
Happy Reading :)
^^^
Pagi hari yang cerah di sebuah kamar bernuansa hitam putih. Seorang wanita cantik yang tengah tertidur lelap merasa terusik dengan cahaya matahari yang masuk di sela-sela gorden.
" Shtt, sa-sakit sekali. " Ringis wanita cantik itu yang tak lain ialah Amora.
Amora mengingat semalam Samuel bermain sampai jam satu dini hari. Di tambah lagi laki-laki itu memperlakukannya dengan kasar, membuat **** * serta seluruh tubuhnya sakit.
" Hikss, Ma-mamih. Mora butuh kalian. " Ujar Amora dengan terisak menahan sesak di dadanya.
Ingin sekali dia pergi darisini. Tapi dia harus kemana?, Tidak mungkin dia balik ke apartemennya dengan kondisi seperti ini yang ada kakaknya akan mencurigainya. Dan kalau dia kembali ke negara asalnya, dia masih belum yakin kalau mamih dan papihnya akan menerimanya.
Amora ingat sekali perlakuan mamih nya saat tau dirinya berbuat jahat kepada Kristal. Bahkan mamih nya sampai menampar dirinya dan mengeluarkan kata-kata yang membuat hatinya sakit.
Flashback On
Plakk ...
" Mamih gak nyangka kau sejahat ini Amora!!! " Bentakkan Fiona saat itu.
Sedangkan papih dan kakaknya Harry hanya bisa terdiam menahan rasa kecewa mereka terhadap dirinya.
" Hikss, Mam. Amora bisa jelaskan. " Ucapnya saat itu dengan sampai memohon di bawah kaki mamih nya.
" ENYALAH! MULAI DETIK INI KAU BUKAN LAGI PUTRI KU! KAU HANYA SEORANG PEMBUNUHH!!! "
Jderr ...
Seperti tersambar petir di siang bolong Amora terdiam mematung mendengar perkataan yang keluar dari mulut mamihnya.
__ADS_1
Flashback Off
Pembunuh
Pembunuh
Pembunuh
Kata-kata itu selalu tengiang-ngiang di kepalanya. Di tambah lagi Samuel selalu mengatakan kata-kata yang sama.
" A-apa aku emang pembunuh? " Gumam Amora dengan meremas dadanya yang sangat sakit sekali.
" Kalau begitu, biarkan pembunuh ini menentukan jalannya sendiri. " Ucap Amora yang langsung bangkit dari atas ranjang untuk membersihkan tubuhnya.
...--------------...
Selesai membersihkan tubuhnya. Amora langsung memutuskan untuk turun kebawah. Baru saja dirinya keluar dari dalam kamar Samuel, dia mendengar keributan dari ruang tengah membuat dirinya yang penasaran langsung berjalan menghampiri.
" Kapan kau mau berubah Sam? Mamih gak setuju ya punya mantu modelan kaya ****** ini! " Ucap Mutiara dengan menunjuk-nunjuk gadis cantik di samping Samuel.
" Ck, lagian siapa juga yang mau minta restu sama nenek lampir seperti anda! "
Amora menganga tak percaya melihat gadis cantik itu berani mengatai Mutiara.
Plakk ...
" Jaga ucapan mu ya ******! "
Amora hanya bisa terdiam melihat keributan itu tanpa berniat mencampuri urusan mereka.
" KAU LIHAT?! WANITA SEPERTI INI YANG KAU PILIH?! " Bentak Mutiara dengan menatap penuh kekecewaan terhadap Samuel.
__ADS_1
Mutiara tak percaya putranya menjadi seperti sekarang ini. Yang mempunyai beribu-ribu wanita dan dengan bodoh putranya itu memilih seorang wanita yang modelan nya seperti wanita murahan ini untuk di jadikan istrinya.
Kalau boleh memilih, lebih baik dia memilih gadis pembunuh seperti Amora yang menjadi menantunya daripada gadis murahan itu.
" CUKUP! CUKUP MIH!!! " Teriak Samuel yang sudah sangat jengah mendengar amukan mamih nya itu.
" K-kau membentak mamih? Karna wanita ini kau membentak mamih, Sam?! " Ucap Mutiara tidak menyangka putranya menjadi pria pembangkang.
" Ck, sayang aku muak berada disini. Ayo kita pergi, males aku disini ada nenek lampir. " Ucap gadis tersebut yang tak lain ialah Cecil.
" Sekarang kau pilih Sam, mamih atau DIA?! " Ucap Mutiara dengan menekan kata Dia.
" Ya jelas saya lah nenek lampir, ayo sayang! " Ucap Cecil dengan menarik lengan Samuel agar mengikutinya.
" LEPASKAN! " Sentak Samuel dengan mendorong kasar tubuh Cecil.
" Sa-sam? Kau, mendorong ku? " Ucap Cecil dengan memasang wajah sedihnya.
" PERGI! AKU MUAK MELIHAT MU DAN MULAI DETIK INI KITA PUTUS!!! " Teriak Samuel dengan menatap tajam kearah Cecil yang tengah menatapnya tak percaya.
" Kau tega Sam! Kau membuang ku setelah kau puas menikmati tubuh ku!!! "
Jderr ...
Amora mematung mendengarnya. Tetesan air mata kini jatuh di kedua pelupuk matanya.
" Ja-jadi, bukan dengan ku saja dia melakukan itu? " Batin Amora dengan sendu.
Dia kira Samuel hanya melakukannya dengannya saja. Tapi laki-laki itu ternyata juga sudah melakukannya dengan gadis cantik itu dan apakah masih ada wanita lain lagi?.
~Bersambung~
__ADS_1
Maaf baru up😘 Jangan lupa ya likenya😉