
~Happy Reading~
Sebelum atau sesudah membaca biasakan selalu menekan Like, Fav, Rate 5 Bintang, karena semua itu GRATIS loh 😊😗
°°°
Malam harinya, Saat Amora dan Samuel akan tidur. Tiba-tiba saja Amora merasakan sakit di perutnya.
" Aww. " Ringis Amora membuat Samuel yang sudah menutup matanya langsung membukanya kembali.
" Kenapa sayang? " Tanya Samuel dengan panik melihat keringat yang bercucuran di dahi sang istri.
" Pe-perut ku, sa-sakit kak. " Ujar Amora membuat Amora langsung merubah posisi rebahannya menjadi duduk.
" Aku usap-usap ya sayang, biar ilang sakitnya. "
Amora mengangguk mengiyakan. Tapi beberapa menit saat Samuel meng usap-usap, Amora masih merasakan sakit di perutnya dan kini malah bertambah sakitnya.
" Hikss, kenapa lebih sakit kak. " Ujar Amora dengan menangis.
" Tunggu sebentar ya sayang, aku panggilin mamih dulu. "
Samuel langsung berlari menuju kamar kedua orang tuanya. Setibanya di kamar kedua orang tuanya, Samuel langsung menggedor pintu kamar orang tuanya membuat Derel keluar dengan kesal.
" Ganggu aja, ada apa?! " Ujar Derel dengan ketua, padahal sebentar lagi dia akan merasakan surganya dunia.
" Samuel, kenapa nak? " Ujar Mutiara yang keluar dari kamar setelah memakai pakaiannya kembali.
" I-itu mih Amora perutnya sakit, udah Sam usap-usap tapi malah tambah sakit. " Perkataan Samuel membuat Mutiara langsung berlari menuju kamar putranya.
Samuel dan Derel yang bingung dengan tingkah mamih dan istrinya itu memilih untuk pergi menyusulnya.
Setibanya di kamar putranya. Mutiara langsung menghampiri menantunya yang menangis sambil rebahan diatas kasur.
" Sayang tenang ya, jangan nangis. Nanti malah tambah sakit. " Ujar Mutiara mencoba menenangkan Amora.
" Hikss, sakit mih perutnya hikss. "
" Shutt, mamih tau. " Ujar Mutiara dengan mengelus puncak kepala Amora.
" Mih ada apa sebenarnya? " Tanya Derel yang baru sampai bersama Samuel.
__ADS_1
" AMORA UDAH PENGEN LAHIRAN!!! " Teriak Mutiara membuat kedua laki-laki berbeda umur itu menjadi panik.
" Apa yang harus Sam lakuin? " Ujar Samuel dengan berjalan mondar mandir.
" Papih harus gimana? " Ujar Derel yang ikutan mondar mandir.
Brughhh ...
" Papih?! "
" Samuel?! "
Keduanya saling bertubrukkan dan saling menatap tajam satu sama lain. Mutiara yang melihatnya langsung melerai keduanya.
" Nanti aja berantemnya, sekarang Papih suruh supir siapin mobil, kita kerumah sakit sekarang! "
" Samuel kamu gendong Amora ke mobil! "
" Biar mamih yang siapin keperluan Amora. " Ujar Mutiara memerintah keduanya.
Derel tanpa banyak bicara langsung berlari kebawah menyuruh supir mereka menyiapkan mobil.
" Ayo sayang. " Ujar Samuel menggendong tubuh istrinya ala bridal style.
Sedangkan Mutiara bersama dengan kepala maid yang di suruh Derel tadi sebelum menyuruh supir mereka, membantu menyiapkan keperluan Amora selama di rumah sakit.
Setelah semuanya siap. Mobil yang ditumpangi mereka melaju membelah jalan ibu kota di malam hari yang begitu sepi dan untung saja jalan sedikit lenggang membuat sang supir bisa melajukan mobilnya dengan cepat.
