
Happy Reading :)
^^^
Hoekk
Hoekk
Hoekk
Di dalam kamar mandi pembantu, Amora yang tidak bisa menahan rasa mualnya memutuskan untuk kembali ke kamarnya meninggalkan pertengkaran Samuel, Mutiara dan Cecil yang masih berlanjut di ruang tengah.
Amora tidak perduli dengan kelanjutan masalah mereka. Yang di pikirkannya sekarang bagaimana dia ijin ke rumah sakit. Dia harus memeriksa tubuhnya ini.
" Aduhh gimana ya? Apa aku telpon mommy aja supaya kesini biar aku bisa keluar? Ahh, gak, gak! Aku selalu ngerepotin mommy. " Ujar Amora yang terus mondar-mandir di dalam kamar mandi.
" Ya sudahlah aku keluar aja dulu, masalah bilangnya gampang lah. " Ujar Amora yang langsung keluar menemui Samuel di ruang tengah sekalian dia melihat pertengkaran itu sudah selesai atau belum.
__ADS_1
Dan ternyata belum, disana Amora masih melihat Samuel yang terlihat marah dengan wanita di depannya itu dan Mutiara yang berdiri di depan mereka.
" Kenapa Sam? Kenapa kau tidak mengakuinya saja?! " Ujar Cecil dengan mata berkaca-kaca menatap Samuel.
" Akui? Kau bilang akui saja? KAU GILA CECIL?! AKU TAK PERNAH MENYENTUH TUBUH MU DAN SELAMA KITA PACARAN AKU TAK PERNAH MELAKUKAN HAL SEPERTI ITU SELAIN CIUMAN! DAN KAU BILANG AKUI SAJA?!! "
Amora bisa melihat tatapan penuh amarah yang di pancarkan Samuel kepada wanita di depannya itu.
" Haisshh, kalau kaya gini gimana aku mau minta ijin. Dahlah masa bodo aku pergi lewat pintu belakang saja, biarin kalau dia marah. " Ujar Amora yang langsung melangkahkan kakinya menuju pintu belakang, dia tidak bisa menunggu lama lagi menahan rasa mual dan pusing di kepalanya.
Setibanya di pintu belakang, Amora memastikan bahwa tidak ada satu orang pun di luar sana dan setelah itu dirinya pun langsung berlari menuju pintu pagar di halaman belakang, karena hanya pintu itu saja yang tidak di jaga oleh security.
" TAXSI!!! " Teriak Amora dengan melambai-lambaikan tangannya bermaksud untuk memberhentikan taxsi yang ingin melaju kearahnya.
Cittt ...
Taxsi tersebut pun berhenti di hadapan Amora.
__ADS_1
" Ke rumah sakit terdekat ya pak. " Ujar Amora setelah duduk di kursi penumpang.
" Baik non. " Supir taxsi tersebut langsung melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang membelah jalan ibu kota yang sangat padat.
...-------------...
Sedangkan di mansion pribadi Samuel. Pria itu masih berusaha mengusir Cecil, salah satu wanitanya yang kekeh ingin di nikahi olehnya.
" Sam, kumohon jangan tinggalkan aku, hikss. Aku sangat-sangat mencintai mu Sam. " Ujar Cecil dengan sujud di bawah kaki Samuel.
" Mamih gak mau tau ya Sam, kamu urus nih wanita kamu dan ingat jangan sampai mamih melihat kamu masih dengan wanita-wanita mu itu. " Ujar Mutiara yang langsung pergi meninggalkan mansion putranya karena tidak sanggup mengurusi masalah putranya itu.
" Bangunlah! Sudah ku bilang berapa kali Cil, kita hanya kekasih kontrak dan Kau jangan pernah mempunyai perasaan kepada ku. Sejak awal sudah ku bilang bukan? Kita hanya menjalin hubungan selama dua bulan dan setelah itu kau bukan siapa-siapa ku lagi. " Ujar Samuel dengan kata-kata yang sangat menusuk.
" Tapi Sam, aku sangat mencintai mu. Aku tak masalah di duakan bahkan di tigakan oleh mu, asal jangan tinggalkan aku Sam. " Ujar Cecil dengan terus menangis.
Jujur Cecil sangat menyayangi Samuel. Ya, dia sadar sejak awal Samuel dengannya hanya sebatas kekasih kontrak selama dua bulan dan setelah itu mereka akan putus dan Samuel akan mencari wanita lain sebagai penggantinya.
__ADS_1
" Tidak! Kau pergilah Cil. Kontrak kita sudah berakhir dan kau boleh mencari pengganti ku dan begitupun aku. " Ujar Samuel yang menghempaskan tangan Cecil dari kakinya dan pergi meninggalkan perempuan itu menuju kamarnya.
~Bersambung~