Crazy Love

Crazy Love
Episode 80


__ADS_3

~Happy Reading~


Sebelum atau sesudah membaca biasakan selalu menekan Like, Fav, Rate 5 Bintang, karena semua itu GRATIS loh πŸ˜ŠπŸ˜—


°°°


Di dalam kamar bernuansa white. Amora baru saja bangun dari tidur siangnya. Dilihatnya jam dinding menunjukkan pukul delapan malam.


" Astaga, lama sekali aku tidur. " Ujar Amora yang langsung bangkit dari tempat tidur dan berjalan ke wastafel untuk mencuci mukanya.


Setelah selesai mencuci mukanya. Amora langsung berjalan keluar kamar. Dia ingin membantu menyiapkan makan malam.


Tidak lama setelah Amora keluar dari dalam kamar. Samuel mulai ikut terbangun dari tidurnya. Diraba-rabanya kasur disebelahnya, dimana tempat Amora tidur lagi dan saat merasakan di sebelahnya kosong, Samuel langsung membuka matanya dan terlonjak kaget tidak mendapati Amora disana.


" AMORA!!! " Teriak Samuel panik dan langsung beranjak dari kasur.


Samuel berjalan keluar mencari-cari keberadaan Amora dengan terus berteriak memanggil-manggil nama Amora, membuat semua orang yang ada di ruang tengah sambil mengobrol dengan tamu dibuat terkejut.


" SAMUEL!!! " Teriak Mutiara mencoba menyadarkan putranya bahwa disana ada orang lain atau lebih tepatnya kedua orang tua Amora.


Setelah sampai di Tiongkok. Mereka berdua memutuskan untuk ke apartemen putrinya, tapi sesampainya mereka disana, apartemen putrinya kosong dan akhirnya Fiola memutuskan untuk menghubungi Anjel, siapa tau putri mereka sedang bersama dengannya dan Anjel menyuruh mereka datang kesini untuk bertemu putri mereka.


" Apa sih mih! " Kesel Samuel menatap mamihnya.


Samuel juga dibuat terkejut melihat kehadiran wanitanya yang berdiri di depannya sambil menundukkan kepalanya.


" Sayang ternyata kamu disini, kenapa gak bangunin aku, hmm? " Tanya Samuel sambil memeluk Amora dari belakang.

__ADS_1


Samuel tidak menyadari bahwa ada satu pasang mata yang menatap dirinya dengan tajam dan satu pasang mata lagi yang menatap dirinya dengan penuh tanda tanya.


" Lepaskan tangan anda dari putri saya! " Ujar Banu yang bangkit dari duduknya dan menepis tangan Samuel yang memeluk pinggang putrinya.


Banu langsung menarik Amora untuk berada dibelakang punggungnya. Banu menatap tajam Samuel yang kini menatapnya dengan datar.


" Ck, siapa anda mengatur saya? " Ujar Samuel yang mencoba menyentuh Amora tapi lebih dulu ditepis oleh Banu.


" Kamu gak denger? Saya bilang jauhkan tangan ada dari PUTRI saya. " Ujar Banu dengan menekan kata putri.


" Ck, sejak kapan calon istri saya mempunyai orang tua? " Tanya Samuel berkata jujur, bahwa selama ini yang dia tau Amora tinggal berdua dengan kakaknya.


" Sudah-sudah, ayo duduk dulu. Kita bicarakan baik-baik. " Ujar Anjel mencoba menengahi.


" Pih, duduk. " Ujar Fiola menyuruh suaminya duduk kembali disebelahnya.


Banu menghela nafas dan menarik Amora untuk duduk disebelahnya. Dia tidak ingin putrinya di pegang-pegang oleh laki-laki yang bukan muhrimnya apalagi yang tidak di kenal.


" Mih. " Ujar Samuel menatap mamihnya dengan kesal.


" Duduk diam. " Ujar Mutiara dengan tatapan tajamnya.


" Huhh, menyebalkan. " Gumam Samuel dengan menggerutu kesal.


Setelah semuanya duduk dengan tenang. Banu mulai angkat bicara.


