Crazy Love

Crazy Love
Episode 23


__ADS_3

Happy Reading :)


^^^


Setelah kepergian Amora. Anjel berusaha membujuk Samuel untuk memaafkan Amora dan membebaskan Amora.


" Sam aunty boleh minta sesuatu kepada mu? " Tanya Anjel membuat Samuel menatap Anjel dengan tatapan bertanya.


" Tentu, selama itu bisa Samuel bantu pasti Sam bantu. " Ujar Samuel.


" Baiklah, aunty cuma minta kau supaya memaafkan Amora dan membebaskannya. Kau- " Belum sempat Anjel menyelesaikannya sudah di potong oleh Samuel.


" Tidak! Aunty boleh minta apapun kecuali itu. " Ujar Samuel dengan tatapan datarnya.


" Tapi Sam, kau tak harus memperlakukan Amora seperti itu dan lagian dia sudah meminta maaf bukan? " Ujar Anjel dengan menatap memohon kepada sepupunya itu.


" Tidak! Sampai kapanpun Sam tidak akan memaafkannya. " Ujar Samuel yang ingin bangkit dari duduknya tapi di tahan oleh Anjel.


" Kenapa? " Ujar Anjel yang kini memasang wajar datarnya.

__ADS_1


" Karena dia pantas untuk mendapatkannya. " Ujar Samuel yang juga memasang wajah datarnya dan meninggalkan keduanya.


Anjel hanya bisa memerhatikan punggung sepupunya itu yang mulai menjauh menaiki anak tangga meninggalkan mereka berdua.


" Aunty tenang saja, nanti Kinara coba ngomong sama Sam. " Ujar Kinara yang berdiri di samping Anjel dengan menyentuh bahu aunty nya itu.


" Baiklah makasih, Kinar. " Ujar Anjel dengan menatap Kinara dengan tersenyum.


" Itu sudah menjadi tugas Kinar aunty, bagaimanapun Kinar juga gak suka Sam memperlakukan Amora seperti itu. " Ujar Kinara dengan membalas tersenyum.


" Baiklah. " Ujar Anjel dengan tersenyum.


Di sisi Amora. Gadis cantik itu sudah selesai menyiapkan air hangat untuk Samuel mandi dan saat dia ingin membuka pintu kamar Samuel, sudah lebih dulu di buka Samuel yang baru tiba.


" Air hangatnya sudah siap tuan, kalau begitu saya permisi. " Ujar Amora yang ingin keluar tapi di tahan oleh Samuel.


Amora yang merasa tangannya di pegang Samuel langsung menoleh menatap Samuel yang kini menarik tangannya dan menutup pintu kamarnya.


" Apa saja yang kau katakan kepada mereka?! " Ujar Samuel dengan menatap tajam Amora.

__ADS_1


" Ti-tidak tuan, saya tidak mengatakan apapun. " Ujar Amora dengan menunduk takut.


" Hmm, iya kah? " Tanya Samuel dengan mencengkram pipi Amora sampai gadis cantik itu mendongak menatapnya.


Samuel bisa melihat tatapan ketakutan dari raut wajah gadis di depannya ini. Entah kenapa melihat ketakutan gadis itu membuat dirinya semakin suka untuk membuat gadis itu menderita penuh ketakutan.


" Ku peringatkan, jangan coba-coba mengatakan kepada siapapun. Atau aku akan membuat hidup mu lebih menderita dari ini, KAU PAHAM!!! " Ujar Samuel yang membentak Amora di akhir kata-katanya.


" Pa-paham tuan. " Ujar Amora dengan menahan kesedihannya.


Amora gak menyangka hidupnya akan seperti ini. Yang dulunya tidak pernah di kasari kini malah merasakannya dan yang dulunya di perlakukan sangat istimewa kini malah di perlakukan dengan sangat rendah.


Andai dia bisa mengulang waktu. Dia tidak akan melewati jalan itu dan dengan itu mungkin dia tidak akan menabrak pria yang berdiri di hadapannya sekarang.


" Good Girl. " Ujar Samuel dengan melepaskan cengkramannya dan menepuk-nepuk pipi kanan Amora dengan seringai nya.


" Pergilah. " Amora yang mendengarnya langsung buru-buru pergi dari kamar terkutuk itu meninggalkan Samuel yang menatapnya dengan senyuman penuh arti.


Mungkin hari-hari berikutnya pria tampan itu akan melakukan hal yang lebih ekstrim lagi kepada gadis itu dan bisa dipastikan hidup gadis itu akan lebih menderita esok dan selamanya.

__ADS_1


~Bersambung~


__ADS_2