
Happy Reading :)
^^^
One Week later
Sudah seminggu dimana Amora tinggal bersama Lee dan juga adiknya. Selama seminggu ini juga Lee berusaha mendekati Amora, dia ingin Amora menjadi miliknya.
Lee dan juga adiknya tidak mengetahui bahwa Amora sedang hamil. Karna Amora masih menjaga rapat-rapat kehamilannya.
Dan begitupun dengan Samuel yang tidak menyerah mencari keberadaan Amora selama seminggu ini. Bahkan pria itu sekarang lebih banyak diam setelah kepergian Amora.
Seperti hari ini Samuel hanya terdiam selesai menghadiri akad nikah Vani dan Ansel. Samuel memilih berdiam diri di ruang tengah sambil melamun memikirkan keberadaan Amora saat ini. Sungguh dirinya sangat merindukan kehadiran Amora di sampingnya.
Biasanya setiap pagi Amora selalu membangunkannya tidur dan mengajaknya untuk sarapan. Tapi sudah seminggu ini dirinya tidak mendengar suara wanita yang di cintainya itu. What, cinta?, Ya dirinya sudah jatuh cinta dengan gadis sabar seperti Amora.
Saat dirinya sedang asik melamun, suara seseorang yang dulunya telah mengisi hatinya berteriak di sampingnya.
" Woyy, melamun aja !!! " Teriak Kinara yang membuat Samuel tersadar dari lamunannya.
Samuel hanya membuang nafas kasar seraya menatap jengah ke arah sepupunya itu sekaligus wanita yang di cintainya dulu.
Sekarang Samuel sudah bisa menghilangkan rasa cinta dan sayangnya kepada Kinara. Karna dia hanya ingin fokus ke satu nama, yaitu Amora.
Wanita yang awalnya amat sangat di bencinya karna telah menabrak lari dirinya. Tapi karna kesabaran Amora yang begitu besar, membuat dirinya yang sangat kasar dan keras kepala akhirnya luluh.
" Kenapa lo? " Ujar Kinara yang duduk di sebelah Samuel.
__ADS_1
" Gak papa, temenin sana cowok lo di luar noh. Nanti di embat cewek lain baru tau rasa. " Ujar Samuel yang sudah mulai mengikhlaskan Kinara dengan sekretaris Rio.
" Santuy, kalau dia benar-benar sayang sama gua. Seberapa genitnya cewek lain yang deketin dia gak bakal berpengaruh. Lo kenapa sihh? Ada masalah cerita lahh. " Ujar Kinara dengan panjang kali lebar menatap Samuel.
Samuel hanya menggelengkan kepalanya bertanda tidak apa-apa.
" Gak papa, gua ke kamar aja ada lo berisik. " Ujar Samuel yang langsung meninggalkan Kinara menuju kamarnya di lantai 2, tanpa memerdulikan tatapan curiga sepupunya itu.
...-----------...
Sedangkan di sisi Amora. Kini wanita cantik itu tengah berada di taman belakang kediaman Lee. Biasanya Amora selalu menghabiskan hari-harinya dengan merangkai bunga, entahlah setelah dia hamil dia lebih suka melakukan hobi barunya itu.
Di tambah Lee dan juga adiknya tidak melarang kegiatan atau hobi barunya itu. Malah keduanya sangat mendukung Amora dengan hobi barunya itu. Kadang-kadang Sasya juga meminta Amora untuk merangkaikan bunga untuk di letakkan di kamarnya.
" KAK AMORA!!! "
Teriakan itu membuat Amora yang tengah asik merangkai bunga harus memberhentikkan kegiatannya itu dan menoleh ke belakang dimana Sasya yang tengah berlari kearahnya.
" Tidak akan kakak! Kakak tau gak?! " Ujar Sasya dengan heboh sambil sesekali mengatur nafasnya yang tersegal-segal akibat berlari.
" Tidak, kenapa kayanya adik kakak ini bahagia sekali? " Ujar Amora yang menatap penasaran ke arah Sasya.
Sudah seminggu ini dirinya dan Sasya sudah sangat dekat. Bahkan setiap Sasya ada masalah, dirinya selalu menceritakan masalahnya kepada Amora tanpa ragu.
Seperti hari ini Sasya menceritakan dirinya yanng habis di tembak oleh Crushnya di depan semua murid di sekolahnya, bahkan para guru juga menontonnya.
" SASYA SENANG BANGET KAK!!! " Teriak Sasya dengan semangat membuat Amora yang melihatnya tersenyum geli.
__ADS_1
Amora bisa melihat tatapan Sasya yang begitu bahagia. Kadang gadis cantik itu tersenyum malu saat menceritakan dirinya yang di tembak di lapangan basket di hadapan semua murid dan guru-guru.
Di tambah lagi Crushnya selama ini adalah seorang ketos, kapten basket dan anak pemilik sekolah tempat Sasya bersekolah.
" Terus kau Terima tidak? " Tanya Amora dengan menatap Sasya yang kini terdiam sendu.
" Ada apa? Kenapa kau sedih gitu, hmm? " Tanya Amora yang telah memberhentikan kegiatannya dan menatap serius ke arah Sasya yang duduk di sebelahnya.
" Huaa, kakak, hikss. Ta-tadi Sasya menolaknya! hikss. "
Amora yang mendengarnya terkejut tidak percaya dengan apa yang dikatakan Sasya. Bukannya gadis itu sudah lama mencintai pria itu secara diam-diam dan kenapa hari ini di saat pria itu menembaknya, dia malah menolak?, Sungguh Aneh.
" Kenapa kau menolaknya, hmm? " Tanya Amora dengan lembut sambil memeluk Sasya yang terus menangis.
" Hikss, aku tidak ingin sahabat ku membenci ku kak, hikss. "
Amora menghela nafas, dia mengerti sekarang. Bahwa sahabat Sasya juga mencintai pria itu. Amora akui Sasya adalah gadis terbaik dan kuat yang merelakan perasaannya untuk sahabatnya.
" Cup, cup, cup. Sudahlah jangan menangis, kau mengambil pilihan yang benar, jika dia jodoh mu pasti Tuhan aku mempersatukan kalian nantinya. " Ujar Amora dengan melepaskan pelukannya dan menghapus air mata yang jatuh di kedua pelupuk mata Sasya.
" Hikss, kakak jangan bilang ke kak Lee ya. Nanti aku bisa di ejeknya. " Ujar Sasya dan diangguki Amora dengan tersenyum.
" Iyaa, kakak janji. Gimana kita ke mall aja, biar kau tidak sedih lagi, mau tidak? " Ujar Amora dan diangguki Sasya dengan antusias.
Amora tersenyum melihatnya. Amora sangat paham betul kalau gadis di depannya ini sangat suka yang namanya berbelanja.
" Kau tunggu sini ya, kakak mau ganti baju dulu. " Sasya mengangguk mengiyakan.
__ADS_1
~Bersambung~
Maaf baru bisa up sekarang, karna kemarin dua hari ada acara keluarga😘 Jangan lupa likenya ya😗 See you.