Crazy Love

Crazy Love
2


__ADS_3

"Aww" pekik seseorang yang tanpa sengaja tertabrak oleh tubuh Teo yang membuat tubuh orang itu oleng.


"Apa kamu tak apa-apa?" Tanya Tep setelah membantu orang itu berdiri.


"Ah iya Mr. Matteo" Jawabnya pelan dengan bahasa indonesia.


"Kau bisa berbahasa indonesia? Jangan panggil Mr. Matteo panggil Teo jika diluar kelas, aku belum terlalu tua juga." Ucap Teo terkekeh saat mendengar panggilan Mr. oleh mahasiswanya.


"Iya aku bisa bahasa indonesia, aku Prilly." Ucapnya memperkenalkan diri.


"Tapi disini tidak banyak yang semahir kau apa kamu asli indonesia." Ucap Teo


"Bener banget aku asli sana, ya walaupun hanya beberapa orang indonesia yang sekolah disini sih." Ucap Prilly sedikit kikuk.


"Oh oke, makan siang bersama jika tidak keberatan?" Tanya Teo tiba-tiba menawarkan makan bersama.


"Boleh Mr... Eh Teo." Ucap Prilly sedikit kikuk.


"Haha... Biasakan dirimu memanggil namaku Girl." Ucap Teo sedikit menggoda sikap kikuk Prilly.


"Ih apaan coba." Ucap Prilly dengan bersikap biasa.


"Santailah... Btw kita makan dimana?" Ucap Teo setelah keluar dari kampusnya.


"Di seberang aja gimana ada cafe yang enak bingit lo." Ucap Prilly lalu tanpa sadar menarik lengan Teo berjalan menuju ke cafe tersebut.


Mereka pun memesan makanan dan minuman Teo lebih senang mendengar celoteh yang Prilly ucapkan. Ada perasaan ia sangat merindukan seseorang yang bawelnya hampir mirip dengan Prilly. "Ah aku kangen Rea" Batinnya.


"Oh iya Teo sudah berapa tahun kau disini?" Tanya Prilly.


"Baru 2 tahun ini, kenapa?" Tanya Teo balik.


"Baru 2 tahun dan kamu sudah jadi Asisten Dosen. Wow banget gitu apa lagi Mr. James orangnya terkenal Kiler." Ucap Prilly yang mengagumi Teo.


"Mr. James itu enak sebenarnya dia itu orangnya suka sama Mahasiswa yang aktif bertanya dan mengutarakan pendapatnya. Cuma ya gitu pembawaannya aja yang membuat mahasiswa lainnya gak berani tanya." Ucap Teo menjelaskan.


Prilly yang mendengar pun hanya mengangguk mengerti, mereka pun saling bercerita tentang pengalaman selama mereka di negara ini. Hingga waktu berlalu sangat cepat membuat keduanya pun mengakhiri sesi tanya jawab karena Prilly masih ada kuliah lagi setelah ini.


Indonesia


Sudah  dua hari ospek dikampusnya berlangsung, hari ini adalah hari terakhir ospek. Rea tengah bangun dari tidurnya ia pun mengerjapkan matanya berkali-kali untuk membuatnya sadar seutuhnya. Setelah itu ia pun segera membersihkan tubuhnya. Lalu melakukan kewajibannya semestinya, kemudian ia pun mengenakan perlengkapan ospeknya. Karena takut dihukum lagi ia benar-benar mengecek kembali perlengkapan atribut dan buru-buru berangkat.


"Ah semoga hari ini lebih baik." Ucap Rea yang keluar dari kosannya untuk menaiki Grab motor yang ia pesan tadi.


Di lapangan kampus seluruh panitian berkumpul mereka melakukan briefing kembali, sebagai ketua ospek Elvano menjelaskan kembali acara apa aja nanti akan di lakukan usai berakhirnya ospek.


"Ohiya untuk acara pentasnya udah siap?" Tanya Elvano pada divisi logistik.


"Udah siap" Ucap Aditya yang menjabat sebagai Co. divisi logistik.


"Bagus" Ucap Elvano lalu mengecek satu persatu tugas setiap divisi.


Mentari pagi telah terbit peserta tengah berkumpul di lapangan setelah pengecekan perlengkapan seragam oleh divisi komdis mereka semua diarahkan ke aula kampus. Semua peserta duduk beralaskan lantai sedangkan panita banyak yang berada diluar aula.


"Selamat pagi semua." Ucap Sean pada peserta.


"Pagi kak." Jawab peserta.


