Crazy Love

Crazy Love
Episode 59


__ADS_3

~Happy Reading~


Sebelum atau sesudah membaca biasakan selalu menekan Like, Fav, Rate 5 Bintang, karena semua itu GRATIS loh πŸ˜ŠπŸ˜—


°°°


Selesai makan malam, Samuel mengajak Amora kembali ke dalam kamar. Amora hanya pasrah dan mengikutinya saja.


" Tu-tuan, bolehkan aku duduk di balkon? " Ujar Amora dengan hati-hati dan menatap Samuel yang tengah duduk di sofa sambil memainkan laptopnya.


" Sudah malam sayang, angin malam tidak baik untuk kesehatan mu. Tidur saja, kalau kau bosen nyalakan tv. " Ujar Samuel yang lagi sibuk mengerjakan tugas kantornya yang belum selesai.


" Ta-tapi tu-tuan, aku ingin di balkon. " Samuel langsung menatap Amora yang langsung menunduk saat dirinya menatap kearahnya.


" Kau membantah ku? " Ujar Samuel yang masih tidak suka di bantah, dia ingin wanitanya menurut. Toh ini juga demi kebaikannya.


" Ma-maaf. " Amora masih menunduk, entah kenapa anak yang berada di dalam kandungannya ingin menikmati suasana malam hari di balkon.


" Jangan diulangin. " Amora mengangguk mengiyakan dan Samuel kembali sibuk dengan laptopnya.


Amora menghelas nafas pasrah karna tidak bisa mengabulkan keinginan bayinya.


" Maafin mamah ya sayang. " Ujar Amora dengan mengelus perut ratanya.


Samuel yang sedang sibuk dengan pekerjaannya itu sesekali melirik ke arah Amora yang kini tengah terdiam duduk di ranjang tanpa melakukan apapun.


Samuel bisa melihat tatapan sendu di wajah wanitanya itu. Dia menghela nafas dan mulai mematikan laptopnya setelah sudah menyimpan hasil pekerjaannya.


Samuel berjalan mendekati Amora dan duduk di sebelahnya. Dia genggamnya lah tangan Amora sambil sesekali di elusnya.


" Kenapa sedih, hmm? " Tanya Samuel dengan mengangkat dagu Amora dengan tangan sebelahnya lagi agar Amora menatap wajahnya.


" Kenapa? Katakan sayang. " Ujar Samuel dengan lembut dan Amora langsung menangis membuat Samuel bingung dengan perubahan ekspresi wanitanya itu.

__ADS_1


" Kenapa menangis, hmm? " Samuel membawa Amora kedalam pelukannya dan di usap-usapnya lah punggungnya.


" Hikss, a-aku ingin ke-kesana hikss. " Ujar Amora yang masih ingin pergi ke balkon.


" Pengen kemana, hmm? " Tanya Samuel sambil melepaskan pelukannya.


Amora langsung menunjuk ke pintu kaca yang menghubungkan ke balkon kamar. Samuel yang melihatnya langsung berubah datar.


" Tadi aku bilang apa? "


Amora menatap Samuel yang sudah merubah ekspresi wajahnya menjadi datar dan dia pun langsung menundukkan kepalanya.


" Aku tidak menyuruh mu untuk menunduk Amora! " Ujar Samuel dengan penuh penekanan.


" Hikss, ma-maaf. " Ujar Amora yang masih menunduk dan takut menatap wajah datar Samuel.


" Tatap aku! " Ujar Samuel dan Amora menggelengkan kepalanya.


" Amora! " Ujar Samuel dengan penuh penekanan.


" Maaf, aku gak bakal bilang lagi. " Ujar Amora yang masih meneteskan air matanya.


Samuel merasa aneh dengan sikap Amora yang berubah menjadi sangat sensitif. Samuel tau betul, Amora bukanlah tipe wanita yang cengeng. Saat di perlakukan kasar saja, Amora kuat dan tidak menangis.


" Huhh, ayo kita kesana. Tapi cuma sebentar. " Ujar Samuel yang tidak ingin melihat Amora terus menangis.


Amora yang mendengarnya langsung merubah ekspresi wajahnya yang tadi sendu menjadi ceria.


" Benar tuan? " Tanya Amora untuk memastikan.


Samuel terkejut melihat perubahan ekspresi wajah Amora yang secepat itu. Dia langsung mengangguk mengiyakan, karna baginya melihat wanitanya bahagia sudah membuat dirinya senang.


" Cuma sebentar. " Amora mengangguk mengiyakan dan saat dia ingin bangkit untuk ke balkon, Samuel langsung menahan tangannya.

__ADS_1


" Tunggu dulu. " Samuel memaksa Amora untuk duduk kembali dan dia pun langsung beranjak ke ruang wardrobe nya.


Amora terus menunggu Samuel yang berada di ruangan wardrobe dan tidak lama Samuel datang dengan membawa jaket tebal berwarna hitam.


" Pake ini, biar gak masuk angin. " Amora hanya mengangguk dan patuh memakai jaket tebal itu.


" Ayo kesana. " Ujar Amora langsung menarik Samuel dan menyuruh Samuel untuk membuka pintu yang tadi terkunci.


Clekk ...


Samuel membuka pintu itu dan membuat Amora langsung berjalan ke balkon, dia pun langsung berdiri di pagar pembatas balkon.


" Sayang, duduk sini. " Ujar Samuel yang sudah duduk di sofa yang sudah tersedia di balkon kamarnya.


" Tidak, aku mau disini saja. " Amora menatap kebawah dan dia meneguk salivanya dengan susah payah saat melihat ketinggian di bawah sana.


" Amora! "


Amora yang di panggil namanya itu langsung menghela nafas dan berjalan menghampiri Samuel dan langsung duduk di sebelahnya.


" Bagus, girl. " Samuel tersenyum sambil mengelus kepala Amora, dia senang melihat Amora yang patuh.


Mereka pun menikmati suasana malam hari di balkon. Sampai lima belas menit berlalu, Samuel menyuruh Amora untuk kembali masuk.


" Sudah ayo masuk, udaranya makin dingin. " Ujar Samuel menarik tangan Amora dengan lembut.


Amora yang berat hati itu pun hanya bisa mengikuti Samuel kembali masuk kedalam kamar. Tidak lupa Samuel mengunci kembali pintu balkon.


" Sudah tidur, ini sudah malam. " Ujar Samuel yang membawa Amora ke ranjang.


" Iyaa. " Amora mengangguk dan langsung tiduran di atas ranjang.


Samuel menarik selimut menutupi tubuh Amora dan dia pun ikut tiduran di sebelah Amora sampai Amora benar-benar tertidur baru dia kembali bangun mengerjakan tugas kantornya.

__ADS_1


~Bersambung~


__ADS_2