
~Happy Reading~
Sebelum atau sesudah membaca biasakan selalu menekan Like, Fav, Rate 5 Bintang, karena semua itu GRATIS loh ππ
°°°
Keesokan paginya, Samuel yang sudah rapih dengan pakaian kantornya itu langsung berjalan mendekati ranjang dimana Amora yang masih tertidur pulas.
Semalam saat dia tengah mengerjakan tugas kantornya, sekretaris menghubungi dirinya dan mengatakan ada masalah di kantor cabang yang harus dia sendiri yang menyelesaikannya. Dia mau tidak mau harus kesana dan meninggalkan wanitanya, tapi kali ini Samuel sudah menyewa puluhan bodyguard untuk menjaga sekeliling mansion, karna dia takut wanitanya akan pergi lagi.
Cupp ...
" Tunggu aku ya baby. " Ujar Samuel yang mengecup kening Amora cukup lama sebelum dia keluar kamar.
Clekk ...
Pintu di buka olehnya. Di tatapnya kelima bodyguard yang di tugaskan dirinya untuk menjaga di depan pintu kamar mereka selama Amora berada di dalam.
" Jaga nyonya kalian, laporkan ke saya kalau dia membuat ulah. " Ujar Samuel tatapan dingin dan datarnya.
" Siap laksanakan tuan. " Ujar mereka dengan berdiri tegak.
" Kalau sampe nyonya kalian terluka, nyawa kalian taruhannya. " Ujar Samuel dengan datar.
" Siap tuan. " Ujar mereka dengan kompak dan tegas.
__ADS_1
Samuel langsung berlalu pergi dan menemui sekretarisnya yang sudah menunggu dirinya di ruang tengah.
" Selamat pagi tuan. " Ujar sekretatis Vi dengan membungkuk hormat.
" Hmm, kita berangkat sekarang. " Ujar Samuel berjalan duluan diikuti sekretaris Vi dibelakangnya.
...--------------------...
Pukul delapan pagi, Amora baru bangun dari tidurnya dan tidak mendapati kehadiran Samuel di sampingnya.
" Kemana dia? " Ujar Amora sambil menguap.
" Sudahlah mandi dulu. " Ujar Amora yang langsung beranjak dari tempat tidur menuju kamar mandi.
Setelah begitu lama di dalam kamar mandi. Kini Amora sudah selesai membersihkan dirinya dan berjalan menuju ruang wardrobe dan mendapati pakaian wanita yang begitu banyak di lemari sebelah lemari Samuel.
" Banyak sekali. " Ujar Amora yang mengambil dress panjang berwarna biru muda dan lansung memakainya.
Amora memandang tubuhnya yang mengenakan dress panjang berwarna biru muda itu yang begitu cantik. Entahlah apa emang tubuhnya yang bagus atau dress itu yang cantik.
Tokk ...
Tokk ...
Amora yang mendengar pintu kamar di ketuk itu pun langsung keluar dari ruang wardrobe dan berjalan membukakan pintu kamarnya.
__ADS_1
Cklek ...
Amora mematung terdiam saat melihat lima orang bodyguard berbadan besar sedang berdiri di sisi kanan dan kiri pintu kamarnya.
" Maaf nyonya, saya membawakan nyonya sarapan. " Ujar maid yang membawa troli makanan.
" Ahh iya, masuk aja. " Amora tersenyum dan mulai membuka pintu kamarnya lebar-lebar.
Maid itu pun langsung mendorong troli berisi makanan itu masuk kedalam kamar tuan dan nyonya dan diletakkannya semua makanan di atas meja.
" Silahkan nyonya. " Ujar maid itu dengan menundukkan kepalanya.
" Gak usah manggil nyonya bi, panggil Amora aja. Kita sama disini, pembantu. " Ujar Amora dengan tertawa kikuk.
Amora masih mengira Samuel menjadikan dirinya sebagai pembantu bukan sebagai pasangannya.
" Maaf nyonya, saya tidak berani memanggil nyonya dengan nama saja. " Ujar maid itu dengan menunduk, dia takut kena amukan tuannya saat tau dia memanggil nyonya nya dengan sebutan nama.
" Kenapa? Toh kita juga sama disini. Amora juga disini kan jadi pembantu. " Maid itu hanya terdiam menunduk.
Emang benar dulu, wanita cantik di depannya ini adalah seorang pembantu. Tapi sejak kemarin tuannya mengatakan bahwa Amora adalah nyonya mereka dan sudah seharusnya mereka menghormati nyonya mereka.
" Maaf nyonya, saya harus kembali ke dapur. Jika butuh apa-apa bisa panggil saya. " Ujar maid itu dengan menunduk hormat sebelum berlalu pergi sambil mendorong troli makanannya.
Amora hanya bisa memandang kepergian maid itu dengan penuh tanda tanya.
__ADS_1
~Bersambung~