Crazy Love

Crazy Love
Episode 52


__ADS_3

Happy Reading :)


^^^


Sebelum atau sesudah membaca biasakan selalu menekan Like, Fav, Rate 5 Bintang, karena semua itu GRATIS loh😊😗


°°°


Tokk ...


Tokk ...


" Kak mora, ini Sasya!!! " Ujar Sasya yang tidak mendapatkan balasan dari Amora.


" Kak Mora udah tidur ya? " Gumam dirinya yang terlambat untuk ke kamar Mora karena tadi sahabatnya menghubungi dirinya dan mau tidak mau Sasya mengobrol lebih dulu dengan sahabatnya.


Cklek ...


Pintu terbuka membuat Sasya yang ingin berbalik badan menuju kamarnya langsung mengurungkan niatnya.


" Maaf tadi kak Mora lagi di kamar mandi, ayo masuk. " Ujar Mora yang menyuruh Sasya masuk kedalam kamarnya.


" Iya kak. " Sasya langsung berjalan memasuki kamar Amora yang sangat rapih dan indah.


Mora mendesain ulang kamar pribadinya dan itu pun atas persetujuan Lee.

__ADS_1


" Kamu duduk dulu ya, kak Mora mau beres-beres dulu. " Ujar Amora yang kembali memasuki ruang wardrobenya.


" Beres-beres? " Sasya langsung berlari menghampiri Amora di ruang wardrobenya dan sesampainya disana, Sasya melihat Amora yang tengah memasukkan pakaiannya kedalam koper.


" Kakak mau kemana? " Sasya langsung duduk di lantai samping koper Amora.


" Sasya sebelumnya kakak minta maaf sama kamu, mungkin besok kakak tidak bisa lagi tinggal disini. " Ujar Amora yang langsung membuat wajah Sasya berubah menjadi sendu.


" Kenapa kak? Kakak tidak betah tinggal disini? Kalau kakak pergi, siapa yang nemenin Sasya disini. " Ujar Sasya yang ingin menitikkan air matanya.


Walaupun dirinya baru kenal dengan Amora. Tapi dia sudah sangat menyayangi Amora seperti kakaknya sendiri. Sebelumnya dia tidak pernah merasa begitu nyaman dengan orang lain selain kakaknya sendiri.


Amora adalah orang pertama yang hadir di hidupnya. Bahkan wanita cantik itu mampu membuat dirinya begitu menyayanginya dan tidak ingin berjauhan dengannya.


" Bukan gitu Sasya, kakak sangat-sangat betah disini. Tapi kakak harus kembali, kakak sudah terlalu lama meninggalkan sekolah kakak, kakak janji kalau ada waktu luang kakak akan main kesini. " Ujar Amora yang memeluk Sasya yang kini sudah menangis di dalam pelukannya.


" Hikss, Sasya mohon jangan ninggalin Sasya kak. Sasya nanti kesepian disini, hikss. " Ujar Sasya yang baru pertama kali menangisi seseorang selain keluarganya.


Baru kali ini dia merasa sedih kehilangan orang lain yang sudah dianggapnya penting dalam hidupnya. Ya, walaupun dia tidak punya hubungan sedarah dengan Amora tapi dia sangat menyayanginya.


" Heyy, kenapa menagis. Kakak cuma kembali buat belajar bukan pergi meninggal kamu selama-lamanya Sasya. " Ujar Amora dengan melepaskan pelukannya dan menghapus air mata yang jatuh di kedua pelupuk mata gadis cantik itu.


" Hikss, kalau gitu Sasya ikut ya. Sasya akan bilang kak Lee buat pindahin sekolah Sasya kesana, biar Sasya bisa sama kak Mora tiap hari. " Ujar Sasya dengan tatapan memohon.


" Kalau Sasya tinggal bareng sama kak Mora disana, gimana sama Kak Lee? Sasya gak kasihan sama kak Lee yang bakal tinggal disini sendirian? " Ujar Amora membuat Sasya terdiam.

__ADS_1


" Hikss, tapi Sasya juga tidak ingin jauh dari kak Mora. " Ujar Sasya yang kembali memeluk erat Amora seperti tidak ingin melepaskan wanita cantik itu.


" Begini saja, seminggu sekali Kakak akan kesini kalau gak Sasya yang kesana, gimana? " Ujar Amora yang memberikan solusi.


" Ya baiklah, tapi kakak harus tiap hari nelpon Sasya ya. " Ujar Sasya yang diangguki Amora dengan tersenyum.


" Baiklah, tuan putri. " Ujar Amora dengan terkekeh membuat Sasya tersenyum mendengarnya.


" Malem ini Sasya tidur bareng sama kakak ya. " Ujar Sasya yang diangguki Amora dengan tersenyum.


" Hmm, ayo kita tidur. Ini sudah malam dan besok pagi-pagi kakak sudah harus ke bandara, kalau Sasya mau nganterin kakak, besok harus bangun pagi. " Ujar Amora yang menggandeng tangan Sasya menuju kasir queen sizenya.


" Baiklah, bu boss. " Ujar Sasya dengan merebahkan tubuhnya di sebelah Amora.


" Kau ini. " Ujar Amora dengan mencubit gemas hidung mancung Sasya.


" Aku pasti akan sangat merindukan kakak. " Ujar Sasya yang memeluk Amora.


" Kakak juga, pasti akan sangat-sangat merindukan mu. " Ujar Amora yang membalas memeluk Sasya.


Tidak lama kemudian mereka berdua pun tertidur dengan saling berpelukan satu sama lain dan tanpa mereka sadari sejak tadi Lee mengintip di balik pintu mendengarnya pembicaraan mereka.


" Kau orang pertama yang berhasil membuat Sasya begitu menyayangi mu selain diriku. " Gumam Lee yang kembali menutup pintu kamar Amora dengan hati-hati takut membangunkan keduanya.


~Bersambung~

__ADS_1


__ADS_2