Crazy Love

Crazy Love
Episode 84


__ADS_3

~Happy Reading~


Sebelum atau sesudah membaca biasakan selalu menekan Like, Fav, Rate 5 Bintang, karena semua itu GRATIS loh 😊😗


°°°


Mereka pun melepaskan pelukannya. Fiola mencium kening putrinya dan begitupun dengan Harry.


" Maafin mamih ya sayang. " Ujar Fiola dan diangguki Amora dengan tersenyum.


" Papih juga minta maaf kalau selama ini papih gak ada waktu untuk kalian, tapi papih akan usahakan setiap minggu papih ada dirumah. " Ujar Banu dengan tersenyum.


" Mora sayang papih, mamih. " Ujar Amora dengan memeluk kembali kedua orang tuanya.


" Kami juga sayang Amora. " Ujar keduanya serempak.


" Sudah kali pelukannya. " Ujar Harry yang kembali duduk.


" Ganggu saja. " Ujar Amora dengan mendengus kesal dan dia pun kembali duduk disebelah Samuel.


Banu dan Fiola hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah putra mereka. Mereka juga kembali duduk.


" Mamih lihat kamu seperti gemukan. " Ujar Fiola menatap putrinya.


Amora terdiam mendengarnya. Dia meremas jari-jari tangan Samuel, membuat Samuel menatap kearahnya.


" Tenang sayang. " Bisik Samuel.


Anjel menatap Amora yang terlihat takut. Dia menghelas nafas dan menatap Mutiara. Mutiara yang ditatap itu seakan mengerti dengan tatapan mata Anjel dan dia pun mengangguk mengiyakan, menyuruh Anjel memberitahukannya.


" Sebenarnya masih ada yang ingin kita beritahukan. " Ujar Anjel membuat Amora langsung menatap ke arahnya.


" Ada apa? apa masih ada yang kita belum tau? " Tanya Fiola menatap Anjel.


" Ya, ini tentang- " Anjel menjeda kalimatnya dan menatap Amora yang menggelengkan kepalanya.


Dia tau maksud gelengan kepalanya itu. Amora pasti meminta untuk dirinya tidak memberitahukan kepadanya.


" Tentang? " Fiola menatap Anjel.


" Biar Samuel yang jelaskan, Sam jelaskan. " Ujar Anjel menatap keponakannya itu dan Samuel mengangguk mengiyakan.


Samuel melirik sekilas ke Amora. Terlihat Amora menatap memohon kearahnya untuk tidak memberitahukannya.


" Maaf sayang, aku tidak bisa menutupi ini terlalu lama. " Ujar Samuel membuat Amora menundukkan kepalanya.

__ADS_1


" Ada apa sebenarnya? " Tanya Fiola penasaran.


" Saya sebelumnya minta maaf ke om dan tante karna saya telah menghamili Amora. "


Jderr ...


Seperti tersambar petir di siang bolong. Fiola, Banu dan Harry terkejut mendengarnya. Mereka bertiga langsung menatap kearah Amora yang kini tengah menundukkan kepalanya.


" Kalian melakukan itu sebelum menikah? " Ujar Fiola yang menatap tak percaya.


Samuel hanya mengangguk mengiyakan dan Amora lebih memilih terdiam menundukkan kepalanya.


" Amora jelaskan?! " Ujar Banu dengan menahan amarahnya.


Dia tidak menyangka putrinya bisa melakukan hal menjijikkan seperti itu sebelum menikah. Ditambah lagi putrinya itu masih sekolah.


" AMORA!!! " Bentak Banu yang melihat putrinya masih terdiam menundukkan kepalanya.


" Tenang pih, jangan bentak-bentak gitu. Kita bicarakan baik-baik. " Ujar Fiola mencoba menenangkan suaminya.


" Gimana papih bisa tenang, dia masih sekolah dan sekarang hamil di luar nikah. " Ujar Banu yang kecewa dengan putrinya.


Amora bangkit dari duduknya dan bersujud dibawah kaki papihnya. Semua orang terkejut melihatnya.


