Crazy Love

Crazy Love
Episode 50


__ADS_3

Happy Reading :)


^^^


Sebelum atau sesudah membaca biasakan selalu menekan Like, Fav, Rate 5 Bintang, karena semua itu GRATIS loh😊😗


°°°


Di mansion pribadi Samuel, terlihat Samuel yang tengah duduk di sebuah sofa yang berada di balkon kamarnya sambil melamun dan entah apa yang di pikirkan pria tampan itu.


Tokk ...


Tokk ...


Samuel yang mendengar ketukan pintu di kamarnya membuat pria tampan itu langsung bangkit dari duduknya dan berjalan membukakan pintu kamarnya.


Clekk ...


" Mamih! " Ujar Samuel yang terkejut melihat mamihnya yang berada di mansionnya.


" Dimana wanita itu? " Ujar Mutiara yang sudah tau bahwa Amora selalu bekerja disini menjadi pembantu.


" Gk tau. " Ujar Samuel yang kembali masuk kedalam kamarnya dan membiarkan pintu kamarnya terbuka lebar.


" Kau memberhentikannya? " Mutiara ikut masuk dan duduk di sofa depan ranjang putranya.


Mutiara awalnya sangat kesal melihat putranya memaafkan Amora, tapi setelah dia tau putranya menjadikan wanita itu menjadi babunya membuat Mutiara tersenyum senang. Bukannya dia kejam atau tak punya perasaan, tapi dia benci saja melihat wanita yang hampir membuat nyawa putranya melayang hidup tenang begitu saja dan dia tidak akan membiarkan itu terjadi.


" Hmm. " Samuel hanya berdehem saja sambil memainkan ponselnya.


" Why? " Mutiara terkejut mendengarnya.


" Gak butuh. " Ujar Samuel yang acuh tak acuh.


" Hufft ya sudah, balik lah ke mansion WangYong, Vani sudah pulang dari rumah sakit. " Ujar Mutiara yang setelah mengatakan hal itu langsung berlalu pergi keluar kamar putranya.


Sedangkan Samuel yang tadi hanya berpura-pura memainkan ponselnya langsung meletakkan ponselnya kembali.

__ADS_1


Sejak kepergian Amora dari mansionnya membuat dia tak tenang memikirkan apa yang dia lakukan selama ini pada Amora.


...---------------...


Sedangkan di sisi Amora. Wanita cantik itu tengah merebahkan tubuhnya di atas kasur queen sizenya.


Setelah pulang dari mall, membuat dirinya sangat lelah berlama-lama di mall tersebut. Ditambah lagi dirinya kini sedang berbadan dua.


Tokk ...


Tokk ...


Amora yang baru menutup matanya langsung membuka matanya mendengar ketukan pintu kamarnya. Dirinya pun langsung beranjak bangkit membukakan pintu kamarnya.


Cklek ...


" Lee? " Ujar Amora yang terkejut ternyata yang mengetuk pintunya itu adalah Lee, pria tampan yang sudah dianggapnya sebagai kakaknya sendiri.


Karena usia Lee yang lebih tua darinya membuat dirinya menganggap Lee sebagai kakaknya sendiri. Tapi berbeda dengan Lee yang menganggap Amora lebih dari seorang adik.


Tidak biasanya Lee menampilkan ekspresi datar seperti itu kepadanya dirinya. Biasanya Lee selalu menatap dirinya dengan wajah cerianya.


" Ya baiklah. " Ujar Amora yang langsung menutup pintu kamarnya dan mengikuti Lee menuju ruang kerja pria itu.


Setibanya disana, Lee langsung duduk di kursi kerjanya dan menyuruh Amora duduk di kursi depan meja kerjanya.


" Duduklah. " Ujar Lee yang masih setia menatap Amora dengan datar.


" Ya, katakan apa yang ingin kau katakan Lee. " Ujar Amora dengan menatap Lee dengan penasaran.


" Kau sedang hamil bukan? "


Amora terdiam mendengarnya. Darimana Lee mengetahui dirinya sedang hamil?.


" Ti-tidak. Jangan bercanda Lee, aku sedang tidak di ajak bercanda. " Ujar Amora yang berusaha menutupi kegugupannya.


" Apa wajah ku terlihat sedang bercanda Amora? " Ujar Lee dengan penuh penekanan.

__ADS_1


" Tidak, tapi aku katakan aku juga tidak sedang hamil. " Ujar Amora yang masih mengelak.


" Hahaha, sudahlah Amora. Mau sampai kapan kau terus menyembunyikannya? " Ujar Lee dengan menatap tajam Amora yang kini sedang menundukkan kepalanya.


" Aku sudah tau semuanya Amora. Kau kesini hanya untuk menghindari pria itu bukan? Dan sebelum kau kesini, kau dalam keadaan hamil bukan? " Ujar Lee yang bangkit dan berjalan mengelilingi tubuh Amora yang kini juga ikut berdiri.


" Ya, baiklah aku mengakuinya. Aku sedang hamil anak pria itu dan aku kesini untk menghindarinya dan sekarang apa mau mu Lee? Kau mau mengusir ku dari mansion mu? " Ujar Amora yang kini menatap Lee yang berhenti tepat di hadapannya.


" Kenapa kau tidak mengatakannya sejak awal? " Ujar Lee yang terlihat kecewa mengetahui kebenarannya.


" Aku tidak ingin kau menganggap ku sebagai wanita murahan, yang hamil tanpa seorang suami. " Ujar Amora yang menitikkan air matanya.


Lee langsung membawa Amora kedalam pelukannya. Walaupun di awal dia sangat kecewa mengetahui Amora membohonginya. Tapi dirinya juga tidak bisa menyangkal bahwa dirinya tidak bisa melihat wanita yang di dalam pelukannya menangis.


" Hikss, hikss. Apa sekarang kau akan mengatakan aku wanita murahan? " Ujar Amora yang mendorong tubuh Lee yang berhasil membuat pelukan mereka terlepas.


" Aku tidak mungkin menganggap kau wanita murahan Amora, kalau sejak awal kau mengatakannya aku tidak akan menganggap kau wanita murahan. Aku menyayangi mu. "


Amora terkejut mendengar penyataan Cinta Lee kepada dirinya. Amora kira selama ini Lee menganggap dirinya sebagai adiknya. Tapi ternyata pria di depannya ini memiliki perasaan lebih kepadanya.


" Tidak, kau tidak boleh mencintai ku Lee. Wanita yang sudah tidak suci ini. " Ujar Amora dengan menunduk.


" Aku tidak peduli dengan masalalu Mora, aku akan menerima semua kekurangan mu karena aku menyayangi mu. " Ujar Lee dengan meraih punggung tangan Amora.


" Maaf Lee, aku menganggap mu sebagai kakak ku sendiri tidak lebih. "


Lee refleks melepaskan genggaman tangannya di punggung tangan Amora. Sangat miris bukan, cintanya bertepuk sebelah tangan?, Wanita yang pertama kali membuatnya jatuh cinta malah tidak membalas rasa cintanya.


" It's okay Amora. Mungkin aku yang selama ini terlalu berharap lebih ke kamu. " Ujar Lee dengan tersenyum.


" Sekali lagi maaf Lee, semoga kau mendapatkan wanita yang lebih baik dari diriku. "


Setelah mengatakan itu Amora langsung berlalu pergi meninggalkan Lee yang kini tengah menatap dirinya yang sudah keluar dari ruang kerjanya dengan tatapan sendu.


" Semoga kau bahagia dengan pilihan mu. " Batin Lee dengan sendu.


~Bersambung~

__ADS_1


__ADS_2