Cold Heart

Cold Heart
pom


__ADS_3

"eh bim lo mobil baru ya ?" kata danuar


"oh bukan, itu mobil dia" kata bimo sambil melihat ke arah diandra


"ehh jadi lo udah jadi supir nya bimo sekarang ndra ?" kata olivia dengan candaan


diandra yang mendengar itu lantas menaikkan satu alis nya.


dengan cepat bimo berbicara " maksud gua, semalem mobil gua mogok terus ada diandra. karena udah malam jadi gua ngantar dia pulang terus gua pinjam mobil nya dia buat pulang gitu" ucap bimo yang mendapat tatapan tajam dari diandra


"oh gitu iya deh kita percaya" ucap fely


"maksud lo ?" kata bimo penasaran dengan tatapan penasaran


"ndra nanti lo gabut nggak jalan yo gua sama fely pengen jalan. lo mau ikut nggak ?" olivia


"emm sory gua ada kerjaan" kata diandra


"ayo lah ndra sesekali" kata fely


"kalian aja gua ogah mager gua" jawab diandra datar


"lo tuh ya kapan sih hidup lo nggak ada mager nya" kata olivia


mendengar ucapan olivia diandra hanya mengangkat ke dua bahu nya tak perduli. melihat sikap diandra yang acuh - tak acuh bimo menggelengkan kepala nya


"eh kalian denger nggak kasus penyerangan waktu itu masih di usut, dan sekarang para penjahat lain juga menarget kan keluarga clarison" kata danuar


"terus hubungan nya dengan kita apa ?" kata ranza


"ya adalah kan kita korban nya" kata danuar lagi


"udah lah ngapain sih kalian bahas masalah itu lagi" ucap bimo tegas sedikit melirik diandra yang fokus dengan makanan nya


"iya sih" jawab fely


mereka melanjutkan makan mereka dengan omong kosong dan sedikit candaan. setelah selesai makan mereka menuju kelas masing-masing. namun tidak dengan diandra karena ia lebih memilih bolos pelajaran selanjutkan.


diandra memilih menuju rooftop ia berdiri tegap dengan melihat sekitar. seperti dugaan diandra bahwa sekolah nya sekarang sedang diawasi oleh orang-orang tak dikenal.


ia tak tahu mereka orang baik atau jahat namun sudah beberapa hari belakangan ini mereka selalu berada di sana. mengawasi sekolah dengan sangat ketat.


bahkan ada yang sudah masuk ke sekolah entah itu sebagai petugas kebersihan dan ada yang sebagai guru.


diandra mendesah pelan mengingat semua hal yang harus ia lakukan. sepertinya akan rumit seperti itu isi kepala diandra saat ini.


"haahh kak aku merindukan mu" gumam diandra


diandra memilih tidur karena memang dia kurang tidur. tanpa terasa jam pulang sekolah pub tiba. namun diandra masih enggan membukakan mata nya.


.


.


"bim lo ikut nggak kita mau ke mall sama olivia" kata danuar yang menyender pada mobil nya sementara olivia sudah berada di dalam mobil nya sendiri bersama fely


"gua lagi nungguin diandra nih, eh liv diandra mana ?" kata bimo


"gua nggak tahu setelah dari kantin tadi tuh anak ngilang. nih tas nya aja gua yang bawa gua wa juga nggak di read sama dia" kata olivia dari dalam mobil dengan kaca terbuka

__ADS_1


"tuh anak kemana sih" gumam bimo


akhirnya bimo memutuskan menelpon diandra. tuttt..tut...namun diandra masih belum mengangkat nya juga


"bentar gua hubungin diandra dulu" ucap bimo sambil memposisikan ponselnya di telinga.


tut..tut..


