
Happy Reading :)
^^^
Di dalam kamar pribadi Samuel, Amora yang tengah duduk di tepi ranjang sambil memikirkan cara untuk dirinya kabur dari sana tidak menyadarinya kedatangan Samuel yang kini sudah duduk di sebelahnya.
" Apa yang kau pikirkan? "
Amora terkejut dari lamunannya dan menatap Samuel yang kini sedang menatapnya.
" Ti-tidak. " Ujar Amora dengan menggeleng takut.
" Tidak? Lantas apa yang membuat mu tidak menyadari kedatangan ku, hmm? " Ujar Samuel dengan tatapan tajamnya.
Samuel tau Amora pasti sedang berbohong sekarang dan dia paling tidak suka yang namanya di bohongi.
" Ti-tidak tuan, bolehkah saya ke kamar? " Ujar Amora dengan hati-hati.
" Kau sudah di kamar. " Ujar Samuel yang membuat Amora mendengus kesal.
__ADS_1
" Ini kamar mu tuan, yang saya maksud kamar saya bukan kamar anda. " Ujar Amora dengan kesal.
" Ohh, kau sekarang sudah mulai berani ya kepada ku? " Ujar Samuel yang ingin mengerjai Amora.
" Ti-tidak, maaf jika saya lancang. " Ujar Amora dengan menunduk takut saat melihat tatapan tajam Samuel kepadanya.
" Baiklah, aku maafkan sekarang tapi tidak dengan lain waktu. " Ujar Samuel dengan mencubit gemas hidung Amora.
Amora yang mendapatkan perilaku Samuel yang berbeda kepadanya amat-amat terkejut dan begitupun dengan Samuel yang kembali menarik tangannya yang mencubit gemas hidung Amora.
Samuel merutuki dirinya sendiri atas apa yang dilakukannya. Dirinya yang malu dengan sikapnya itu langsung memilih tidur membelakangi Amora.
" Kenapa dengannya? " Batin Amora dengan menatap punggung Samuel yang tidur membelakanginya.
" Ba-baik tuan. " Ujar Amora yang ingin bangkit dari ranjang tapi tangannya keburu di tarik oleh Samuel dan menyebabkan dirinya terjatuh di dalam pelukan Samuel.
" Tidur disini dan aku tidak menerima penolakan! " Ujar Samuel yang langsung memeluk tubuh Amora sambil memenjamkan matanya.
Amora semakin di buat bingung dengan sikap Samuel yang berubah-ubah. Dan bukan hanya Amora saja yang bingung, melainkan Samuel pun bingung dengan perubahan sikapnya yang sekarang tidak ingin di tinggal jauh oleh Amora.
__ADS_1
" Tu-tuan. " Ujar Amora yang tidak bisa tidur dengan posisi kepalanya berada di dada bidang Samuel.
" Tidur! kalau tidak aku akan membuat mu tidak bisa tidur dan terus mendesah sampai pagi. " Ujar Samuel dengan penuh ancaman dan Amora yang mendengarnya langsung menutup matanya, berusaha untuk tertidur.
Tidak lama kemudian terdengar suara dengkuran halus dari Amora yang membuat Samuel tersenyum mendengarnya.
Samuel mencium kening Amora dengan cukup lama dan bergantian mencium bibir ranum Amora dengan hati-hati takut Amora terbangun dari tidurnya.
" Enggh. " Amora menggeliat tidak nyaman saat Samuel terus mencium bibirnya.
Samuel yang mendengarnya langsung melepaskan ciumannya dan memeluk kembali tubuh Amora. Di elusnya belakang kepala Amora dengan sayang agar wanita cantik itu kembali tertidur dengan nyaman.
" Good night baby. " Ujar Samuel dengan tersenyum memerhatikan Amora yang tertidur dengan sangat cantiknya.
" Maaf jika selama ini aku kasar kepada mu dan ku harap kita bisa memulainya dari awal lagi. " Ujar Samuel yang sudah menyadari kesalahannya.
Toh juga ini semua kesalahannya yang tidak memerhatikan jalanan saat menyebrang dan lagian dia sudah mulai nyaman kepada gadis cantik yang selama ini di perlakukannya dengan sangat kasar.
~Bersambung~
__ADS_1
Enak kali ya pas Samuel udah mulai bucin, Ehh di tinggal pergi Amora?ðŸ¤
Like, rate, vote end komennya jangan lupa😘