
~Happy Reading~
Sebelum atau sesudah membaca biasakan selalu menekan Like, Fav, Rate 5 Bintang, karena semua itu GRATIS loh 😊😗
°°°
Setelah pertengkaran itu. Semua memutuskan kembali pulang karna hari sudah begitu larut malam dan hanya Amora seorang diri yang berada disana. Karna permintaan dirinya sendiri yang tidak ingin ditemani siapapun.
Amora hanya tidak ingin merepotkan siapapun untuk menjaga dirinya selama di rumah sakit dan lagian disini juga ada perawat.
Di saat Amora tengah tertidur. Pintu kamar rawatnya terbuka dan memperlihatkan Samuel yang memasuki ruang rawat Amora. Tadi Samuel hanya menunggu di taman rumah sakit sampai semua keluarganya pulang dan setelah memastikan semua keluarganya pulang, dia memutuskan untuk kembali menemui wanitanya.
Dia tidak benar-benar tulus mengatakan apa yang dikatakannya tadi. Dia hanya takut Amora menolaknya. Kalaupun dia memaksa Amora untuk menikah dengannya, dia takut menyakiti wanitanya. Makanya lebih baik dia mengatakan hal seperti tadi agar tidak membuat wanitanya tambah tersakiti dan tanpa dia sadari perkataannya malah menyakiti perasaan wanitanya.
" Maaf telah menghancurkan hidup mu, aku janji. Aku akan bertanggung jawab setelah kau menerima kehadiran ku. " Ujar Samuel dengan mengecup kening Amora.
Tanpa dia ketahui, Amora yang hanya pura-pura memejamkan matanya. Mendengarkan semua yang dikatakannya.
" Aku menyayangimu tuan, tapi aku takut kau menyakiti ku lagi. " Batin Amora yang tanpa sadar menitikkan air matanya dan membuat Samuel sadar bahwa dia hanya pura-pura tidur.
__ADS_1
" Kau pura-pura tidur, hmm? " Bisik Samuel di telinga Amora.
Amora meneguk salivanya susah payah. Dia pun langsung membuka matanya dan melihat Samuel yang tengah menatapnya.
" Kau mendengarnya bukan? " Tanya Samuel dengan tatapan datarnya.
" Ku kasih tau, itu semua gak bener dan jangan kegeeran. Sampai kapanpun aku gak bakal tanggung jawab. " Ujar Samuel yang kembali pergi dari ruangan Amora dengan menahan malu.
Amora yang melihatnya diam-diam menahan senyumnya. Dia tau yang dikatakan Samuel tadi hanya bohong belaka, untuk menutupi harga dirinya.
" Pelana-pelan aku akan menerima mu tuan. " Ujar Amora dan diam-diam Samuel menguping dari balik pintu.
Dia tersenyum senang mendengarnya. Mulai hari ini dia akan berubah menjadi lebih baik dan menebus semua kesalahannya selama ini.
Samuel perlahan-lahan mulai membalikkan tubuhnya dan dia pun terkejut mendapati kehadiran kakak wanitanya.
" Oh, lo. Ngapain kesini? " Tanya Samuel dengan tampang datar dan dingin.
" Jengukin adek gua lah, adek gua di dalam kan? " Ujar Harry yang sebenarnya bingung kenapa laki-laki yang di tabrak adeknya ini berada disini atau jangan-jangan dia lah yang membuat adeknya di rawat.
__ADS_1
Harry belum tau apa yang terjadi dengan adiknya, Amora dan dia hanya di kasih tau Anjel kalau adiknya sakit dan di rawat di WangYong Hospital .
" Hmm, Dia lagi istirahat. Gak bisa di ganggu. " Ujar Samuel dengan datar.
" Gua mau lihat sendiri, minggir! " Ujar Harry sambil mendorong tubuh Samuel agar menjauh dari pintu.
Dia pun langsung masuk kedalam ruang rawat adiknya tanpa memerdulikan kehadiran Samuel di luar. Samuel yang melihatnya langsung ikut masuk kedalam.
" Kakak. " Ujar Amora terkejut melihat kedatangan kakaknya.
" Lo sakit apa? " Tanya Harry sambil menatap Samuel disampingnya.
" Ngapain lo disini? Keluar sana gua mau ngomong sama adik gua. " Ujar Harry dengan tampang datarnya, entah kenapa dia tidak suka melihat pria di sampingnya ini.
" Kalo gua gak mau gimana? " Tantang Samuel dengan menatap sinis Harry.
" Maaf tuan bisa keluar sebentar? " Ujar Amora membuat Samuel mendengus kesal.
" Iyaa bawel, gua bakal keluar. Gua kasih waktu lima menit buat lo bicara sama adik lo. " Ujar Samuel yang langsung berjalan keluar.
__ADS_1
~Bersambung~
Likenya jangan lupa😘