
Happy Reading :)
^^^
Sebelum atau sesudah membaca biasakan selalu menekan Like, Fav, Rate 5 Bintang, karena semua itu GRATIS loh😊😗
°°°
Malam hari di mansion keluarga WangYong, kini semua orang tengah berkumpul menikmati makan malam bersama untuk kepulangan Vani dari rumah sakit dan begitupun dengan Samuel yang juga turut hadir di tengah-tengah mereka. Walaupun dirinya menolak untuk hadir, atas desakan Mutiara membuat dirinya mau tak mau menghadiri perjamuan makan malam tersebut.
" Oh ya Sam, dimana Amora? Sudah seminggu lebih dia tak kunjung kemari. " Ujar Kinara disaat mereka sudah selesai makan malamnya.
Samuel yang mendengarnya terdiam, dia bingung mau menjawab apa kepada sepupunya itu. Karena dia pun tak tau kemana perginya wanita itu.
" Gak tau. " Ujar Samuel dengan tatapan datarnya dan langsung pergi begitu saja dari mansion tersebut.
Sejak kepergian Amora membuat sikap Samuel yang tadinya ceria, humoris dan hangat berubah menjadi pria yang datar dan dingin ke semua orang termasuk keluarganya.
Mereka yang melihatnya saling berpandangan satu sama lain melihat perubahan sikap Samuel yang sangat berubah drastis tidak seperti biasanya.
" Kenapa dia berubah seperti kalian? " Ujar spontan Kristal yang melirik Erlan dan Vernon.
__ADS_1
" Mungkin otaknya kebentur. " Ujar Vani yang juga tak percaya melihat perubahan kakak sepupunya.
" Sudahlah biarkan saja, ku rasa mereka berdua ada masalah. " Ujar Kinara yang ingin membiarkan Samuel menyelesaikan masalahnya sendiri.
" Nahh bener, Kalau begitu kita ke kamar duluan ya mau istirahat. " Ujar Vani yang akhir-akhir ini merasa tubuhnya sangat cepat lelah.
" Baiklah. " Ujar para wanita-wanita cantik dan yang lainnya hanya mengangguk.
Vani berjalan kembali ke kamarnya dengan bantuan Ansel pastinya, karena pria tampan itu sangat posesif sejak Vani masuk ke rumah sakit dan tak membiarkan Vani pergi sendirian.
" Anak itu posesif sekali. " Ujar Liana yang menggelengkan kepalanya melihat sikap ke posesifan putranya.
" Itu wajar tandanya putra kita sayang sama menantu. " Ujar Davidto yang baginya itu biasa saja.
" Hehehe gak papa sayang, itu tanda kasih sayang. " Ujar Davidto yang membuat Liana jengah mendengarnya.
Berbeda dengan yang lainnya hanya tersenyum menanggapinya, mereka juga setuju sikap posesif yang di tunjukkan pasangan mereka itu tanda kasih sayang, tapi balik lagi ke diri kita sendiri gimana menanggapinya. Kadang ada orang yang suka di posesifin dan ada yang gak suka di posesifin.
...-----------------...
Sedangkan di negara berbeda tepatnya di mansion pribadi Lee. Mereka bertiga tengah menikmati makan malam dengan tenang hanya terdengar bunyi sendok dan garpu yang saling beradu.
__ADS_1
" Kak besok temenin Sasya lagi ya. " Ujar Sasya yang membuka pembicaraan di meja makan.
Gadis cantik itu lupa dengan peraturan yang di meja makan membuat Lee menatapnya dengan tajam.
" Sasya apa kau lupa dengan peraturannya? " Ujar Lee dengan dingin dan tatapan tajamnya.
" Ma-maaf kakak. " Ujar Sasya dengan menunduk.
" Habiskan! Dan jangan di ulangi! " Ujar Lee dengan tegas.
Sasya hanya mengangguk dan kembali makan. Amora yang melihatnya menjadi kasihan.
" Nanti ke kamar kakak ya. " Bisik Amora yang membuat Sasya mendongak menatapnya.
" Baik kak. " Bisik Sasya dengan tersenyum.
Lee yang melihat kedekatan antara adiknya itu dengan Amora hanya bisa tersenyum. Baru kali ini adiknya bisa menerima kehadiran orang lain. Biasanya adiknya itu tidak suka jika ada orang lain yang mendekatinya bahkan tinggal di mansion pribadinya dan itu yang membuat Lee takut adiknya marah saat dia membawa Amora.
Tapi semua dugaannya salah. Adiknya itu bisa menerima kehadiran Amora disini dan bahkan adiknya itu sangat dekat dengan Amora.
Ya, walaupun dia tidak bisa memiliki Amora. Setidaknya dia bisa dekat dengan Amora sebagai seorang teman atau kakaknya.
__ADS_1
~Bersambung~