"Langsung aja ya, setiap kelompok diwajibkan membuat sebuah pementasan yang akan kalian tampilkan setelah acara ishoma ke2. Terserah kalian bisa buat drama, nyanyi, dan sebagainya. Waktu kalian pementasan 10-15 menit." Ucap Angel yang disambut gembira oleh peserta.


"Karena hari ini adalah hari terakhir kalian ospek, kalian bisa mendaftarkan diri kalian di stand organisasi yang berada di depan gedung aula." Ucap Sean menimpalinya.


"Ada yang ditanyakan? Kalau tidak ada kepada Co. Komdis dipersilahkan membimbing peserta menuju stand organisasi." Timpal angel lalu mengakhiri acara di aula tersebut.


Tak terasa sore pun menjelang banyak peserta yang berdiskusi pada senior pendamping kelompok masing-masing.


"Eh Re lo yang maju ya." Ucap seorang gadis yang menatap Rea dengan penuh harapan.


"Lah kok gue si Er" Rea sambil memutar bola matanya malas.


"Iya lo aja ya Re." Ucap Gabriella.


"Lah kenapa kalian nunjuk gue" Ucap Rea sambil menunjuk dirinya sendiri.


"Kan lo yang berani." Ucap Gabriella cengegesan.


"Sumpret dah." Umpat Rea kesal.


"Jadi siapa yang mau maju nih?" Tanya William pembimbing kelompok Rea.


"Dia kak." Ucap peserta kelompok Rea yang menunjuknya.


"Ok. Lo mau nyanyi atau buat drama?" Tanya William.


"Kalau drama musikal gimana kak." Ucap Rea yang sedikit berpikir sejenak.


"Bagus juga, ya udah nanti harus di bantu sama teman-temanmu. biar terlihat kompak." Ucap William.


"Siap" Ucap mereka serempak.


Tak lama acara pun dimulai dari kelompok 1 yang menceritakan sebuah drama humor, ada juga yang bernyanyi dan terus sebagainya. hingga tibalah saatnya pada kelompok Rea untuk menampilkan sebuah pementasan.


"Untuk perwakilan kelompok 19 dipersilahkan menaiki panggung." Ucap Sean.


Hanya beberapa Peserta yang mewakili  kelompok mereka yang naik, seperti kelompok 19 ini Rea, Reza, Gabriella dan Hito mereka menaiki tangga untuk berada di atas panggung.


"Selamat Sore Semua." Sapa Rea dengan senyum nyengir kudanya.


"Sore." Jawab mereka semua.


"Kami akan menampilkan sebuah drama musikal tentang cinta tapi bilangnya benci, selamat menikmati." Ucap Rea membuat semua orang menyorakinya.


"Huuu!" Teriak mereka semua dengan bertepuk tangan.


Drama musikal


Seorang gadis yang cupu tengah berjalan dengan menundukkan kepalanya, namun saat di pertengahan jalan tiba-tiba ada seseorang laki-laki yang berjalan dari arah berlawanan. Pria itu sengaja menabrakkan dirinya karena ia merasa tertantang dengan gadis ini. Gadis yang terlihat cupu diantara para gadis-gadis yang berada disekitar lelaki itu.


"Aww... Aduh" Pekik gadis yang bernama Gabriella.


"Lo gak papa?" Ucap Reza dengan nada dingin, reza adalah lelaki yang menabraknya itu.

__ADS_1


Gabriella menggeleng kepalanya dengan kuat, ia merasakan gugup saat lelaki itu menatapnya. Jantungnya berdetak dua kali lipat tidak seperti biasanya.


Deg deg deg deg deg...


"Makanya jalan pakai mata" Ucapnya ketus, Ucapan reza mampu membuat gabriella semakin menunduk.


"Lo itu punya mata kan. Kalau punya mata liatnya kedepan. Kayak gini nih." Ucap Reza. Tangan Reza lalu menarik dagu Gabriella membuat pandangan mata mereka bertemu.


Mereka pun terdiam dalam keheningan, Rea pun mulai menyanyikan lagi DARI MATA - JAZ.


*Matamu Melemahkanku *


*Saat Pertama Kali Ku Lihatmu *


*Dan Jujur Ku Tak Pernah Merasa *


*Ku Tak Pernah Merasa Begini *


*Oh Mungkin Inikah Cinta *


*Pandangan Yang Pertama *


*Karena Apa Yang Ku Rasa Ini Tak Biasa *


*Jika Benar Ini Cinta *


Mulai Dari Mana


Oh Dari Mana


*Dari Matamu Matamu *


*Ku Mulai Jatuh Cinta *


*Ku Melihat Melihat *


*Ada Bayangan *


*Dari Mata Kau Buatku Jatuh *


Jatuh Terus Jatuh Ke Hati


Prok prok prok


Seperti terhipnotis pandangan mata mereka tak lepas hingga suara deheman seseorang membuyarkan lamunan mereka.


