Crazy Love

Crazy Love
Prolog


__ADS_3

Masa sekolah adalah masa-masa yang paling indah dalam hidup, dimana kita merasakan senangnya punya banyak teman, mulai suka dengan lawan jenis, sampai-sampai kita sering melakukan kenakalan remaja seperti bolos pelajaran, melanggar peraturan tatib (tata tertib), pokoknya kenakalan-kenakalan yang wajar sampai yang tidak wajar. Karena semua itu adalah sebuah proses pembentukan jati diri dari masa remaja naik ke dewasa.


Semua itu tergantung diri kita mau kita bawa ke hal-hal baik (positif) atau hal-hal buruk (negatif). Pengalaman-pengalaman berharga akan membawa sebuah cerita yang indah saat kelak kita sudah dewasa. Kita tidak tau saat sudah dewasa apa yang akan kita lakukan dan kerjakan, yang pasti semua bekal kita terima di saat masa-masa pendidikan dan pembelajaran.


Terlihat sepasang remaja SMA yang sedang kasmaran tengah duduk di bangku sebuah taman, tempat itu berada di bawah pohon yang rindang dan sangat asri. Udara yang sangat bersih dan tempat yang sejuk membuat kedua remaja tersebut menikmatinya.


"ila" panggilnya pada sang kekasih. Kekasihnya itu tengah bersandar dibahunya yang sedikit kekar.


"Iya El?" Jawab Ila kekasih El.


"Gini nih Ila, Kalau kamu dilondon ya, berarti kamu tuh pulangnya bakal lama banget kan?" Ucap El sambil membelai lembut rambut kekasihnya.


"Iyalah El, yang pasti nih aku pulang tuh kalau udah wisuda, tapi aku usahain kuliahnya bakal aku kelarin cepet." Jawab Ila sambil memandang wajah El dengan penuh cinta.


"Kenapa kamu tiba-tiba tanya gitu El?" Tanya Ila balik.


"Aku tuh banget kalau nanti kita gak ada komunikasi." Jawab El dengan wajah memelasnya.


"Ya Allah El kamu ini kayak jaman ini jaman purba aja si." Ucap Ila dengan tertawa melihat wajah lucu kekasihnya.


"Eh eh, yang namanya takut emang salah hmm." Ucap El dengan wajah manyutnya.


"Gak salah sayang aku, Ih bikin gemes aja sih." Ucap Ila, ia pun menarik-narik pipi El


"Sakit beby." Keluh El. Ia memegang tangan Ila tatapan mata penuh cinta dan rasa takut terlihat di mata El.


"Ila Janji ya kita harus saling komunikasi." Ucap El pada kekasihnya.


"Ya elah El gitu aja pakai janjian segala. Kamu nih ya aku kasih tau kita tuh pasti tetep bakal komunikasi. Secara nih kita ada applikasi yang namanya WA, Ig, Fb Tweeter, apa lagi tuh banyak lah pokoknya jadi kamu jangan takut El." Ucap Ila terkekeh.


"Tapi kan ila yang namanya komunikasi dalam hubungan jarak jauh itu PENTING." Ucap El bersikukuh dengan pendapatnya.


"El Hubungan itu didasari oleh kejujuran dan kepercayaan, kalau kamu percaya sama aku maka aku harus percaya kamu." Ucap Ila tegas. El pun hanya terdiam ia masih memikirkan ucapan kekasihnya itu.

__ADS_1


"Nah El andai kata nih ya. Kalau kamu gak kuat sama hubungan jarak jauh kita ini, kamu boleh kok punya pacar lagi." Ucap Ila dengan Jeda sebentar ia melihat raut wajah El mulai tidak bersahabat.


"Asalkan nanti kamu tetep akan kembali sama aku, kalau aku sudah kembali ke indonesia." Lanjutnya dengan senyum manisnya.


"Ih apaan sih... Ya gak lah, pokoknya gak akan ada di kamus dalam hidup aku itu yang namanya mendua. Apalagi harus duain kamu." Ucap El dengan wajah tidak senang.


"Hei Sayang denger dulu loh ini kan selama kita LDRan. Kan bagus ada yang perhatiin kamu selama aku gak ada." Ucap Ila yang memang berniat untuk mengujinya.


"Sayang kamu apaan si. Gak pokoknya, lagian nih kalau aku cari mana ada yang kayak kamu. Gak akan ada jelas sangat bedalah. " ucap El yang tetap menolak.