Sesampainya di rumah sakit, Derel langsung keluar dari dalam mobil dan berteriak memanggil suster membawakan brankar rumah sakit.
" Tolong letakkan disini tuan. " Ujar Suster dengan membawa brankar rumah sakit.
Samuel langsung merebahkan tubuh istrinya diatas brankar rumah sakit itu. Beberapa suster mulai mendorong brankar itu menuju ruang persalinan.
" Hanya satu orang yang boleh menemani, sisanya tunggu di luar. " Ujar suster itu yang menghalangi ketiganya yang ingin masuk.
" Kamu saja son, biar mamih sama papih di luar. " Ujar Derel dan diangguki Mutiara.
" Iya pih. " Ujar Samuel yang langsung masuk kedalam diikuti suster tadi.
Mutiara dan Derel terus berdoa agar persalinan menantu mereka berjalan dengan lancar dan bayi serta ibunya selamat.
__ADS_1
" Pih hubungin besan. " Ujar Mutiara.
" Iya mih, papih sampai lupa hubungin besan. " Ujar Derel yang langsung menghubungi orang tua Amora.
Tidak lama kemudian. Kedua orang tua Amora bersama dengan Harry, Anjel dan Kevin tiba di rumah sakit.
Setelah menghubungi besan mereka, Derel memutuskan untuk menghubungi adiknya juga. Bagaimanapun adiknya sangat dekat dengan Amora dan sudah menganggap Amora seperti putrinya sendiri.
" Bagaimana besan persalinannya lancar? " Tanya Fiola.
" Masih di dalam besan. " Ujar Mutiara membuat mereka semua masih di selimuti kekhawatiran.
Anjel terus mondar mandir sambil sesekali menatap ke pintu ruang persalinan Amora. Fiola dan Banu yang memilih untuk duduk sambil berdoa untuk putri mereka dan cucu mereka. Sedangkan Harry yang terus berdiri sambil bersandar ke tembok samping pintu ruang persalinan.
" Semoga kamu baik-baik saja dek. " Batin Harry yang cemas memikirkan kondisi adiknya.
" Sayang duduklah, aku pusing lihat kamu mondar mandir gitu. " Ujar Kevin sambil menarik sang istri untuk duduk disebelahnya.
" Kenapa mereka belum keluar-keluar juga sih! " Ujar Anjel dengan kesal menunggu kabar dari mereka yang didalam.
" Sabar sayang, berdoa saja supaya Amora lancar persalinannya. " Ujar Kevin sambil memeluk sang istri.
Kevin tau istrinya itu sekarang tengah cemas memikirkan kondisi Amora dan bayinya. Walaupun Amora bukan putri kandung mereka, tapi mereka sudah menyayangi dan menganggap Amora seperti putri mereka sendiri.
Cklek ...
Pintu ruang persalinan terbuka dan keluarlah Samuel bersama dengan suster yang menggendong bayi perempuan.
Mereka semua yang ada disana langsung menghampiri keduanya, dengan Harry yang paling depan karna dia lebih dekat dari pintu.
" Gimana kondisi adik gua? " Tanya Harry ke suster.
" Proses persalinan berjalan dengan lancar, ibu dan anak sehat dan bayinya berjenis kelamin perempuan. " Ujar suster itu yang langsung berlalu pergi menuju ruang perawatan intensif bayi.
Tidak lama kemudian keluar lah dokter yang menangani persalinan Amora.
" Ibu sedang istirahat, kami akan memindahkan pasien ke ruang rawat. " Ujar Dokter itu dengan tersenyum.
" Baik dok, ruang VVIP. " Ujar Samuel dan diangguki dokter itu.
Setelah itu Amora dipindahkan ke ruang rawat VVIP sesuai keinginan Samuel.
__ADS_1
~Bersambung~
Gak kerasa ya bentar lagi tamat🤧 likenya jangan lupa ya😘