*"Ehem" *


"Eh lo Hito." Ucap Reza yang salah tingkah.


"Lo turun pamor za mau-mauan lo sama si cupu ini." Ucap Hito sambil menunjuk pada gabriella.


"Gue sama dia!" Ucap Reza sambil menunjuk kearah Gabriela. "Gak akan!! Mana mau gue sama cewek kayak dia, udah jelek, bodi rata, pokoknya gak banget lah buat gue jadiin gebetan gue." Ucap Reza tanpa perasaan. 


Namun tanpa Reza sadari perkataan yang ia ucapkan telah membuat hati Gabriella Sakit, rasanya seperti tertusuk ribuan Jarum yang menancap di hatinya, ia hanya menahan rasa sakit dan air mata, sebelum air matanya jatuh ia pun berlari meninggalakatanpa pamit ia pun berlari meninggalkan mereka berdua.


Ada perasaan kosong saat Reza melihat kepergian Gabriella ia pun hanya bisa menatap punggung gadis itu.


Rea pun kembali bernyanyi BENCI DAN CINTA - GEISHA


Nyaris ku menyerah jalani semua


Telah berbagai kata ku ungkap percuma


Agar kau percaya cintaku berharga


Tak kuat ku menahanmu,


mempertahankan cintaku


Namun kau begitu saja, tak pernah merindu


Reff:


Sungguh aku tak bisa, sampai kapanpun tak bisa


Membenci dirimu, sesungguhnya aku tak mampu


Sulit untuk ku bisa, sangat sulit ku tak bisa


Memisahkan segala cinta dan benci yang ku rasa


Apa kau mengerti ku sedih sendiri


Tanpa ada kamu ku merasa sepi


Telah lama ku menantimu, diam sendiri menunggu


Setengah hati mencinta, ku sakit karenamu.


Prok prok prok


"Demikin drama musikal dari kelompok kami yang sangat sangat biasa saja, terlebih lagi dari kelompok-kelompok lain yang lebih memukau dan berkesan. Terimakasih semua." Ucap Rea lalu mereka berempat pun turun dari panggung menuju barisan mereka.


"Terimakasih kembali kepada perwakilan kelompok 19, selanjutnya kelompok 20 dipersilahkan naik keatas panggung." Ucap Angel melanjutkan.


"Gila suara lo bagus banget." Ucap Ersya penuh antusias.


"Suara gue gak bagus kali Re, bagusan itu akting dari mereka." Ucap Rea sambil menunjuk kearah Hito, Reza, dan Gabriella.


"Eh eh eh... Kata siapa gak bagus suaranya? Bagus banget malahan dan akting kalian penuh dengan chemistry." Sahut William dari belakang mereka.


"Eh kak Wiliam ngagetin kita aja." Ucap Rea yang terlonjak kaget.


"Hahaha... Masak segitunya kaget si. Perasaan B aja." Ucap William terkekeh melihat wajah lucu Rea.


"Beneran kali kak kita kaget." Sahut Ersya.


"Iya nih kirain para anggota komdis." Bisik Gabriella.


"Hahahaha... " Membuat mereka semua tertawa pelan.

__ADS_1


Tak terasa cuaca yang tadinya cerah sudah berubah menjadi gelap sekarang waktunya pembubaran ospek sehingga ketua ospek pun memberi sambutan penutupan yang singkat, jelas dan padat.


"Selamat sore menjelang malam semua." Ucap Elvano yang akan memberikan sambutan penutup.


"Sore menjelang malam kak." Jawab maba serempak.


"Baiklah terimakasih kepada mahasiswa baru yang telah mengikuti serangkaian jalannya ospek di kampus kita ini. Semoga apa yang di peroleh dapat memberikan manfaat kepada kalian. Kami semua para panita meminta maaf apa bila dalam memberi arah dan bimbingan kepada kalian semua ada kesalahan dan kekhilafan." Ucap ELvano dengan nada tegas.


"Apa kalian mau memaafkan kami?" Ucap Elvano dengan nada sedikit tinggi agar mendapat respon dari para mahasiswa baru.


"Iya!!!" Ucap Para mahasiswa semua serempa.


