
Three days later ...
Amora sudah diperbolehkan pulang. Samuel langsung mengurus pembayaran dan Anjel tengah membantu membereskan semua bawaan Amora.
" Mom makasih ya selama ini mommy dah bantu Mora. " Ujar Amora setelah selesai membereskan barang bawaannya selama di rumah sakit.
" Jangan bilang makasih, ini udah kewajiban mommy sama mommy kamu. Mommy seneng bisa bantu Mora. " Ujar Anjel dengan tersenyum.
" Elsa, Erlan dan Kristal beruntung punya mommy sebaik dan secantik mommy. " Ujar Amora dengan tersenyum.
" Apa yang kamu katakan, hmm? Kamu juga anak mommy, kalian semua anak mommy. " Ujar Anjel memeluk Amora, dia tau perasaan Amora sekarang yang sangat rapuh di asingkan keluarganya.
" Terimakasih, Mora beruntung bisa kenal mommy. Walaupun dulu Amora jahat ke Kristal, tapi mommy masih menerima Amora dan memaafkan Amora. " Ujar Amora dengan menunduk mengingat kesalahannya dulu ke Kristal.
Amora berani mencelaki Kristal, karna Kristal yang berani mengambil kasih sayang Mommy Anjel dari dirinya.
" Itu sudah masalalu, jangan diinget-inget lagi. " Ujar Anjel dengan mengelus puncak kepala Amora.
" Tidak segampang itu mom, anak itu hampir membuat nyawa Kristal melayang! " Ujar seseorang yang baru masuk.
Amora dan Anjel langsung menoleh menatap orang tersebut yang ternyata oalah Harry.
" Harry! Sudahlah jangan diinget-inget. Yang lalu biarkan berlalu. " Ujar Anjel memperingati keponakannya itu agar tidak membuat ulah.
Anjel tau bagaimana sikap Harry selama ini ke Amora. Sungguh dia sangat kecewa mengetahuinya.
__ADS_1
" Biarin, biar anak itu mikir! atas apa yang dia perbuat selama ini. " Ujar Harry menatap tajam ke adiknya.
" Harry sangat malu punya adik sepertinya, yang hampir merenggut dia nyawa yang tidak bersalah! " Ujar Harry membuat Amora menunduk menitikkan air matanya.
" CUKUP HARRY!!! " Teriak Anjel dengan bangkit dari duduknya dan berjalan menghampiri keponakannya itu yang sudah ia anggap sebagai putranya sendiri.
" Kenapa? Bukannya semua itu benar mom? Dia itu pembunuh!!! "
Plakk ...
Anjel melayangkan satu tamparan di pipi mulus Harry. Harry yang terkena tamparan itu sedikit terhuyunh. Dia menatap Anjel dengan pandangan tak percaya.
" Mommy nampar Harry? " Ujar Harry dengan mengepalkan keduanya tangannya.
" Itu pantas buat kamu! Seharusnya kamu sadar Harry, dia itu adik mu, adik yang seharusnya kamu lindungi! " Ujar Anjel dengan tatapan penuh amarah.
Bughhh ...
" JAGA UCAPAN LO YA!!! " Bentak Samuel sambil menonjok pipi Harry.
Samuel tidak terima melihat wanitanya di hina seperti itu. Dia tidak peduli siapa yang dia pukul itu, yang penting dia bisa menghajar orang yang telah menghina dan menyakiti wanitanya.
Harry yang tidak terima di pukul itu langsung membalas memukul Samuel dan terjadilah pukul memukul disana.
Anjel dan Amora yang melihatnya panik. Amora langsung bangkit dari brankarnya dan mencoba menarik Samuel dari belakang.
__ADS_1
" Cukup tuan, cukup, jangan pukul kak Harry lagi hikss. " Ujar Amora dengan memeluk pinggang Samuel dari belakang.
Walaupun kakaknya sudah menyakiti hatinya. Tapi dia tidak bisa melihat kakaknya terluka. Bagaimana pun dia masih tetap kakaknya, kakak yang selama ini selalu ada untuknya dan selalu melindungi serta membelanya.
" Lepas! " Ujar Samuel dengan terdiam merasakan bajunya yang sudah mulai basah akibat air mata Amora.
" Hikss, gak. Jangan pukul lagi tuan, sudah cukup tuan. " Ujar Amora membuat Samuel langsung melepaskan pelukan tangan Amora di pinggangnya dan dia pun langsung memutar tubuhnya menghadap Amora.
" Jangan menangis sayang, aku tidak bisa melihat mu menangis. " Ujar Samuel mengelap air mata yang jatuh di kedua pelupuk matanya dan memeluknya.
" Hikss, aku ingin pulang tuan, hikss bawa aku pergi dari sini. " Ujar Amora di dalam pelukan Samuel.
" Baiklah kita pulang sayang. " Ujar Samuel mengecup puncak kepala Amora.
" Biar Aunty yang bawakan pakaiannya. " Ujar Anjel yang melihat Samuel ingin mengambil koper yang berada tak jauh darinya.
" Makasih aunty. " Anjel mengangguk mengiyakan.
" MINGGIR!!! " Bentak Samuel mendorong Harry supaya menjauh dari pintu dan dia pun langsung menggendong tubuh Amora ala bridal style menuju mobilnya.
Sebelum mengikuti keponakannya itu. Anjel berhenti sebentar menatap keponakannya itu yang sudah babak belur.
" Jangan sampai kau menyesal nantinya! " Ujar Anjel dengan tegas dan kembali melangkahkan kakinya menyusul Samuel dan Amora.
~Bersambung~
__ADS_1
Ihh, greget sama Harry😬 pengen ku sentil ginjalnya😤 Likenya jangan lupa ya😘