Crazy Love

Crazy Love
Episode 85


__ADS_3

One week later ...


Hari ini adalah hari yang ditunggu-tunggu kedua pasangan kekasih yang sebentar lagi akan resmi menjadi pasangan suami istri.


Di gedung mewah ini semua orang telah berdatangan menghadiri prosesi akad nikah yang akan berlangsung beberapa menit lagi.


Amora yang sudah siap di dandani kini tengah duduk terdiam di depan meja rias. Di pandangi wajahnya yang sudah terpoles oleh makeup itu. Ada perasaan gugup, cemas dan senang. Gugup karna sebentar lagi dia akan menjadi istri seorang pria yang membenci dirinya selama ini, cemas karna memikirkan prosesi akad nikah nanti dan senang karna hari yang dia tunggu-tunggu akhirnya tiba.


Cklek ...


Pintu ruang rias pengantin wanita terbuka. Masuklah Fiola bersama suami dan putranya. Mereka sudah mengenakan jas dan kebaya seragaman.


" Anak mamih cantik banget. " Ujar Fiola memandangi wajah putrinya dari kaca meja rias.


" Mamih bisa aja, btw rombongan kak Sam dah datang mih? " Tanya Amora.


Seminggu ini Samuel mencoba melakukan pendekatan dengan Amora. Dia ingin setelah menikah nanti mereka tidak canggung lagi dan Samuel juga meminta Amora untuk tidak memanggil dirinya dengan sebutan Tuan dan Akhirnya Amora memutuskan untuk memanggil Samuel dengan sebutan kakak, karna umur Samuel yang jauh lebih tua darinya.


" Sudah, makanya mamih kesini. Kamu udah siap sayang? " Tanya Fiola dan diangguki Amora.


" Papih gak nyangka gadis kecil papih sebentar lagi menjadi istri orang. " Ujar Banu dengan tersenyum haru.


Dia melewatkan begitu banyak waktu untuk bersama putrinya. Kini dia tidak bisa menggantikan waktu kebersamaannya dengan putrinya. Andai dia bisa memutarkan waktu, dia ingin kembali ke masalalu untuk menikmati masa-masa kebersamaan dia dengan putri kecilnya.


" Papih jangan sedih, nanti Mora ikutan sedih. " Ujar Amora yang sudah berdiri di depan papihnya.


" Tidak, papih gak sedih. Papih bahagia bisa lihat pernikahan putri kecil papih. " Ujar Banu dengan tersenyum.


Amora langsung berhambur memeluk Banu. Dia akan merindukan sikap posesif, cerewet papihnya itu. Ya, walaupun dia baru seminggu ini merasakan kasih sayang papihnya, tapi nanti dia akan merindukan itu semua.


" Amora sayang papih. " Ujar Amora dengan menitikkan air matanya.


Banu mulai melepaskan pelukannya dan menghapus air mata yang jatuh di pelupuk mata putrinya.


" Jangan nangis, nanti makeupnya luntur. Papih juga sayang Amora, maafin papih kalau papih baru-baru ini ada waktu untuk bersama dengan kalian. " Ujar Banu.


Amora menggelengkan kepalanya. Walaupun baru tapi itu semua sudah membuat dirinya senang. Bisa merasakan kasih sayang serta kebersamaan dengan kedua orang tuanya.


" Gak, papih gak salah. Amora senang bisa merasakan kasih sayang papih sama mamih, apalagi Amora senang bisa merasakan kebersamaan dengan kalian. " Ujar Amora dengan tersenyum.


Cupp ...


Banu mencium pucuk kepala Amora dengan cukup lama sambil meneteskan air matanya.


" Semoga rumah tangga kalian selalu bahagia dan papih pesankan ke kamu, harus jadi istri yang baik dan ibu yang baik nanti. " Ujar Banu dan diangguki Amora dengan tersenyum.


" Gak mau peluk mamih? " Ujar Fiola dengan merentangkan tangannya.


Amora tersenyum dan langsung berhambur memeluk mamihnya. Dia akan merindukan perhatian dan sikap cerewet mamihnya nanti.

__ADS_1


Cupp ...


Setelah melepaskan pelukannya. Fiola mencium pucuk kepala putrinya.


" Jadi istri yang baik, kalau suami kamu kasar bilang ke mamih ya sayang, mamih dan papih selalu menerima kehadiran kamu kembali. " Ujar Fiola dan diangguki Amora dengan tersenyum.


" Mamih dan papih juga harus selalu bahagia, Amora akan selalu merindukan kalian. " Ujar Amora dengan mencium pipi mamih dan papihnya bergantian.


" Cuma mamih sama papih aja yang di peluk sama cium? Gua gak? " Ujar Harry dengan melipatkan tangannya di dada.


" Ada yang cemburu sama kita pih. " Celetuk Fiola dengan terkekeh.


" Iya mih, emang dasar cemburuan. " Ujar Banu dengan terkekeh.


Harry mendengus kesal. Tanpa menunggu lama Amora langsung memeluk dirinya. Dia memeluk begitu erat kakaknya ini yang selalu menjadi figur pengganti kedua orang tuanya dulu.


" Makasih ya kak, selama ini kakak udah jadi kakak yang terbaik untuk Amora dan makasih juga karna kakak udah jadi figur orang tua untuk Amora. " Ujar Amora yang menitikkan air matanya didalam pelukan Harry.


" Dasar cengeng. " Ujar Harry dengan melepaskan pelukannya dan dia mencoba sekuat tenaga menahan air matanya agar tidak jatuh. Gengsi aja masa laki-laki cool seperti dirinya menangis.


" Papih, mamih lihat kak Harry, masih aja nyebelin. " Ujar Amora dengan cemberut.


