Crazy Love

Crazy Love
Episode 72


__ADS_3

~Happy Reading~


Sebelum atau sesudah membaca biasakan selalu menekan Like, Fav, Rate 5 Bintang, karena semua itu GRATIS loh 😊😗


°°°


Disisi mereka bertujuh. Tengah tiba di kantin rumah sakit.


" Kita beli apa ya? " Tanya Elsa yang melihat beraneka ragam penjual makanan disana.


" Kan lo yang ngajak, tentuin lah. " Ujar Samuel.


" Gua ngajak tadi, biar mommy gua bisa ngobrol sama Amora berdua. Lo gak lihat ekspresi Amora tadi? " Ujar Elsa dengan menatap kesal Samuel.


" Gua rasa Amora punya masalah sama kakaknya, tapi bukannya waktu pertama kali mereka ke mansion baik-baik saja ya? " Ujar Kristal dengan bingung.


" Ya, sebelum Amora nabrak Sam. " Ujar Kinara membuat mereka semua menatap kearahnya.


" Maksudnya? " Tanya Kristal.


" Udah di lanjut nanti, lebih baik kita beli makanan dulu. " Ujar Elsa yang langsung berjalan ke stan makanan burger.


" Lo mau beli burger, El? " Teriak Kinara dan diangguki Elsa sambil berjalan.


" Gua mau bubur aja. " Ujar Kristal yang langsung berjalan ke stan penjual bubur ayam dan Erlan pun mengikutinya.


" Lo berdua mau makan apa? " Tanya Kinara melihat kedua sepupunya Vernon dan Samuel.


" Ikut Elsa. " Ujar Vernon yang langsung mengikuti sepupunya Elsa.


" Sam? " Tanya Kinara dan Samuel langsung berjalan ke penjual bubur, dia juga ingin membelikan bubur ayam untuk wanitanya, karna dia tau bubur rumah sakit hambar.


" Dih dasar playboy cap kaleng. " Ujar Kinara yang mengikuti Elsa dan Vernon, dia lebih memilih sarapan dengan burger.


Setelah selesai membeli sarapan masing-masing. Mereka bertujuh pun kembali ke ruang rawat Amora.

__ADS_1


Cklek ...


" Kalian dah kembali? " Ujar Anjel yang menatap putra, putri dan keponakannya.


" Sudah mom, ini Elsa belikan burger buat mommy. Habisnya di sana gak ada penjual nasi mom. " Ujar Elsa yang memberikan sebungkus burger berukuran jumbo ke mommynya.


" Gak papa sayang, ya sudah kalian makan dulu. Oh ya Sam, kamu suapin Amora ya, daritadi dia gak mau makan buburnya. " Ujar Anjel yang langsung beranjak duduk di sofa panjang sebelah putrinya.


" Bukannya gak mau mon, tapi itu pahit. " Ujar Amora yang sejak tadi terus menolak memakan bubur rumah sakit.


" Makan bubur ini aja, karna aku tau kau pasti tidak suka makan makanan rumah sakit. " Ujar Samuel yang langsung membuka streropom bubur yang di belinya tadi.


" Terimakasih. " Ujar Amora dengan tersenyum.


" Biar aku sendiri saja. " Ujar Amora yang menolak untuk di suapin.


" Sudahlah, biar aku saja. Buka mulut mu. " Amora akhirnya pasrah dan mulai membuka mulutnya menerima suapan pertamanya.


Anjel tersenyun melihat sikap keponakannya yang sudah mulai melembut ke Amora dan semoga saja Samuel bisa memaafkan Amora serta bertanggung jawab.


Malam harinya, Mutiara dan Derel datang ke rumah sakit menjenguk kondisi Amora.


" Bagaimana masih sakit? " Tanya Mutiara yang baru tiba di ruang rawat Amora.


" Sudah lebih membaik nyo-mamih. " Ujar Amora yang belum terbiasa memanggil Mutiara dengan sebutan mamih.


" Syukurlah, mamih seneng dengernya. Oh ya bagaimana, anak itu bikin ulah? " Ujar Mutiara sambil melirik Samuel yang tengah mengobrol dengan Derel di sofa.


" Gak percaya banget sama anaknya sendiri. " Ujar Samuel dengan kesal.


" Gimana mau percaya, kamu bikin ulah mulu. Selalu aja nyakitin Amora, gimana mamih mau percaya. " Ujar Mutiara dengan sinis.


" Ck, gak sadar diri. " Ujar Samuel tidak kalah sinisnya.


" Mamih mah masih mending gak main fisik, lah kamu main fisik. " Ujar Mutiara dengan sinis.

__ADS_1


" Itu lebih parah. " Ujar Samuel tidak mau kalah.


" Sudah-sudah, dua-duanya juga salah. Lain kali mamih sama Sam jangan seperti itu. Kita harus bisa memaafkan kesalahan orang lain dan jangan jadi orang yang pendendam. " Nasehat Derel.


" Iya Pih, Mamih salah. Sayang mamih minta maaf ya atas apa yang selama ini mamih lakukan. " Ujar Mutiara yang tulus meminta maaf.


" Iya Mih, Amora sudah memaafkan mamih. Disini juga Amora salah sudah menabrak tuan Sam dan karna ketakutan Amora malah meninggalkan tuan Sam tanpa bertanggung jawab. " Ujar Amora dengan menunduk merenungi semua kesalahannya yang menyebabkan kakaknya marah besar sampai sekarang.


" Sudah, yang lalu biarkan berlalu. Yang terpenting sekarang kamu dan Sam harus menikah. Mamih gak mau menerima penolakan Sam. " Ujar Mutiara yang melihat putranya ingin protes.


" Tenang saja mih, Sam gak bakal menolak. Justru Sam pengen pernikahan kita dilangsungkan seminggu lagi. " Ujar Samuel membuat Amora, Mutiara dan Derel terkejut.


" Kamu kita ngurusin pernikahan tuh mudah! " Ujar Mutiara dengan kesal.


" Kita juga harus menemui keluarga Amora dan kamu harus meminta maaf ke keluarganya atas apa yang kamu lakukan selama ini ke putri mereka. " Ujar Mutiara membuat Amora terdiam.


Amora masih belum siap menemui keluarganya. Biarkan saja dia yang memberitahukannya sendiri, setelah dia siap.


" Ya sudah, besok saja Sam temuin mereka. " Ujar Samuel dengan santai dan membuat Derel memukul lengannya.


" Tunggu Amora sembuh kita baru kesana. " Ujar Derel dan diangguki Mutiara dengan setuju.


" Tapi lama pih, Sam udah gak sabar. " Protes Samuel.


" Kalau kamu menolak, mamih bakalan mengundur lebih lama lagi, mau kamu?! " Ujar Mutiara dengan galak dan Samuel langsung menggelengkan kepalanya.


" Ya baiklah, Sam ikut saja. " Ujar Samuel dengan lesu.


" Sabar son, semua butuh proses. " Ujar Derel dan diangguki Samuel dengan lesu.


~Bersambung~


Ciee elah ada yang gak sabar nikahin Amora nih🤭 kemarin aja nolak, sekarang pengen buru-buru😒 Dasar Samuel🤭


Likenya jangan lupa ya😘

__ADS_1


__ADS_2