
~Happy Reading~
Sebelum atau sesudah membaca biasakan selalu menekan Like, Fav, Rate 5 Bintang, karena semua itu GRATIS loh ππ
°°°
Malam harinya, Amora terbangun dari tidur siangnya yang cukup nyenyak. Entahlah apa yang buat dia tertidur nyenyak di dalam dekapan Samuel.
Amora mulai meraba-raba di sebelahnya, saat tidak mendapati Samuel yang tidak memeluknya lagi. Saat dia meraba dan tidak menemukan Samuel di sampingnya, dia langsung terbangun dan menatap ke sekeliling kamar yang sepi.
" Kemana dia? " Ujar Amora dengan bertanya-tanya.
" Kau ini kenapa Amora malah mencari dia? Lagian bagus kalau dia gak ada disini, kesempatan buat kabur jadi lebih gampang. " Ujar Amora dengan mengangguk tersenyum.
Dia langsung beranjak dari tempat tidur dan berjalan menuju pintu yang terhubung dengan balkon.
" Aishh, kenapa di tutup sihh. " Ujar Amora dengan mengumpat kesal.
" Kau sedang apa sayang? "
Suara dari arah belakang membuat Amora terkejut dan mematung terdiam di depan pintu. Dia tidak berani untuk menengok menatap seseorang di belakangnya yang sudah dapat di pastikan kalau itu adalah Samuel.
" Mau kabur, hmm? " Ujar Samuel yang sudah berada di belakang Amora dan memeluk tubuh Amora dari belakang.
" Ti-tidak, a-aku hanya mencari udara segar. " Ujar Amora dengan gugup.
__ADS_1
" Aku tidak suka di bohongi, kau tau itu bukan sayang? " Ujar Samuel dengan mengigit pelan daun telinga Amora.
" Aww, sakit. " Ujar Amora dengan melepaskan paksa pelukan Samuel dan menatap Samuel dengan tajam.
" Hukuman setiap kau berbohong, ayo kita makan. " Ujar Samuel menarik tangan Amora dengan lembut menuruni anak tangga menuju meja makan.
Amora hanya pasrah dan mengikuti langkah kaki Samuel yang membawanya turun tangga menuju meja makan.
" Duduklah. " Samuel menarik kursi untuk di duduki Amora.
Tanpa menjawab, Amora langsung duduk di kursi yang di tarik Samuel tadi dan Samuel menarik kursi di sebelah Amora untuk dirinya.
" Kau mau makan apa sayang? " Tanya Samuel sambil menyendokkan nasi ke piring Amora dan dirinya.
Amora yang diperlakukan sangat berbeda itu terdiam merasa aneh dengan tuannya yang biasanya selalu kasar kepadanya.
" A-apa saja, seterah tuan. " Ujar Amora dengan gugup saat tangannya di genggam.
" Hmm, baiklah. Kau tidak alergi udang kan? " Amora menggelengkan kepalanya dan Samuel langsung menyendokkan udang saus tiram ke piring Amora.
" Mau apa lagi? " Ujar Samuel dengan menatap Amora.
" Su-sudah, i-itu saja. " Ujar Amora dengan gugup, karna tidak biasa di perlakukan seperti ini oleh Samuel.
" Tidak-tidak. Kau harus makan banyak sayang, hmm cumi bakar mau? " Tanya Samuel kembali sambil menatap piring yang berisikan Cumi bakar.
__ADS_1
Amora hanya mengangguk dan Samuel pun langsung mengambil Cumi bakar itu dan memindahkannya ke piring Amora.
" Sayurnya mau apa sayang? " Tanya Samuel kembali yang menatap aneka menu sayuran di atas meja makannya.
" I-itu aja. " Ujar Amora dengan menunjuk mangkuk besar berisi Sop ayam.
Samuel langsung mengambilnya dan menyendokkan sop ayam itu ke dalam mangkuk kecil.
" Sudah ini saja? " Tanya Samuel kembali dan diangguki Amora.
" Kau tidak mau gurame bakar? " Amora menggelengkan kepalanya.
" Ya sudah dimakan. " Ujar Samuel yang mengambil gurame bakar untuk dirinya dan dia pun kembali duduk.
" Tuan makan itu saja? " Tanya Amora menatap piring Samuel yang hanya ada nasi dan sepotong gurame bakar saja.
" Iyaa, kenapa sayang? Apa kau mau ini juga? " Tanya Samuel dengan tersenyum manis.
" Ti-tidak, ini sudah cukup. " Ujar Amora menatap piringnya yang penuh dengan Cumi dan udang yang begitu banyak.
Sepertinya Samuel sengaja memberikan Cumi dan udang yang begitu banyak di piringnya.
" Ya sudah, ayo makan. " Amora mengangguk dan mereka berdua pun makan bersama dengan suasana yang hening dan hanya terdengar suara sendok yang beradu dengan piring.
~Bersambung~
__ADS_1
Biar cepet tamatnya:v