
Happy Reading :)
^^^
Sore harinya di sebuah taman belakang kediaman WangYong. Terlihat ketiga wanita cantik berbeda usia itu tengah bercanda riang.
" Kalau di inget-inget lagi aku malu tau. " Ucap Kinara yang kini wajahnya sudah memerah menahan malu.
" Buat apa malu? Justru itu bisa jadi kenangan kamu di masa depan. " Ucap Anjel dan diangguki Amora.
Kini Amora sudah bisa menghilangkan kesedihannya pada kejadian siang hari itu, berkat guyolan yang di buat Anjel dan Kinara.
" Kenangan apa yang memalukan aunty. " Ucap Kinara dengan mencibikkan bibirnya.
" Hal yang seperti itu yang selalu kita ingat, aunty juga punya kisah konyol semasa remaja dulu. " Ucap Anjel yang membayangkan kisah memalukannya dulu saat masih di bangku sekolah menengah pertama.
" Rata-rata semuanya punya, Mora juga punya. " Ucap Mora dengan terkekeh melihat wajah Kinara yang masih memerah karena malu.
" Ya sudah lah, jangan di inget-inget lagi. Itu sangat memalukan! Rasa-rasanya aku inget tenggelam saja di dasar laut. " Ucap Kinara yang berhasil membuat Anjel dan Amora tertawa.
" Wahhh parah ya, mamih gak di ajak. "
__ADS_1
Suara tersebut membuat ketiganya langsung menoleh ke belakang dan melihat Veronica yang berjalan sambil tersenyum kearah mereka.
" Mamih, mamih dah pulang? " Ucap Kinara yang langsung memeluk Veronica.
" Ulululu, putri mamih masih manja nih. Udah dong sayang, kan mamih cuma sebentar kesananya. " Ucap Veronica dengan mengelus-ngelus kepala putrinya.
Amora yang melihatnya seketika tersenyum sendu. Dia jadi kangen dengan mamihnya. Pasti saat-saat terpuruk seperti ini, mamihnya selalu memeluknya dan menjadi tempat bersandarnya.
Anjel tersenyum melihat kedekatan ibu dan anak itu. Saat dia menengok ke arah kiri dimana Amora duduk, Anjel melihat tetesan air mata yang jatuh di kedua pelupuk mata Amora.
" Sayang kau kenapa? " Ucap Anjel yang berhasil membuat Kinara dan Veronica menoleh kearah Amora.
" Anak cantik gak boleh nangis, sini peluk mamih. " Ujar Veronica dengan merentangkan tangannya, berharap Amora mau memeluknya.
Amora yang melihat tertegun. Baru kali ini ada orang lain selain Anjel peduli kepadanya.
" Hikss, hikss, hikss. " Amora langsung berlari memeluk Veronica dengan air mata yang terus mengalir deras.
" Cup, cup, cup. Anak cantik gak boleh nangis, kalau nangis nanti cantiknya ilang. " Ucap Veronica sambil mengusap ngusap belakang kepala Amora dengan penuh kasih sayang.
Anjel dan Kinara yang melihatnya tersenyum melihat rasa kasih sayang yang begitu besar yang terpancarkan dari Veronica ke Amora.
__ADS_1
Kinara tidak cemburu sama sekali melihat mamihnya menyayangi Amora. Malah Kinara senang mamihnya peduli dan sayang kepada Amora.
" Hikss, Ma-makasih tante. " Ucap Amora yang masih di dalam pelukan Veronica.
" Tidak usah berterimakasih sayang. " Ucap Veronica yang melepaskan pelukannya dan menghapus air mata di kedua pipi Amora.
" Mulai sekarang Mora panggil mamih ya, anggap aja mamih ini mamih mu sendiri. " Ujar Veronica dengan tersenyum.
" Ma-mamih, hikss. " Amora kembali memeluk Veronica.
" Ehh, kenapa menangis lagi hmm? Anak mamih gak boleh nangis, nanti cantiknya luntur. " Ucap Veronica dengan menghapus kembali air mata yang jatuh di kedua pipi Amora.
" Ma-makasih. " Ucap Amora dengan tersenyum.
" Eitss, tadi mamih kan sudah bilang gak usah berterimakasih, mulai sekarang mamih punya dua putri cantik. " Ujar Veronica dengan memeluk Amora dan Kinara.
" Berpelukan. " Ucap Anjel yang juga ikut memeluk dari belakang.
~Bersambung~
Maaf baru up🙏 Sibuk banget soalnya🤭 Jangan lupa likenya ya😉😘
__ADS_1