Samuel bangkit dari duduknya dan menghampiri wanitanya itu.


" Bangun. " Ujar Samuel menyuruh Amora bangun tapi Amora tidak mendengarkannya dan masih bersujud di bawah kaki papihnya.


" Sayang, bangun jangan begini. " Ujar Fiola memaksa putrinya untuk berdiri tapi Amora lagi tidak perduli.


Banu mencoba mengontrol emosinya. Dia menarik tangan Amora untuk berdiri.


" Berdiri, papih gak marah. " Ujar Banu dan Amora pun langsung kembali berdiri.


" Hikss, maafin Amora pih, mih. " Ujar Amora dan Fiola langsung memeluknya.


" Iyaa mamih maafin, sudah jangan menangis. Nanti cantiknya hilang. " Ujar Fiola dengan menghapus air mata yang jatuh di kedua pelupuk mata putrinya.


" Ini semua bukan salah Amora, ini murni salah saya. Saya yang memaksa Amora melakukan itu, saya minta maaf. " Ujar Samu dengan membungkuk badannya.


Harry bangkit dari duduknya dan langsung memukul wajah Samuel.


Bughh ...


Samuel yang tidak siap mendapatkan pukulan di wajah itu langsung tersungkur dilantai.

__ADS_1


" HARRY!!! " Teriak Fiola menarik putranya yang kembali ingin memukul Samuel.


" Lepasih mih! dia udah berani nodai adik Harry, lepasin!!! " Harry terus berontak ingin memukul Samuel kembali.


Banu langsung menggantikan istrinya menahan putra mereka.


" Tenang boy, kita bicarakan ini baik-baik. Jangan pakai kekerasan. " Ujar Banu mencoba menenangkan putranya.


Mutiara langsung membantu putranya berdiri. Dia meringis melihat sudut bibir putranya berdarah.


" Kita bicarakan ini baik-baik. " Ujar Anjel mencoba menenangkan situasi yang sudah mulai memanas.


" Duduk. " Ujar Banu memaksa putranya untuk kembali duduk disebelahnya.


Harry menatap tajam Samuel yang kini juga menatapnya dengan tajam.


" Harry! " Ujar Banu penuh penekanan dan Harry pun mau tak mau duduk disebelah papihnya.


" Sebelumnya saya minta maaf atas tindakan Harry barusan ke nak Samuel. " Ujar Fiola.


" Tidak papa, ini juga salah Samuel. Kita bisa memakluminya. " Ujar Mutiara sambil menarik putranya untuk duduk kembali disebelahnya. Sedangkan Amora duduk disebelah kakaknya.


" Saya minta maaf atas perilaku putra saya terhadap putri Tuan Immanuel. " Ujar Derel yang angkat bicara.


" Lagian ini sudah terjadi, sekarang saya meminta Samuel untuk bertanggung jawab. " Ujar Banu.


" Om tenang saja saya pasti tanggung jawab. Lagian pernikahan saya dengan Amora akan berlangsung minggu depan. " Ujar Samuel dengan menahan rasa sakit bekas tonjokkan Harry.


" Syukurlah kalau begitu. " Ujar Fiola dengan tersenyum dan begitupun dengan Banu.


Banu salut dengan Samuel yang berani mengakui kesalahannya dan mau bertanggung jawab.


" Papih, mamih merestui kita? " Ujar Amora menatap kedua orang tuanya.


" Tentu sayang, selama itu membuat kamu bahagia. Mamih dan papih pasti dukung. " Ujar Fiola tersenyum dan begitupun dengan Banu.


" Kak Harry gimana? " Ujar Amora menatap kakaknya yang duduk disebelahnya.


Semua orang langsung menatap kearah Harry, begitupun dengan Samuel.


" Gua ijinin terpaksa demi adik gua. " Ujar Harry menatap Samuel dan Samuel hanya acuh, yang penting dia sudah mendapatkan restu kedua mertuanya.


~Bersambung~


Likenya jangan lupa😘

__ADS_1


__ADS_2