
~Happy Reading~
Sebelum atau sesudah membaca biasakan selalu menekan Like, Fav, Rate 5 Bintang, karena semua itu GRATIS loh 😊😗
°°°
Pagi harinya, Samuel yang tidur diluar ruang rawat Amora. Kini di buat terkejut dengan suara melengking di telinganya, siapa lagi pelakunya kalau bukan Elsa.
" KEBAKARAN!!! "
" AMORA SAYANG CEPET KELUAR KEBAKARAN!!! " Teriak Samuel yang terus menggedor-gedor pintu ruang rawat Amora.
Samuel masih belum mengetahui bahwa dirinya sedang di kerjai sepupunya. Elsa tertawa terbahak-bahak melihat tingkah panik sepupunya.
" HAHAHAHAHA!!! "
Suara tawa itu membuat Samuel sadar bahwa dirinya tengah di kerjai. Dia pun langsung menengok ke belakang dan melihat sepupunya Elsa tengah menertawainya dan bukan hanya Elsa saja, Erlan, Vernon, Kristal, Kinara dan Anjel juga ikut tertawa.
" Amora ceyeng cepet kelual kebakalan. " Ledek Elsa dengan kembali tertawa.
Plakk ...
Samuel memukul bahu Elsa membuat sang pelaku berhenti menertawainya.
" Sakit ogeb. " Ujar Elsa dengan mengelus-elus bahunya yang terkena tamparan.
" Lo ganggu tau gak! " Ujar Samuel dengan ketus.
" Lagian lo ngapain tidur diluar, ohh atau jangan-jangan di usir lo ya sama Amora, Hahaha. " Elsa kembali tertawa membuat Samuel menatap datar kearahnya.
" So tau lo. " Ujar Samuel yang langsung masuk kedalam menemui wanitanya.
Di dalam Amora yang masih tidur ikut terbangun dengan suara teriakan Samuel dari luar dan dia pun menatap ke sekeliling ruangannya, tapi dia tidak menemukan api setiap sudut ruangannya.
" Tuan dimana kebakarannya? Kita harus keluar tuan, sebelum terlambat. " Ujar Amora yang ingin bangun dari brankarnya, langsung di tahan Samuel.
" Tenang mora, gak ada kebakaran. Tadi gua cuma ngerjain Tuan gengsi lo itu. " Ujar Elsa dengan melirik ke arah Samuel.
__ADS_1
" Apa lo! " Ujar Samuel dengan pura-pura galak.
" Apa?! Lo kira gua takut? Emang sih. " Ujar Elsa dengan menciut melihat tatapan tajam Samuel.
Walaupun dia di kenal bar-bar. Tetap saja meluat tatapan lawan bicaranya yang setajam silent membuat nyalinya menciut.
" Hufftt, dikira beneran. " Ujar Amora yang lega mendengar kalau ini hanyalah prank.
" Baru bangun, hmm? " Tanya Samuel dengan merapikan anak rambut Amora yang berantakan.
Amora mengangguk tersenyum. Mulai sekarang dia akan mencoba membuka hatinya untuk menerima Samuel dan Samuel pun mencoba untuk merubah dirinya menjadi lebih baik lagi dan menebus semua kesalahan yang selama ini di perbuatnya.
" Ekhemm, ada yang mulai bucin. " Ujar Kristal dengan terkekeh.
" Gak sabar lihat playboy kita ini bucin akut ke satu cewek. " Ujar Elsa dan diangguki Kristal dan Kinara.
" Bener banget, dan yang pasti cewek itu Amora. Ya gak? " Tanya Kinara ke Elsa dan Kristal.
" True. " Ujar Elsa.
" Bener banget kak, jadi gak sabar lihat Kak Samuel bucin. " Ujar Kristal dengan terkekeh.
" Ck, alay lo. " Ujar Samuel dengan menatap sinis ke arah Elsa.
" Sudah-sudah. Gimana keadaan kamu? Udah lebih membaik? " Tanya Anjel ke Amora.
" Sudah mom. " Ujar Amora dengan tersenyum.
