Crazy Love

Crazy Love
Episode 40


__ADS_3

Happy Reading :)


^^^


Takk ...


Takk ...


Suara langkah kaki Samuel menuruni anak tangga menuju dapur dan sesampainya di dapur, Samuel mulai membuatkan teh hangat buat Amora.


" Tuan sedang apa? " Ujar Bi Yati yang terkejut mendapati kehadiran tuan mudanya di dapur.


" Bikin teh hangat buat Amora. " Ujar Samuel yang masih melanjutkan pekerjaannya itu.


" Biar saya saja tuan, tuan tunggu di kamar saja nanti bibi bawakan teh nya. " Ujar Bi Yati dengan menunduk hormat.


" Tidak perlu, biar saya saja. Bibi lanjutkan saja pekerjaan bibi. " Ujar Samuel yang mulai menuangkan air panasnya kedalam cangkir.


" Baik tuan, kalau begitu saya permisi. " Samuel mengangguk mengiyakan dan setelah selesai Samuel pun kembali menaiki anak tangga menuju kamarnya.


Cklek ...


Saat membuka pintu kamarnya. Samuel terkejut tidak mendapati kehadiran Amora disana.


" Dimana wanita itu? " Batin Samuel yang berjalan menuju ranjang dan meletakkan cangkir teh tersebut di atas nakas samping tempat tidurnya.


" AMORA!!! " Teriak Samuel yang mencari-cari keberadaan Amora di dalam kamarnya.


" Apa dia ada di kamar mandi? " Ujar Samuel yang tidak mendapati kehadiran Amora di ruang wardrobenya.


Cklekk ...


" AMORA!!! " Teriak Samuel dengan terkejut mendapati Amora yang tengah tergeletak di lantai kamar mandi.

__ADS_1


" Heyy! bangunlah, Amora. " Ujar Samuel yang menepuk nepuk pipi Amora dengan lembut.


" Sial! BI YATI!!! " Teriak Samuel sambil mengendong tubuh Amora ala bridal style.


Samuel meletakkan tubuh Amora dengan hati-hati di tempat tidurnya dan tidak lama kemudian Bi Yati dengan nafas tersenggal-senggalnya memasuki kamar tuan mudanya.


" Ada apa tuan? " Ujar Bi Yati yang masih mengatur nafasnya dan belum menyadari Amora yang tengah pingsan.


" Panggilkan dokter, suruh dia datang dalam waktu 10 menit. " Ujar Samuel dengan menyelimuti tubuh Amora.


" ASTAGA NONA!!! " Teriak Bi Yati terkejut mendapati keadaan nona mudanya yang sangat pucat.


" Cepetan bi!!! " Ujar Samuel dengan menatap datar ke arah Bi Yati.


" I-iya tuan, maaf tuan jika saya tidak sopan tadi. " Ujar Bi Yati yang membungkukkan badannya sebelum pergi dari kamar Samuel.


" Sebenarnya ada apa dengan mu? " Ujar Samuel dengan mengelus-ngelus pucuk kepala Amora dengan cemas.


Cklek ...


" Sam! Ada apa dengan Amora?! " Ujar Anjel yang menghampiri Samuel yang tengah duduk di tepi ranjang.


" Aunty? Ada apa aunty kemari? " Ujar Samuel yang bangkit dan menatap Anjel yang berdiri di sampingnya.


" Aunty hanya pengen ketemu Amora, ada apa dengan Amora, Sam? Kenapa dia pucat gini? " Ujar Anjel dengan khawatir.


" Sa- " Belum sempat menjelaskan kepada Anjel, suara Amora mengejutkan mereka berdua.


" Mo-mommy. " Ujar Amora dengan lemah.


" Sayang, akhirnya kau sadar juga. Ada apa dengan mu, hmm? Mana yang sakit? Kasih tau mommy. " Ujar Anjel dengan beruntun.


" Amora baik-baik saja, Mom. " Ujar Amora dengan tersenyum.

__ADS_1


Tokk ...


Tokk ...


" MASUK!!! " Teriak Samuel menyuruh orang tersebut masuk.


Cklek ...


" Silahkan dokter. " Ujar Bi Yati yang membuka pintu kamar Samuel dan mempersilahkan dokter tersebut masuk.


" Ya, terimakasih. " Dokter perempuan tersebut pun masuk kedalam.


Amora yang melihatnya terkejut dan begitupun dengan dokter tersebut yang tidak lain ialah Kinara.


" Maaf lama, tuan, nyonya. " Ujar Kinara dengan sopan.


" Tidak apa dok, silahkan di periksa. " Ujar Anjel yang berdiri sedikit menjauh agar dokter tersebut leluasa memeriksa kondisi Amora dan begitupun dengan Samuel.


Amora memberikan kode ke dokter Kinara supaya merahasiakan tentang kehamilannya dan Kinara pun seakan paham dengan gerakkan mata Amora dan membalas tersenyum.


" Bagaimana dok? " Ujar Anjel yang melihat dokter tersebut sudah selesai memeriksa kondisi Amora.


" Pasien baik-baik saja, dia hanya kelelahan dan membutuhkan istirahat yang cukup. " Ujar Dokter Kinara membuat Amora tersenyum lega, karena Dokter Kinara merahasiakan kehamilannya.


" Syukurlah, terimakasih dokter. " Ujar Anjel yang bisa bernafas lega mendengar Amora baik-baik saja.


" Sudah tugas saya nyonya, kalau begitu saya permisi. " Ujar Dokter Kinara dengan menatap keduanya.


" Mari saya antarkan dokter. " Ujar Bi Yati dan diangguki dokter Kinara.


~Bersambung~


Likenya jangan lupa ya๐Ÿ˜˜

__ADS_1


__ADS_2