
~Happy Reading~
Sebelum atau sesudah membaca biasakan selalu menekan Like, Fav, Rate 5 Bintang, karena semua itu GRATIS loh 😊😗
°°°
Keesokan harinya, Anjel sudah menelpon kedua orang tuan Amora dan meminta mereka semua kesini bersama dengan Harry. Karna hari ini Anjel berniat untuk menyesalkan semua masalah yang terjadi pada mereka.
Disini lah mereka berada sekarang, di ruang keluarga. Mereka semua saling diam sambil menunggu kehadiran Amora dan Samuel.
" Sebentar kita tunggu Amora. " Ujar Anjel dan diangguki Banu serta Fiola.
Tidak lama kemudian, Amora bersama dengan Samuel datang menghampiri mereka. Samuel berhasil membujuk Amora untuk menemui mereka.
" Maaf lama menunggu. " Ujar Samuel sambil menggandeng tangan Amora.
" Tidak papa, ayo duduk. " Ujar Anjel dan Amora pun duduk disebelah Samuel.
" Baiklah, karna semuanya sudah kumpul. Kita mulai saja, sebelum itu ada yang ingin disampaikan Fiola kepada Amora. " Ujar Anjel dan diangguki Fiola.
__ADS_1
Fiola menghela nafas, dia sebenarnya gugup untuk menyampaikan ini semua. Tapi dia tidak ingin masalah ini berlarut-larut. Baju mengenggam tangan istrinya itu mencoba memberikan ketenangan.
" Amora sebelumnya mamih ingin minta maaf. Mungkin saat itu mamih egois, mementingkan citra mamih di mata publik, sampai mamih tidak menyadari bahwa mamih menyakiti mu, putri mamih sendiri. Tapi sekarang mamih sadar, semua yang mamih lakukan salah. " Jeda Fiola dengan menitikkan air matanya.
" Mamih juga selama ini tidak ada waktu untuk kalian, Mamih pikir selama ini kalian bahagia dengan apa yang mamih dan papih berikan ke kalian, tapi semua dugaan kami ternyata salah. Kalian hanya pura-pura bahagia dan terlihat baik-baik saja di depan mamih dan papih. " Ujar Fiola mengingat pembicaraan semalam dengan putranya.
Harry mengatakan selama ini dia tidak bahagia dengan apa yang dia dan suaminya berikan. Apalagi putrinya yang selama ini merasakan kesepian tanpa kehadiran mereka. Walaupun Harry mencoba menjadi sosok figur ayah dan ibu untuk adiknya itu, tapi tetap saja, dia hanyalah seorang kakak bukan ayah atau ibu bagi adiknya.
Harry juga mengatakan selama ini dia juga salah telah bersikap tidak baik ke Amora. Karna dia ingin adiknya itu berubah menjadi lebih baik, bukan terus menerus membuat masalah. Tapi caranya selama ini salah dan secara tidak langsung dia menyakiti perasaan adiknya.
" Secara tidak langsung dengan sikap mamih yang seperti ini malah membuat kalian menjauh dari mamih. Mamih gagal menjadi ibu yang baik untuk kalian. " Ujar Fiola membuat Amora langsung berdiri menghampirinya.
" Tidak, bagi Amora mamih adalah ibu yang terbaik untuk mora. Mungkin selama ini mora yang salah, yang selalu mengecewakan dan membuat malu kalian. Maafin Mora yang belum bisa jadi anak yang terbaik untuk kalian. " Ujar Amora dengan menitikkan air matanya.
" Berdirilah. " Ujar Fiola mencoba membantu putrinya berdiri.
" Dengarkan mamih, kalian sudah menjadi anak yang terbaik untuk mamih dan papih. Kalian adalah kebanggaan mamih dan papih. Jadi stop bilang seperti itu, karna kalian harta yang berharga untuk kami, mamih sayang Amora. " Ujar Fiola yang langsung memeluk Amora.
Ibu dan anak itu saling berpelukan dan menangis satu sama lain. Mereka berdua merasa sama-sama bersalah dan mereka juga tidak menyalahkan siapa-siapa disini, karna bagi mereka semua kesalahan ada di diri mereka masing-masing. Dimana Fiola yang gagal menjadi seorang ibu dan Amora yang berpikir gagal menjadi anak yang terbaik untuk kedua orang tuanya.
__ADS_1
Mereka semua yang ada disana ikut menangis terharu. Tapi lebih tepatnya hanya para perempuan yang menangis, sedangkan para pria hanya terdiam menyaksikan momen haru itu.
Sampai dimana Amora dan Fiola yang melepaskan pelukannya. Disitu Harry langsung bangkit dan menghampiri adik dan mamihnya.
" Maafin kakak juga, kakak telah menyakiti perasaan Mora disetiap perkataan kakak. " Ujar Harry dan Amora pun langsung memeluknya.
" Kakak gak salah, Mora yang salah. Mora tau kakak kecewa sama mora, makanya kakak seperti itu ke mora. Tapi mora janji, mora gak bakal bikin masalah lagi, mora akan jadi adik dan anak yang baik untuk kalian. " Ujar Amora sambil melepaskan pelukannya dan menatap mamih, papih serta kakaknya.
" Mamih juga janji, akan jadi ibu yang baik untuk kalian berdua. Mulai sekarang mamih akan luangin semua waktu mamih untuk kalian. Mamih sayang kalian. " Ujar Fiola memeluk kedua anaknya.
Harry dan Amora tersenyum didalam pelukan mamihnya. Inilah momen yang selama ini ditunggu-tunggu keduanya, dimana mamihnya sadar atas sikapnya yang selama ini salah dan sering tidak ada waktu untuk mereka.
Banu bangkit dan juga ikut memeluk mereka dari belakang. Dia senang melihat keluarganya bisa kembali bersatu seperti sekarang ini dan perlu kalian tau, setelah Amora dan Harry tinggal disini, Fiola sudah berhenti dari pekerjaan dan menyerahkan semua urusan kantor ke sekretarisnya, sesekali dia hanya mengecek perusahaannya.
Anjel tersenyum melihat keluarga sahabatnya bisa kembali bersatu. Bagaimanapun Fiola dan Banu selama ini sangat berjasa untuknya. Karna mereka yang telah menyelamatkan nyawa Anjel saat kecelakaan pesawat yang menimpanya.
~Bersambung~
Likenya jangan lupa😘
__ADS_1