
Happy Reading :)
^^^
Setibanya di mansion pribadi Samuel. Amora langsung memasuki mansion tersebut tanpa memerdulikan pertanyaan satpam yang menanyakan dirinya.
" Nona kemana aja? " Ujar salah satu pembantu yang sudah sangat dekat dengan Amora.
" Apotek. " Ujar Amora yang kembali melangkahkan kakinya dengan pandangan kosong.
" Ada apa dengan nona? " Batin pembantu tersebut dengan menatap Amora yang sudah masuk kedalam.
Saat melewati ruang tengah, Amora tak menyadari disana ada Samuel yang menatapnya tajam.
" HABIS KEMANA KAU?!! " Teriakkan itu masih di acuhkan Amora.
Yang Amora pikirkan sekarang bagaimana caranya dia bisa kabur dari Samuel dan keluarganya. Dia tidak mau keluarganya dan semua orang tau kalau dia sedang mengandung anak Samuel.
Amora hanya ingin pergi dan membesarkan anaknya seorang diri tanpa bantuan orang lain. Malah dirinya ingin sekali kabur tanpa sepengetahuan Dokter Kanaya dan Suster Ana.
" AMORA!!! "
Karena di abaikan oleh Amora membuat Samuel bertambah murka. Pria tampan itu bangkit menghampiri Amora yang kini berhenti di depan tangga.
" KAU TULI?!! " Bentak Samuel dengan mencengkram pundak Amora yang kini terdiam menunduk.
__ADS_1
" AMORA!!! " Samuel mencengkram pundak Amora semakin kencang membuat Amora yang menunduk langsung menatapnya.
" Lepas! Saya mau kemana pun itu bukan urusan anda tuan Samuel yang terhormat!!! " Ujar Amora dengan penuh penekanan dan menepis tangan Samuel dari pundaknya.
Samuel terdiam mendengar perkataan Amora yang terkesan berbeda seperti biasanya. Biasanya Amora selalu berbicara lembut dan terkesan takut dengannya. Tapi sekarang gadis itu sangat berani terlihat dari tatapan mata gadis itu yang menatapnya tajam.
" Maaf saya banyak pekerjaan. " Ujar Amora yang langsung menaiki anak tangga menuju kamar Samuel untuk melanjutkan pekerjaannya membersihkan kamar pria itu.
Sedangkan Samuel kini berbalik menatap Amora yang sudah menaiki anak tangga menuju kamar pribadinya.
" Ada apa dengannya? " Gumam Samuel yang merasa aneh dengan tingkah laku Amora sekarang.
" Ya sudahlah biarkan saja. " Ujar Samuel yang langsung pergi dari mansion pribadinya menuju mansion WangYong untuk makan malam bersama yang lainnya.
Samuel tadi berniat untuk mengajak Amora. Tapi karena melihat perubahan Amora yang sangat aneh membuatnya mengurungkan niatnya untuk mengajak gadis itu.
...-----------...
Ceklek ...
Amora membuka pintu kamar bernuansa hitam putih itu dan melihat kamar itu yang sangat berantakan.
" Hufftt, bakal lama ini. Padahal mau istirahat cepet, nih perut mual banget. " Ujar Amora dengan mengelus-ngelus perutnya yang masih rata.
Karena tak ingin membuang-buang waktu. Amora mulai mengambil peralatan kebersihan di gudang yang berada di lantai satu dekat dapur.
__ADS_1
" Nona sedang apa? " Amora menengok ke belakang dan melihat seorang wanita paruh baya yang tak lain ialah pembantu Samuel sejak lama dan sudah dekat dengannya.
" Ohh bibi, Amora mau ngambil Vacum Cleaner. " Ujar Amora dengan menunjukkan barang yang di ambilnya tadi.
" Mau bersihin kamar tuan muda? " Tanya bibi dan diangguki Amora.
" Biar bibi saja, nona istirahat saja wajar nona terlihat pucat. " Amora langsung melihat wajahnya di kaca gantung yang berada di sampingnya.
" Benar, wajah ku terlihat pucat. " Batin Amora dengan memegang wajahnya sendiri sambil bercermin.
" Nona istirahat aja ya, biar bibi yang bersihkan. Lagian tuan juga lagi keluar. "
" Baiklah bi, makasih banyak ya bi udah bantu Amora selama disini. " Ujar Amora dengan memandang wajah pembantu tersebut.
" Ya, Sama-sama nona. Selama bibi bisa bantu bakal bibi bantu. " Ujar pembantu itu dengan tersenyum.
" Hmm, apa kalau Amora minta bantuan ini, apa bibi mau bantu? " Ujar Amora dengan menatap serius Bi Yati.
" Apa itu nona? Selama bibi bisa bantu bakal bibi bantu nona. " Ujar Bi Yati dengan tersenyum.
" Bantu Amora pergi darisini. "
~Bersambung~
Jangan lupa likenya dan rate 5 bintang😘
__ADS_1