
NewYork, Amerika Serikat
Saat sedang asik-asiknya menikmati secangkir kopi. Dirinya langsung di kagetkan dengan suara cempreng yang tau siapa pemiliknya.
" Sasya, kau menganggetkan kakak saja. " Ujar Amora dengan melihat adik dari Lee orang yang telah menampungnya di Negara kelahirannya.
" Hehehe, habisnya asik bener minum kopi. " Ujar Sasya yang menarik kursi dan duduk di depan Amora.
" Ya habis kakak gabut nunggu kamu yang lama bener milih-milih baju, daripada gabut mending kakak minum disini kan? " Ujar Amora dan diangguki Sasya.
" Iya-iya kak, btw kakak suka kopi ya? " Tanya Sasya dengan memanggil waiters.
" Mau pesen apa kak? " Tanya waiters yang menghampiri meja keduanya.
" Gak suka sih, cuma lagi ngidam aja. "
" WHAT?! KAKAK HAMIL?!! " Ujar Sasya yang tadinya ingin menyebutkan pesanannya harus di kagetkan dengan perkataan Amora.
Amora langsung memaki dirinya dalam hati yang tidak bisa menjaga mulutnya.
" Ya-ya gak lah! Kamu ngaco aja. " Ujar Amora dengan mengelak.
__ADS_1
" Terus- " Belum sempat dirinya selesai berbicara waiter yang berdiri di sampingnya menyelanya.
" Maaf nona mau pesan apa? " Tanya Waiters itu yang tidak bisa berlama-lama karena pengunjung semakin banyak dan dia harus mendatangi meja-meja yang lainnya.
" Ehh iya maaf kak, saya pesen Capucino coffeenya satu. " Ujar Sasya yang lupa bahwa dirinya tadi memanggil seorang waiters.
" Baik, silahkan di tunggu kak. " Waiters itu pun langsung meninggalkan meja keduanya menuju ke meja barista untuk memberikan pesan Sasya.
" Lanjut tadi, kakak hamil? " Tanya Sasya kembali dengan menatap Amora.
" Enggak lah, ngaco aja kamu kakak aja belum menikah. " Ujar Amora dengan menggigit bibir bawahnya karena gugup di tatap Sasya dengan tajam.
" Ohh kirain, terus tadi kenapa kakak bilang ngidam? " Tanya Sasya dengan tatapan menyelidik.
" Hehehe, Sorry kak. Kan Sasya kira kakak hamil. " Ujar Sasya dengan terkekeh.
" Ya sudah lah. " Ujar Amora yang kembali meminum Coffee latte nya
Tanpa dirinya sadari Sasya masih curiga terhadap dirinya. Gadis cantik itu masih belum yakin dengan apa yang dikatakan Amora tadi bahwa dirinya tidak hamil.
" Akan ku cari tahu. " Batin Sasya yang dengan bersamaan coffe pesanannya datang.
__ADS_1
" Silahkan dinikmati nona. " Ujar waiters tadi yang memberikan pesanan Sasya.
" Iya kak makasih. " Ujar Sasya dengan tersenyum ramah dan ditanggapi senyuman oleh waiters nya.
...------------------...
Di sebuah mansion mewah bergaya Eropa, wanita paruh baya tadi yang sempat bertemu dengan Amora memasuki mansion tersebut bersama sang suami.
" Masa papih gak percaya sih sama mamih, mamih tadi bener-benaran lihat putri kita Amora pih. " Ujar Wanita paruh baya tersebut yang tidak lain dan tidak bukan Ialah Fiola Immanuel, Mamih kandung dari Amora.
" Mana mungkin sih sayang, Amora itu kan sudah kau kirim ke Tiongkok, mana mungkin dia disini. " Ujar Banu yang pusing mendengar istrinya yang terus mengatakan melihat putri mereka di mall tadi.
" Mata mamih masa sehat ya pih, mamih lihat dengan mata kepala mamih sendiri kalau itu Amora, putri kita! Aku gak mau tau, papih cari Amora bawa kesini, mamih pengen kangen sama dia. " Ujar Fiola dengan berubah menjadi sendu mengingat kelakuannya dulu yang sudah keterlaluan kepada putrinya.
" Ya sudah iya, nanti papih suruh bodyguard cari Amora. Papih mau istrahat capek dengerin mamih ngoceh terus. " Fiola yang mendengarnya mencibikkan bibirnya kesel dengan suaminya itu yang dengan santai berjalan menaiki anak tangga menuju kamar mereka.
"CARI YA PIH!!! " Teriak Fiola dari bawah.
" IYA MAMIH KU SAYANG!!! " Teriak Banu dari atas kamar mereka membuat Fiola tersenyum senang dan menyusul suaminya.
~Bersambung~
__ADS_1
Maaf baru up😘 Likenya jangan lupa ya gess, terimakasih🙏😇