
Happy Reading :)
^^^
Amora yang sedang dalam perjalanan menuju mansion Samuel. Dirinya keingetan kakaknya Harry dan membuat Amora menyuruh supir taksi putar arah ke apartemennya.
" Ini pak makasih. " Ujar Amora yang sudah sampai di depan apartemennya.
Gadis cantik itu langsung melangkahkan kakinya kedalam apartemen sederhananya itu.
Tokk ...
Tokk ...
Amora mengetuk pintu kamar apartemennya dan tak lama kemudian kakaknya Harry datang membukakan pintunya.
" Darimana saja kau? " Ujar Harry dengan tatapan datarnya.
Amora yang melihatnya terdiam. Jadi kakaknya itu masih marah kepadanya?, Dia kira kakaknya itu sudah tak marah setelah permasalahan dirinya dan Samuel selesai.
" A-aku nginep di rumah Calista kak, maaf gak ngabarin kakak dulu. " Ujar Amora dengan menunduk.
Harry tidak menjawab lagi dan kembali masuk kedalam apartemen meninggalkan Amora seorang diri yang masih berdiri di depan pintu.
" Sampai kapan kakak seperti ini? Amora rindu kakak yang dulu. " Batin Amora dengan sendu dan memutuskan untuk masuk kedalam untuk mengambil beberapa pakaian untuk dia tinggal di mansion neraka tersebut.
Takk ...
__ADS_1
Takk ...
Suara langkah kaki Amora yang berjalan menuju kamarnya tanpa memerdulikan Harry yang tengah duduk di ruang tengah.
" Ambil baju aja dehh, takutnya tuan Sam keburu dah pulang lagi. " Ujar Amora yang takut Samuel sudah pulang dan tak mendapati kehadirannya disana.
Amora langsung mengambil tas sekolahnya untuk membawa pakaian-pakaian yang tak terlalu banyak dan setelah selesai gadis itu kembali keluar dan tak lupa menutup pintu kamarnya kembali.
" Kak Amora pamit dulu. " Ujar Amora yang berpamitan kepada kakaknya yang sedang menonton televisi.
" Kemana? " Tanya Harry dengan masih memandang Amora datar.
" Ke rumah Calista, Amora nginep disana gak tau berapa lama. Kakak jangan lupa makan. " Setelah mengatakan itu pun Amora langsung melangkahkan kakinya keluar dari apartemennya.
Gadis cantik itu langsung memberhentikan taksi yang melintas di depan apartemennya dan memberitahukan alamat mansion Samuel.
Di posisi Samuel sekarang. Pria tampan itu yang sudah selesai mengecek beberapa dokumen perusahaan peninggalan ayahnya itu langsung memutuskan untuk kembali ke mansionnya.
Dan setibanya disana, betapa marahnya dia tidak melihat keberadaan Amora disana.
Prangg ...
" Dimana gadis sialan itu, hahh?! " Bentak Samuel kedua satpamnya.
" Maaf tuan, sejak pagi tadi tuan menyuruh nona menemui nyonya besar. Nona Amora belum balik-balik juga. " Ujar salah satu satpam dengan menunduk takut.
Samuel emang terkenal baik dan kalem. Tapi saat dia marah, akan terlihat seperti seorang iblis yang mengerikan dan makanya mereka tidak pernah membuat tuan mudanya itu marah sedikitpun.
__ADS_1
Tapi sekarang karena nona muda mereka belum kunjung pulang. Berhasil membuat kemarahan yang tidak pernah mereka lihat pun terjadi.
" T-tuan. " Refleks mereka bertiga langsung menengok ke arah belakang dan melihat Amora yang tengah mengendong ransel berjalan kearah mereka.
Plakk ...
" DARI MANA SAJA KAU?! " Bentak Samuel sambil menampar pipi Amora.
Amora lagi-lagi hanya bisa menahan rasa sakit bekas tamparan tersebut dengan terdiam memegangi pipinya yang mungkin sekarang sudah berubah merah.
" Ma-maaf tuan, tadi saya pulang dulu mengambil beberapa pakaian saya untuk disini. " Ujar Amora dengan menunduk takut.
" APA AKU MENYURUH MU UNTUK PULANG, HAH?! " Amora kembali menunduk takut tak berani menatap Samuel yang kini sedang menatapnya tajam.
" Ma-maaf tuan. " Ujar Amora dengan bergetar takut.
" Cih, siapkan aku makanan. " Ujar Samuel yang sudah meredakan emosinya dan pergi meninggalkan mereka semua menuju kamarnya.
Amora yang melihatnya menghela nafas lega. Dia kira tuannya itu akan menyiksanya karena telah melanggar perintahnya.
" Kalau begitu kami permisi nona. " Amora mengangguk tersenyum.
Setelah kedua satpam itu pergi, Amora kembali melangkahkan kakinya menuju kamar belakang yang di siapkan untuk semua pelayan dan menaruh tasnya di atas ranjang yang kecil dan keras.
" Uhh, lebih baik aku siapkan makanan daripada dia marah-marah lagi. " Amora kembali berjalan menuju dapur menyiapkan makanan untuk Samuel.
Gadis cantik itu membuka ponselnya untuk melihat tutorial memasak dan mulai mengikuti intruksi yang di sampaikan di video tersebut
__ADS_1
~Bersambung~