"Alhamdulilah karena kalian sudah memaafkan kami semoga tidak akan ada dosa dan tidak akan ada yang tersakiti. Untuk itu selamat kepada mahasiswa baru yang telah lulus dalam Ospek Di Universitas X." Ucap Verrel.


"Wuhuuu!!" Teriak para mahasiswa baru.


"Dengan ini Ospek  Tahun 2019, saya nyatakan telah selesai." Ucap Verrel yang disambut oleh tepuk tangan seluruh peserta.


"Nah karena ini adalah acara terakhir juga kami para panitia akan memberi sedikit hiburan buat kalian semua. Semoga kalian senang dan selamat menikmati" ucap Elvano lalu mengedipkan satu matanya.


"Aaaa" Sorak para cewek-cewek.


Elvano menyerahkan mic tersebut kepada Angel dan Sean, Coordinator setiap Divisi pun naik keatas panggung, mereka pun serempak menyanyikan lagu KEPOMPONG karena menurut mereka masa remaja adalah identik dengan persahabatan.


Dulu kita sahabat


Teman begitu hangat


Mengalahkan sinar mentari


Dulu kita sahabat


Berteman bagai ulat


Berharap jadi kupu-kupu


Kini kita melangkah berjauh-jauhan


Kau jauhi diriku karna sesuatu


Mungkin ku terlalu bertingkah kejauhan


Namun itu karna ku sayang


Reff:


Persahabatan bagai kepompong


Mengubah ulat menjadi kupu-kupu


Persahabatan bagai kepompong


Hal yang tak mudah berubah jadi indah


Semua yang berlalu


Biarkanlah berlalu


Seperti hangatnya mentari


Siang berganti malam


Sembunyikan sinarnya


Hingga dia bersinar lagi


 


Dulu kita melangkah berjauh-jauhan


Kau jauhi diriku karna sesuatu


Mungkin ku terlalu bertingkah kejauhan


Namun itu karna ku sayang


ooo, ooo, ooo, ooo


Prok prok prok


"Terimakasih semua. Maaf jika kami para senior kalian sering menjahili kalian atau membuat kalian kesal. Tapi kami semua melakukan ini agar kalian menjadi pribadi yang lebih baik." Ucap Angel.


"Sebelum kita tutup acara ini marilah kita berdoa menurut kepercayaan dan agama masing-masing berdoa mulai." Ucap Sean menutup dengan doa.


"Berdoa selesai. Terimakasih semua." Ucap Angel dan Sean bersamaan.


Para peserta ospek pun bubar dari barisan dan kembali ke rumah atau kosan mereka masing-masing. Namun sayang tidak dengan Rea, ia terpaksa harus menjalanin hukuman terakhir dari Co Komdis karena Rea melalaikan tugas tertulisnya. Bukan hanya Tasya tapi beberapa anak lainnya juga kena hukum.


"Gue heran deh sama lo, kenapa lo demen banget di hukum." Ucap Bryan kepada Rea.


"Gak demen kak, cuma kelupaan." Ucap Rea meringis.


"Itu mah sama aja." Ucap Dina menyahuti Ucapan Rea.


"Iya aja deh kak biar cepet." Ucap Rea ia pun buru-buru menyelesaikan hukumannya.


"Eh Elvano mana?" Tanya Aditya pada Bryan.


"Duh mana gue tau mang gue bapaknya." Ucap Bryan terkekeh.


"Lah gue dari tadi muter-muter nyariin dia gak ketemu-ketemu." Ucap Aditya dengan tampang lelahnya itu.


"Yoyoyo... Gue tadi liat dia lagi sama Sean deh ke Gedung Rektorat." Ucap Angel yang bergabung kepada mereka.


Rea pun segera mengumpulkan tugas hukumannya lalu ia serahkan kepada panita, ia pun langung pulang kekosannya.  Rea berjalan dengan lemas, hari ini ia merasa 2 kali lipat capeknya.


Suasana di sekitar Rea sepi tidak seperti biasanya yang tampak ramai. Ia harus segera memesan Ojek online untuk pulang ke kosannya. Namun sayang ponselnya mati, semalam ia lupa untuk mengecasnya sehingga saat di bawa kekamus ponselnya mati.


"Huft. Gara-gara PMS nih." Gumam Rea yang memang sedang mendapat tamu bulanan.


"Ehhh kok jadi pusing gini si." Ucap Rea yang merasakan pusing dikepalanya.

__ADS_1


Ia mencari pegangan namun belum sempat ia menemukan pegangan pandangan mata Rea lama-lama buram hingga semuanya pun gelap.


Tobe continued


__ADS_2