"Emang bedanya aku gimana?" Tanya Ila penasaran.


"Ya bedalah pokoknya." Ucap El.


"Bedanya gimana coba kasih tau." Ucap Ila meminta penjelasan.


"Bedanya tuh tapi jangan marah ya?" Tanya El pada Ila.


"Iya gak marah emang apaan?" Ucap Ila yang makin penasaran.


"Ihh jadi selama ini aku tuh cerewet gitu. Kamu ini El." Ucap Ila lalu mencubit pinggang El.


"Eh ampun ila kan aku uda bilang jangan marah." Ucap El dengan wajah agak kesalnya.


"Hah terserah deh terserah." Ucap Ila terkekeh melihat muka kesalnya.


"Loh kok ketawa. Jangan bilang kamu lagi ngerjain aku. Dasar ya Aprilly Naila kekasihnya Elvano nih suka banget liat aku kesel Hmm..." Ucap El lalu menggelitiki perut Ila, membuat Ila yang tidak bisa menahan geli pun meminta ampun.


Elvano atau di sapa El adalah lelaki tampan, suka usil, jujur, namun egois dan emosian. Kalau sudah punya pendapat makan ia akan selalu tetap sama pendapatnya itu dan tidak bisa di ganggu gugat. Sedangkan kekasih Elvano yaitu Aprilly (Prilly) atau disapa Ila itu gadis yang pengertian, cerewet kalau Elvano mau ngelakuin hal yang gak bermanfaat.


Namun dia mampu bertahan dengan sikap Elvano yang seperti itu. Dia terkadang sering menjahili elvamo namun dengan batas yang wajar gak sampai kelewatan. Karena kalau sampai kelewatan akan berimbas pada kemarahan Elvano.


****

__ADS_1


Ditempat lain seorang gadis tengah duduk di ruang tamu rumahnya, ia menatap seseorang yang sudah dijodohkan dengannya. Perjodohan ini memang bukan paksaan karena keduanya sudah saling mengenal satu sama lainnya dan lelaki itu adalah anak dari sahabat almarhum papa gadis itu.


Sebelum orang tua lelaki itu meninggal mereka memohon kepada mamanya gadis itu untuk menerima anaknya sebagai menantunya. Permintaan itu pun di sanggupi oleh kedua belah pihak, jadi tidak akan ada perdebatan di akhir nanti.


"Aku akan pergi mungkin 3 tahun untuk merintis karirku serta melanjutkan kuliah S2ku." Ucap laki-laki itu.


"Iya." Jawab si gadis.


"Rea" Panggil si lelaki dengan lembut.


"Iya kak Matteo, aku tau kakak akan pergi kan silahkan. Lagian aku kan baru aja naik kelas 2 SMA loh kak please ya kak." Ucap Rea dengan gemas pada Teo.


"Iya aku tau, makanya itu bisakah kau menunggu ku?" Tanya Teo dengan cemas.


"Ya tuhan kakak, harusnya kakak itu siap gak nunggu aku. Paling gak 5 atau 6 tahun lagi kak, kok malah tanyanya ke aku sih" Ucap Rea jengah.


"Baiklah-baiklah tapi ingat kau sudah menjadi tunanganku dan jangan sekali-kali kau melirik lelaki lain selain aku." Ucap Teo terkekeh.


"Dih Gak lucu kak Teo, Kakak nih aneh deh." Ucap Rea cemberut.


"Lucu lah." Ucap Teo.


"Lucu mananya coba hayo bilang." Ucapnya.


"Lucu kalau liat kamu cemberut. Hahaha. " Ucap Teo dengn tawanya.


"Astaga dragon kakak, Ih... Nyebelin banget si." Ucap Rea yang mulai kesal.


"Biar nyebelin tapi ngangenin kan." Goda Teo.


"Gak B aja." Ucap Rea dengan nada sewot.


Mereka pun larut dalam candaannya, selisih usia Edrea dengan Matteo sekitar 5 tahun. Matteo atau disapa Teo adalah pria dewasa dan lembut namun suka ngegodain rea apa lagi saat gadis itu sedang cemberut atau lagi kesel, ia akan lebih senang ngegodain gadis itu, sedangkan Edrea atau disapa rea adalah gadis yang blak-blakan, ceroboh dan bawel tentunya.

__ADS_1


Gimana prolognya bikin penasaran gak atau malah B aja. Ya udah pokoknya kepoin terus ya...


__ADS_2