" Maaf sebelumnya saya ingin bertanya, kenapa Amora bisa tinggal disini? " Tanya Banu sambil menatap Anjel.

__ADS_1


" Ceritanya panjang, intinya Amora lebih aman tingal disini, daripada tinggal di apartnya sendiri dan terus-terusan mendengar perkataan pedas Harry. " Ujar Anjel membuat Banu dan Fiola bingung.


" Maksudnya gimana, Njel? " Tanya Fiola.


" Ceritanya panjang, intinya perilaku Harry selama ini sudah keterlaluan ke Amora, emang dia tidak melukai fisik Amora, tapi dia melukai batinnya. " Ujar Anjel yang tambah membuat Banu dan Fiola bingung.


" Kenapa dengan anak itu? Kenapa dia melukai perasaan Amora? Ada apa sebenarnya? " Ujar Banu.


" Itulah jika kalian tidak pernah mengontrol kondisi putri kalian disini, kalian hanya mementingkan ego kalian masing-masing. " Ujar Anjel membuat Banu dan Fiola terdiam.


" Kita melakukan itu agar Amora bisa berubah dan tidak melakukan hal yang sama seperti dia melukai Kristal dulu. " Ujar Fiola membuat Amora menunduk menahan sesak di dadanya dan meremas jari-jari tangannya.


" Dia pantas di usir, agar dia bisa berpikir jernih setiap dia ingin melakukan sesuatu. Kita juga ingin dia menjadi anak yang mandiri, tidak mengandalkan kekayaan dan kuasa orang tuanya. " Ujar Banu dan diangguki setuju oleh Fiola.


" Tapi apa kalian pernah berpikir bagaimana perasaannya disaat kedua orang tuanya mengusir dirinya? Seharusnya kalian menasehati dia bukan malah mengusir dia dan mengasingkan dia disini. " Ujar Anjel yang lagi-lagi membuat Banu dan Fiola terdiam.


" Bukannya itu keinginan mu, njel? Kau ingin supaya Amora menjauh dari Kristal dan membuat Amora menyesali perbuatannya? " Ujar Fiola.


" Ya, emang dulu aku ingin Amora menyesali perbuatannya dan menjauh dari Kristal. Tapi bukannya Kristal dan Amora sudah menjauh? Aku sengaja membawa Kristal kesini supaya menjauh dari Amora, tapi kenapa malah kalian yang mengambil keputusan mengasingkan Amora disini? " Jeda Anjel sambil menatap Fiola.


" Aku ingin Amora menyesali perbuatannya bukan dengan cara kalian mengasingkan dia, tapi yang aku inginkan kalian lebih meluangkan waktu untuk mendidik dia. Lagian bukannya ini kesalahan kalian juga? yang tidak ada waktu untuk keduanya? Kalian malah memberikan anak kalian dengan materi-materi, jadi jangan salahkan jika anak kalian memilih jalan yang salah, karna itu kesalahan kalian yang tidak pernah ada waktu untuk mendidik mereka. "


Perkataan Anjel membuat Fania dan Banu menunduk merenungi kesalahan mereka. Emang iya mereka tidak ada waktu kedua anaknya, karna mereka pikir dengan uang yang mereka berikan sudah cukup membuat kedua anaknya hidup bahagia.


Tapi ternyata dugaan mereka salah. Amora menjadi seperti dulu karna kurangnya perhatian mereka dan saat Anjel datang memberikan mereka kasih sayang, membuat keduanya nyaman dan datanglah Kristal yang membuat Amora merasa jengkel melihat kasih sayang Anjel yang dulu dia berikan kepadanya dengan sepenuhnya malah terbagi ke Kristal. Hal itulah yang membuat Amora gelap mata ingin menyingkirkan Kristal, agar kasih sayang Anjel bisa kembali lagi sepenuhnya kepada dirinya.


~Bersambung~

__ADS_1


Jadi disini siapa yang salah ya?πŸ€” Yuk komenπŸ˜ŠπŸ‘‡


Likenya jangan lupa ya😘


__ADS_2