
~Happy Reading~
Sebelum atau sesudah membaca biasakan selalu menekan Like, Fav, Rate 5 Bintang, karena semua itu GRATIS loh ππ
°°°
Pagi harinya. Samuel sudah siap dengan pakaian santainya, kaos panjang berwarna hitam dengan di padukan celana jeans hitam dan sepatu sneaker berwarna putih.
Sedangkan Amora yang sudah siap sejak tadi memilih untuk menyiapkan sarapan. Selama dirinya kabur dari Samuel, dia bisa memasak sedikit-sedikit tidak seperti dulu yang sama sekali tidak bisa.
Amora kali ini mengenakan baju lengan panjang dengan celana jeans berwarna biru dongker dan sepatu sneaker dengan warna yang sama dengan Samuel.
Sampai dia selesai membuat nasi goreng dan di letakkannya di meja makan. Samuel baru turun dari kamarnya dan berjalan menghampiri Amora yang tengah menata makanan.
" Kau masak? " Tanya Samuel yang menarik kursi makan yang biasa dia duduki.
" Iya tuan, tapi maaf saya cuma bisa masak ini. " Ujar Amora dengan menundukkan kepala.
Samuel menatap ke meja makan yang sudah ada nasi goreng dan ayam goreng.
" Seharusnya kau tidak perlu masak, kita bisa sarapan di luar. " Ujar Samuel yang langsung mengambil piringnya dan menyendok nasi goreng itu ke piringnya.
" Maaf tuan. " Ujar Amora yang masih setia berdiri sambil menundukkan kepalanya.
" Ya sudah, tunggu apa lagi? Duduk, makan. " Ujar Samuel yang langsung menyuapkan sesendok nasi goreng itu ke dalam mulutnya.
Amora langsung duduk di bangku sebelah Samuel dan mulai menyendokkan nasi goreng buatannya ke piringnya.
" Enak, belajar dari mana dia. " Batin Samuel yang mengingat dulu saat dia menyuruh Amora menyiapkan makanan untuknya rasanya itu benar-benar kacau, terlalu asin.
" Tidak enak ya tuan? " Tanya Amora yang meluat Samuel diam setelah memakan makanannya.
__ADS_1
" Hmm, lumayan. " Ujar Samuel yang kembali memakan makanannya dan dia mengambil sepotong ayam goreng kedalam piringnya dan Amora.
" Makan yang banyak, kau terlihat kurus. " Ujar Samuel yang kembali sibuk dengan makanannya.
Amora diam-diam tersenyum melihat Samuel yang diam-diam perhatian kepadanya. Tapi itu semua tidak bisa membuat dirinya melupakan perlakuan pria itu kepadanya dulu.
" Ingat, disana jangan buat masalah. Cukup duduk dan diam. " Ujar Samuel menatap Amora yang tengah memakan makanannya.
" I-iya tuan. " Ujar Amora menganggukkan kepalanya, lagian dia berniat untuk kumpul bersama keluarga tuannya itu.
Dia masih ingat perlakuan ibu tuannya itu yang sangat tidak suka dengan kehadirannya. Dia mengerti kenapa ibu tuannya itu sangat membencinya. Siapa sih orang tua yang tidak marah dan benci kepada orang yang menyakiti anaknya.
" Jangan diam aja, cepat habiskan makanan mu. " Ujar Samuel yang sudah menghabiskan makanannya.
Amora langsung cepat-cepat menghabiskan sarapannya.
" Kita berangkat. " Ujar Samuel yang melihat Amora yang sudah selesai menghabiskan makanannya dan pergi duluan disusul Amora di belakangnya.
...-----------------------...
Amora Pov
Sampai aku melihat keluarga Samuel yang tengah duduk di bawah pohon rindang yang tengah asik mengobrol.
Samuel langsung menarik tangan ku mendekati mereka semua. Jujur aku gugup bertemu dengan mereka.
Setibanya kita disana. Kita di sambut Nyonya Mutiara yang tengah menatap kita, lebih tepatnya ke arah putranya.
" Maaf lama. " Ujar Samuel yang mulai menyalami semua yang ada disana.
Aku juga mulai menyalami mereka semua. Tapi saat aku ingin bersalaman dengan ibu Samuel, dia langsung berdiri dan menjauh dari ku dan membuat aku tidak jadi mencium tangannya.
__ADS_1
Aku menghela nafas, aku sangat mengerti dengan sikap nyonya Mutiara kepada ku. Sampai suara mommy Anjel memanggil ku, membuat aku langsung menghampirinya.
" I-iya mom. " Ujar ku dengan berusaha tetap tersenyum, walaupun di dalam hati aku sedih melihat nyonya Mutiara masih membenci ku.
Aku duduk di sebelah Mommy Anjel dan Tuan Samuel juga duduk di sebelah ku, karna hanya di sebelah ku saja yang masih kosong.
" kau sudah makan nak? " Ujar Nyonya Stella, ibu dari Vernon dan Vani menanyai ku.
" Sudah nyonya. " Ujar ku dengan tersenyum.
" Panggil saja mama, sama seperti Vani dan Vernon. " Ujar dirinya dengan tersenyum.
Aku sedikit tersenyum melihat masih ada yang baik dan menerima kehadiran diriku.
" Baik, nya- mama. " Ujar ku dengan canggung.
" Nah kalau gitu kan bagus dengernya. " Ujar nya dan aku pun hanya tersenyum.
Aku sadar Tuan Samuel tengah menatap ku. Tapi aku berpura-pura tidak melihatnya. Apalagi saat melihat tatapan kesal di wajahnya dan itu makin membuat ku berpura-pura tidak melihatnya.
Aku aku terus terdiam memandang lurus kedepan. Menatap keluarga kecil di depannya yang tengah piknik. Aku jadi merindukan keluarga ku.
" Nah itu mereka datang. " Aku tersadari dari lamunan ku saat mendengar penuturan Nyonya Stella.
Aku menoleh ke samping dan melihat kehadiran Vani bersama dengan suaminya.
" Cepat sekali mereka. " Ujar mommy Anjel dan Aku masih terus diam. Karna aku mengingat perkataan Tuan Samuel yang menyuruh ku untuk duduk dan diam saja.
Sampai aku mendengarkan perdebatan Nyonya Liana dengan suaminya. Aku hanya bisa tersenyum melihat kedekatan mereka semua disana. Hah, aku jadi kangen keluarga ku.
Amora Pov End
__ADS_1
~Bersambung~
Likenya jangan lupa yaπ