" Semalam Harry kesini? " Tanya Anjel membuat Amora terdiam menundukkan kepalanya.
Anjel yang melihat perubahan Amora secara tiba-tiba membuat dia menyakini bahwa ada masalah diantara keduanya.
" Kris, Nar. Temenin gua yuk beli sarapan, tadi kan kita belum sempet sarapan karna cepet-cepet takut Vani bangun. " Ujar Elsa yang ingin memberikan waktu untuk Mommynya berdua dengan Amora dan lagian mereka juga belum sempat sarapan karna menghindari Vani yang selama terus merengek untuk ikut mereka kesini, padahal wanita itu harus terus beristirahat mengingat sebentar lagi proses persalinannya berlangsung.
" Skuy kak El, aku juga dah laper. " Ujar Kristal dengan memegang perutnya yang sejak tadi berbunyi meminta di isi.
" Kita ikut. " Ujar Erlan mewakili Vernon.
__ADS_1
" Yok lah, Sam lo juga ikut. " Ujar Elsa memberikan kode lewat mata ke Samuel supaya meninggalkan Mommynya dengan Amora.
" Hmm, sayang aku tinggal dulu ya. " Ujar Samuel dengan mengecup kening Amora.
" Ck, bucin. Mom kita pergi dulu ya. " Ujar Elsa dan diangguki Anjel.
" Mora gua tinggal dulu sama yang lain. " Ujar Elsa dan diangguki Amora sambil tersenyum.
Setelah mereka semua pergi. Anjel duduk di bangku samping brankar Amora. Dia menggenggam tangan Amora dan mengelusnya.
" Kenapa? Ada masalah, hmm? " Tanya Anjel.
" Gak ada mom, Amora baik-baik saja. " Ujar Amora dengan tersenyum.
" Tadi semalam Sam buat ulah gak? " Tanya Anjel dan dijawab gelengan kepalanya oleh Amora.
" Syukurlah, kalau anak itu gak buat masalah. Semalam kak Harry kesini ngapain aja? " Tanya Anjel.
" Cuma nanyain keadaan Amora, oh ya mom. Amora boleh minta sesuatu sama mommy? " Tanya Amora dan diangguki Anjel dengan tersenyum.
" Tentu boleh sayang, putri mommy mau minta apa, hmm? " Tanya Anjel yang sudah menganggap Amora dan Harry seperti anaknya sendiri.
" Jangan kasih tau kak Harry, papih sama mamih kalau Amora hamil. " Ujar Amora dengan menundukkan kepalanya.
" Kenapa? Mereka berhak tau, bahwa putri dan adiknya sedang hamil dan itu anak Samuel. " Ujar Anjel dan Amora langsung menggelengkan kepalanya.
" Gak mom, mereka gak boleh tau. Biarin aja mereka anggap Amora disini sekolah. Plis ya mom, Amora mohon jangan kasih tau. " Ujar Amora dengan menyatukan kedua tangannya di depan dada.
" Huhh, baiklah. Tapi jangan salahkan mommy kalau mereka tau dari orang lain dan akan lebih kecewa lagi sama kamu. " Ujar Anjel membuat Amora terdiam.
" Gak papa, lagian mereka juga gak akan peduli sama Amora. Mereka udah terlanjur kecewa sama Amora. " Ujar Amora dengan menunduk sambil menitikkan air matanya.
" Siapa bilang? Mereka peduli sama kamu sayang, sampe kamu hilang aja, kak Harry stres nyariin kamu. " Ujar Anjel yang ingin keponakannya tau betapa sayangnya Harry ke dia.
" Dia kaya gitu supaya mamih dan papih gak marah ke dia mom, sudahlah. Amora lebih seneng begini. " Ujar Amora dengan tersenyum walaupun di dalam hatinya sakit mengingat kedua orang tuanya yang mengusir dirinya dari rumah dan mengasingkan dirinya seorang diri disini dan sikap kakaknya yang berubah.
~Bersambung~
__ADS_1
Likenya jangan lupa😘