
Happy Reading :)
^^^
Di sisi Amora sekarang, wanita cantik itu sudah tiba di bandara. Niatnya dia akan kembali ke Negara kelahirannya dan tidak lama kemudian terdengar informasi bahwa pesawat menuju Amerika Serikat akan segera berangkat.
Amora yang mendengarnya langsung terburu-buru menarik kopernya untuk take off dan mulai masuk kedalam pesawat yang akan membawanya menuju negara kelahirannya.
" Aku merindukan mu. " Ujar Amora yang menatap keluar jendela sambil membayangkan wajah Samuel yang selama seminggu ini manja kepadanya.
Amora berniat ingin pergi ke negara asalnya, tapi dia tidak ingin kembali ke mansion keluarganya. Dia masih belum siap untuk bertemu keluarganya dengan keadannya yang sekarang ini.
" Kau harus kuat ya sayang. " Gumam Amora sambil mengelus perut ratanya.
Tanpa sadar air matanya tumpah begitu saja saat mengingat perlakuan Samuel yang sangat kasar kepadanya. Bahkan pria itu berkali-kali melakukannya sampai dirinya hamil anak Samuel.
" Butuh tisu? "
Amora menoleh ke sampingnya dan melihat seorang pria yang seumuran dengan Samuel sedang menyodorkan tisu ke arahnya.
" Ambilah, saya tidak sengaja lihat nona menangis. " Ujar pria tersebut dengan menatap Amora yang sedang menatapnya balik.
__ADS_1
" Terimakasih. "
Amora menerima tisu yang di berikan pria itu dan mulai menghapus air matanya yang jatuh membasahi kedua pipinya.
" Ya, sama-sama, kalau masih kurang anda bisa pake sapu tangan saya. " Ujar pria itu dengan menyodorkan sapu tangannya.
" Tidak usah tuan, ini sudah cukup. " Ujar Amora dengan tersenyum tipis.
" Tidak apa, ambilah. Perjalanan masih cukup jauh siapa tau nona membutuhkannya. " Ujar pria itu dengan tersenyum sangat manis.
" Sekali lagi makasih. " Ujar Amora yang menerimanya, karena merasa tidak enak kalau dia menolak pemberian orang lain.
" Ya, kenalin Saya Lee. " Ujar pria berketurunan Eropa tersebut dengan mengulurkan tangannya sambil tersenyum.
" Nama yang cantik seperti orangnya. " Ujar Lee dengan menggombal.
" Tuan bisa saja mujinya. " Ujar Amora dengan terkekeh.
" Saya tidak memuji tapi itu kenyataanya dan kalau boleh saya tau kenapa nona menangis? " Ujar Lee dengan menatap Amora yang menjadi terdiam dengan pertanyaannya.
" Tidak papa, tuan Lee. " Ujar Amora dengan tersenyum.
__ADS_1
Amora hanya tidak ingin menceritakan masalahnya kepada orang yang baru di kenalnya.
Lee yang paham jika Amora tidak ingin menceritakan masalahnya kepadanya. Lee juga mengerti dia masih orang baru yang tidak seharusnya mencampuri masalah orang lain.
" Nona turis atau emang asli orang sini? " Tanya Lee yang membuka pembicaraan baru.
" Bukan, saya hanya bersekolah disini dan kebetulan karena sekolahnya libur saya pengen menemui orang tua di Amrik. " Ujar Amora dengan tersenyum canggung.
" Oh begitu, saya kira nona asli sini. " Ujar Lee dengan terkekeh.
Sangat sulit baginya untuk mendekati wanita di sampingnya. Tidak tau mengapa saat pertama kali melihat Amora, dirinya sudah mulai jatuh cinta.
" Tidak, tuan sendiri asli sini? " Ujar Amora dengan melihat pandangan pria di sampingnya yang terus menatapnya.
" Bisa di bilang iya, bisa di bilang tidak. " Ujar Lee yang membuat Amora bingung dengan jawabannya.
" Ayah saya orang sini dan ibu saya orang Amrik, jadi bisa di katakan iya dan tidak. " Ujar Lee dengan terkekeh dan Amora yang mendengarnya mengangguk mengerti.
Selama di perjalanan, Lee terus mengajak Amora mengobrol sampai membuat Amora sedikit akrab dengan pria di sampingnya ini.
Mungkin karena sejak awal Lee orang yang mudah bergaul membuat Amora bisa akrab dengan Lee. Tapi bukan berarti Amora nyaman dengan pria di sampingnya ini, karena hatinya hanya tertulis nama SAMUEL.
__ADS_1
~Bersambung~
Likenya jangan lupa ya readers😘