📱: " hemm apa ?" jawab seseorang di seberang


📱bimo : "lo dimana, ayo pulang gua udah di mobil" ucap bimo


📱diandra :" emm bentar gua ambil tas dulu" jawab diandra malas


📱bimo :" tas lo udah sama olivia" jawan bimo


📱diandra :" hemm" tut diandra langsung memutus sambungan telepon


"huh dasar nggak ada sopan santunnya jadi orang" ucap bimo kesal dengan sikap diandra


"gimana bim" kata olivia


"bentar lagi dia kesini" kata bimo


"diandra tuh bener-bener ya" ucap bimo menggelengkan kepala nya tak percaya


"kenapa bim" tanya ranza


"nggak apa-apa" kata bimo


"tuh anak nya baru nongol juga" kata danuar melihat ke arah diandra


"ayo pulang" ucap bimo membuka pintu mobil untuk diandra


"mana tas nya diandra" tanya bimo


"nih, cie cie pepet terus bim jangan kasih kendor hahahha" ucap olivia setelah memberikan tas diandra pada bimo


"hahha do'ain kita ya hahaha" ucap bimo


"dasar" ucap fely singkat


setelah mengambil tas diandra dari olivia bimo berlari kecil menuju mobil diandra. dia sana diandra sudah di tempatnya yang fokus pada ponselnya.


"nih tas lo" ucap bimo saat masuk ke dalam mobil


"emm" diandra mengangguk


"lo mau ke mall nggak, soalnya mereka mau ke mall buat cuci mata katanya" kaya bimo


"nggak" ucap diandra singkat


"ya sudah kalau gitu kita langsung pulang aja" kata bimo yang mendapat anggukan dari diandra yang artinya setuju.


bimo menyalakan mobilnya sambil mendekati arah mobil olivia " liv, fel bilangin danuar sama ranza kalau gua sama diandra langsung pulang" teriak bimo


"ok, kalian hati-hati jangan diem-diem baek hahahhahh" ucap fely


bimo membalasnya dengan mengangkat satu jempol nya.

__ADS_1


di perjalanan bimo mengoceh sendiri karena tidak mendapatkan respon dari diandra. sementara diandra sibuk dengan ponsel nya. ia main game sepanjang jalan dia hanya fokus pada ponselnya.


"huhhh" helaan berat keluar dari mulut bimo


"kenapa lo" ucap diandra saat permainan nya selesai dan diandra menang dari game nya


"lo ngacuh kan gua mulu, gua kan kayak orang gila ngomong sendiri jawab sendiri. pada hal lo ada di samping gua" kata bimo


"oh" jawab diandra


"rumah lo masih jauh, perasaan nggak sampai-sampai" kata diandra bingung


"deket sih kalau lewat jalan biasa namun jalan biasa lagi ada halangan perbaikan jalan jadi gua lewat jalan ini" kata bimo


sebenar nya ia sengaja memilih jalan yang lebih lama. karena ingin lebih lama dengan diandra.


"ndra kita ke pom dulu ya, nih lihat bensin lo dikit lagi" kata bimo membelokkan mobil yang di kendarai menuju pom terdekat


"iya" kata diandra


setelah mengantri cukup lama akhirnya tiba giliran bimo. bimo keluar dan berbicara ke pada petugas pom tersebut sambil mengeluarkan uang beberapa lembar pecahan seratus dan lima puluh ribu dari dompet nya


tidak seperti orang kaya yang lainnya yang tidak suka memegang uang cash. bimo malah suka memakai uang cash namun lain hal nya jika ia makan di restaurant atau belanja pakaian.


karena menurut bimo tidak memegang uang cash tidak lah baik. karena tidak semua hal yang bisa ia lakukan dengan kartu.


setelah selesai bimo masuk kedalam mobil dan menjalankan mobil menuju rumah nya.


"bayar nya" kata diandra saat ingin mengambil dompet nya


"udah" kata bimo menjalan kan mobil


"gua yang bayar" kata bimo


"tapi..." kata diandra terpotong


"karena gua yang pakai jadi gua yang harus beli" ucap bimo


"emm" jawab diandra


akhir nya mobil yang di kendarai bimo memasuki mansion besar. bimo memarkirkan mobil milik diandra di depan rumah.


"yuk turun mampir dulu" ucap bimo


"nggak usah gua langsung aja" kata diandra


"nggak mau makan dulu sekarang nyokap gua pasti udah masak makan siang" kata bimo


"nggak usah gua langsung aja" kata diandra yang turun bermaksud mengganti posisi menjadi pengemudi


"eh bimo udah pulang.....


.


.


.


bersambung...

__ADS_1


happy reading all


jangan lupa fav, vote, like, komen biar authornya makin semangat bikin novel nya


__ADS_2