Fiola, Banu dan Harry terkekeh melihat Amora yang cemberut. Bagi mereka saat Amora cemberut seperti ini terlihat imut dan menggemaskan.


" Imut banget adik kakak ini. " Ujar Harry mencubit pipi kanan Amora.


" Aww sakit, jangan cubit-cubit nanti makeup ku luntur. " Ujar Amora dengan memukul tangan Harry yang mencubit pipinya.


" Tuhh kan luntur! " Ujar kesal Amora berhasil membuat mereka bertiga tertawa.


" Adik kakak ini tanpa makeup juga udah cantik. " Ujar Harry dan diangguki setuju oleh kedua orang tuanya.


" Tau ahh. " Ujar Amora dengan memalingkan wajahnya, dia tidak ingin orang tuanya dan kakaknya mengetahui pipinya yang memerah karna malu.


" Ciee malu. " Ujar Harry dengan tertawa.


" Si-siapa yang malu. " Ujar Amora dengan memukul Harry yang masih aja tertawa.


" Sudah-sudah, ayo kita kebawah. Kasihan calon pengantin prianya dah nungguin. " Ujar Fiola dan diangguki mereka semua.


" Putri papih siap? " Ujar Banu dengan mengulurkan tangannya.


" Siap pih. " Ujar Amora dengan menerima uluran tangan Banu.


Mereka pun mulai keluar menemui semua orang yang sudah duduk rapih disana. Amora di gandeng kedua orang tuanya dan Harry di belakang mereka.


Semua orang menatap takjub calon pengantin wanitanya yang begitu cantik menggunakan gaun putih dengan rambut sebahu yang di biarkan terurai dengan dihiasi bando putih sedikit ke emasan dengan bunga di rambut sebelah kirinya.


" Cantik banget ya calon pengantin wanitanya. " Ujar salah satu istri dari kolega bisnis Samuel yang menghadiri akad nikahnya.

__ADS_1


" Iyaa, cocok ganteng sama cantik. " Ujar kolega bisnis wanita Samuel.


Samuel menghampiri calon istrinya itu. Setelah sampai di depan Amora, dia mengulurkan tangannya dengan tersenyum.


Banu dan Fiola melepaskan tangan mereka yang mengait tangan kiri dan kanan putrinya. Banu juga menyatukan tangan putrinya dengan uluran tangan Samuel.


" Saya titip putri saya, jaga dan sayangi dia dengan sepenuh hati. " Ujar Banu.


" Pasti, mamih sama papih tenang saja. Sam akan jaga Amora dengan baik dan menyayanginya dengan segenap jiwa saya. " Ujar Samuel dengan tersenyum.


Setelah kejadian seminggu yang lalu dimansion WangYong. Fiola dan Banu meminta Samuel memanggil mereka dengan sebutan mamih dan papih, seperti Amora.


" Siap sayang? " Tanya Samuel dan diangguki Amora dengan tersenyum.


Samuel mulai berjalan menuju bangku yang disediakan untuk mereka. Disana juga sudah ada bapak penghulu dan Derel yang sudah duduk disana juga.


Selama berjalan menuju tempat mereka. Kedua calon pengantin itu tak henti-hentinya tersenyum. Mereka ingin menyalurkan kebahagiaan mereka lewat senyuman yang terpancar di wajah keduanya.


Samuel membantu Amora untuk duduk dan dia pun duduk disebelah Amora. Banu juga duduk di salah satu bangku yang sudah disediakan disana, dia akan menjadi wali nikah putrinya.


" Apakah saudara Samuel dan saudari Amora sudah siap? " Tanya pak penghulu dan keduanya mengangguk mengiyakan.


" Baiklah kita mulai, silahkan pengantin pria menjabat tangan papih dari penganti wanita. "


Samuel langsung menjabat tangan Banu dan ijab kabul pun dimulai. Samuel membacakan ijab kabul dengan lancar.


" Bagaimana para saksi sah? " Ujar pak penghulu.


" SAHHH!!! " Teriak mereka semua yang ada disana.


Samuel dan Amora pun saling pandangan satu sama lain dengan tersenyum. Mereka senang akhirnya mereka sudah sah menjadi pasangan suami istri dimata agama dan negara.


" Selamat kalian sudah sah menjadi pasangan suami istri. Silahkan suami memakaikan cincin di jari manis istrinya dan begitupun sebaliknya. " Ujar pak penghulu dan Samuel pun langsung memasangkan cicin di jari manis kanan Amora dan begitupun dengan Amora.


" Silahkan istrinya mencium punggung tangan suaminya dan suami mencium kening istrinya. "


Amora langsung mencium punggung tangan Samuel dan begitupun dengan Samuel yang langsung mencium kening Amora. Bahkan Samuel juga ******* bibir Amora membuat mereka semua yang ada disana teriak histeris melihat pengantin prianya yang begitu agresif.


" Dasar playboy cap kaleng. " Ujar Elsa dengan terkekeh sambil menggelengkan kepalanya melihat tingkah sepupunya yang main ******* bibir Amora di depan umum.


" Putra ku agresif sama kaya papihnya. " Ujar Mutiara dengan terkekeh geli melihat tingkah putranya.


" Semoga kehidupan rumah tangga mereka selalu bahagia ya Tuhan. " Ujar Fiola di dalam batinnya.


" Semoga lo selalu bahagia dek. " Batin Harry dengan tersenyum melihat adiknya yang kini sudah sah menjadi istri Samuel.


~Bersambung~


Ku kasih banyak nihh😌 Jangan lupa likenya, kalau gak like gak bakal ku kasih banyak lagi😌 See you😘

__ADS_1


Gaun Amora👇



__ADS_2