandra tak mendengarkan ucapan mamanya ia malah pergi tanpa menoleh ke belakang.


sesampai nya di mobil ia melajukan mobil nya dengan kecepatan tinggi. diandra mengendarai mobil sport miliknya tanpa tahu arah. akhirnya ia menepikan mobil nya di pinggir jalan di sana terlihat banyak gerobak pedagang kaki lima.


"pak jus lemon nya satu" ucap diandra sambil duduk


"kenapa semua orang yang ku sayang harus pergi" gumam diandra frustasi


"ini mbak minum nya" ucap penjual


"iya pak, terimakasih. oh iya pak nasi goreng pedas nya satu ya" ucap diandra


"level berapa mbak" tanya penjual


"level 45" jawab diandra


"maaf mbak, mbak yakin" kata penjual


mendengar itu diandra langsung menatap tajam kearah penjual yang membuat penjual itu merasa ketakutan.


sambil menunggu pesanan nya datang diandra mengambil ponsel nya dari saku celana. ia mencari informasi tentang obat untuk amanda.


diandra bahkan menjebol semua informasi mengenai obat-obatan. namun obat itu tak ada hanya rumah sakit clarison yang menyediakan obat itu.


sementara menurut penjelasan dokter di rumah sakit tadi mereka sudah memesan obat tersebut. namun butuh proses dan penelitian berkali-kali agar obat itu bisa di gunakan dengan standar kesehatan.


"seperti nya memang harus menunggu" gumam diandra


"ini mbak nasi goreng nya" kata penjual


"ini uangnya saya mau makan di mobil" ucap diandra


"tunggu mbak kembalian nya" ucap laki-laki itu


"ambil saja itung-itung gua beli piring sama gelas ini" ucap diandra


ia pergi menuju mobil nya kemudian membuka body mobil hingga terbuka. diandra menyantap nasi goreng tersebut dengan santai.

__ADS_1


"oii ndra lo ngapain makan sendirian di mobil lagi" ucap olivia


"memps apa" ucap diandra


"kenapa nggak makan di tempat aja, malah makan di sini" ucap bimo


"nih orang setan ya, atau stalker tiap saat ke temu mulu. malas gua jadi nya" gumam dianrra


"oii bengong aja" ucap bimo sambil duduk di samping diandra


"nih orang ngapain juga masuk tanpa izin" gumam diandra


"lo itu bener-bener batu ya, atau lo punya tingkat ke mageran akut" ucap bimo kesal


namun ucapan bimo masih tak di gubris oleh diandra. ia masih santai menyantap nasi goreng nya. yang terlihat sangat menyeramkan.


"buset nggak apa-apa tuh usus makan cabe" ucap bimo sambil menggidik ngeri


"lo ngapain di sini, sana turun ganggu kesenangan orang aja" kata diandra datar


"gua mau ngobrol sama lo, kita kan teman" ucap bimo sambil tersenyum


"siapa yang temenan sama lo" kata diandra


"lo lah siapa lagi, hehehehe" ucap bimo


"…............" diandra masih diam ia masih menikmati nasi goreng pedas milik nya


selama beberapa saat suasana pun hening tak ada percakapan di antara ke dua orang itu. rasa canggung menguasai mereka berdua hanya ada suara jangkrik dan beberapa binatang malam yang terdengar.


"sana turun gua mau pulang" ucap diandra


"nggak usah gua bisa pulang sendiri, sana turun" ucap diandra ketus


"nggak gua bakal nganterin lo pulang" kata bimo


"terus lo suruh gua nganterin lo lagi gitu. mobil lo mana ?" tanya diandra kesal


"hemm sebenarnya mobil gua mogok di sana" tunjuk bimo ke arah bengkel mobil yang tak jauh dari mereka


"oh jadi lo minta gua anterin lo gitu" kata diandra


"gini deh, gua anterin lo pulang dulu nanti gua pinjem mobil lo. terus besok pagi gua jemput lo gimana ?" kata bimo


"nggak lo bisa pulang sendiri, udah cari taxi aja sana" kata diandra


diandra turun untuk berniat membuah sampahnya tadi. tiba-tiba tiga orang bertubuh besar datang di belakang diandra.


"haii gadis kecil sini temenin kita hehe" kata salah satu dari mereka


"wah cantik coi" kata satu nya lagi


"bang lo pada mabuk ya, nyebur ke kolam sana biar sadar" ucap diandra


bimo yang diam merasa aneh, ia merasa kenapa diandra lama sekali. kemudian dia menoleh ke arah diandra seketika mata nya memerah karena emosi.


"si*l beraninya mereka mengganggu gadisku" umpat bimo kesal

__ADS_1


bimo kemudian berlari ke arah diandra, ke tiga preman itu sudah ingin menyerang diandra karena dari tadi diandra juga mengucapkan kata-kata kasar pada mereka.


"wah kau berani juga ya gadis kecil, apa yang kalian tunggu serang dia" kata nya kesal


saat sebuah tamparan ingin mendarat di pipi diandra, bimo mencekal tangan orang itu dengan keras. kemudian menghempaskan nya hingga lelaki itu tersengkur ke tanah.


"siapa kau, beraninya ikut campur. wah mau jadi pahlawan kau ya" ucap salah satu dari mereka dengan senyum sinis


"gua cowok nya, kenapa emang" kata bimo


"oh gitu, kalau gitu lo bisa kan kasih dia buat kita. hahhahahaa" mereka tertawa


"*****" tanpa berpikir panjang bimo memukul mereka dengan membabi buta.


bimo memukul wajah mereka karena kesal, sementara diandra dia hanya jadi penonton saja. hingga pertarungan sengit itu di menangkan oleh bimo. ya, walaupun akhir nya ia mendapat luka kecil di bibir nya karena tak sempat mengelak tadi.


"lo nggak apa-apa" ucap bimo yang terlihat sangat khawatir pada diandra


"dia kenapa sih, apa dia khawatir sama gua" gumam diandra


"ndra lo nggak kenapa-napa kan ?" ucap bimo memeriksa tubuh diandra dengan napas yang tersengal


"nggak gua nggak apa-apa" ucap diandra


"ya sudah kita pulang, mana kunci mobil lo" kata bimo sambil mengadahkan tangan


"nggak ada" ucap diandra


"terus ?" tanya bimo


"lo tinggal kemudi aja kan" kata diandra


"maksud lo ?" kata bimo


diandra mengeluarkan ponsel nya kemudian menyalakan mobil nya.


bimo yang berada di depan kemudi terkejut melihat mobil itu hidup sendiri.


"kan gua udah bilang, kemudi aja" kata diandra


bimo hanya mengangguk ia merasa ada yang aneh dengan mobil diandra. ia melihat ponsel diandra yang sepertinya memegang kendali mobil itu.


"kita berhenti di apotek sebentar" kata diandra dan di iya kan oleh bimo


saat diandra sudah menjauh mobil itu mati dengan sendiri nya.


"apa kuncinya sensor tubuh, atau ponsel diandra ?" gumam bimo


.


.


.


bersambung...


happy reading all

__ADS_1


jangan lupa fav, vote, like, komen biar authornya makin semangat bikin novelnya


__ADS_2