
~Happy Reading~
^^^
Keesokan harinya tepatnya pada siang hari. Samuel menemani para saudaranya berbelanja kado untuk ulang tahun aunty nya Anjel.
" Kita mau kemana dulu nihh? " Ujar Vani saat mereka sudah tiba di pusat perbelanjaan.
" Gua juga bingung mau kemana, aunty Anjel suka apaan sihh? " Ujar Kinara dengan menatap mereka.
" Mommy paling suka di beliin barang dari pada pakaian. " Ujar Kristal yang menyahut.
Samuel hanya diam mendengarkan pembicaraan ketiga sepupunya itu. Ditambah lagi dia di paksa untuk ikut, padahal dia ingin mencari wanitanya.
" Ya sudah kita berpencar aja, gak mungkin kan kita beli barang yang samaan. " Ujar Vani dan diangguki setuju dengan yang lainnya.
" Baiklah, nanti kita ketemuan di cafetaria. " Ujar Kinara.
" Oke, duluan ya. " Ujar Vani yang langsung pergi bersama dengan Ansel.
" Gua juga ya, byee. " Ujar Kinara yang juga pergi bersama sekretaris Rio.
" Kau dengan ku Kris, aku males sendirian. " Ujar Samuel dengan malas.
" Baiklah, ayo kak. " Ujar Kristal yang jalan duluan dan diikuti Samuel di belakangnya.
Saat mereka berdua berjalan menuju toko Tas branded, dirinya melihat seorang perempuan yang sangat mirip dengan wanitanya memasuki toko pakaian wanita dan membuat dirinya pun langsung berjalan menghampiri perempuan tersebut tanpa berpamitan kepada Kristal.
" Ka- " Belum selesai Kristal menanyakan kakak sepupunya itu, langsung panik saat melihat kakak sepupunya tak ada di belakangnya.
__ADS_1
" Kemana kak Sam? " Ujar Kristal yang menggaruk tengkuknya yang tak gatal.
" Permisi nona ada yang bisa saya bantu? " Kristal langsung menatap karyawan toko wanita yang menghampirinya.
" Ahhh iyaa, gini kak aku mau nyari tas keluaran terbaru, tapi bingung aku milihnya. " Ujar Kristal.
" Nona mau beli tas yang model apa? " Ujar Karyawan wanita tersebut.
" Hmm, pengennya yang tas kulit. Kira-kira yang cocok buat ibu-ibu yang mana ya? " Ujar Kristal yang memerhatikan tas-tas yang di pajang di etalase.
" Biar saya tunjukkan nona, mari. " Kristal mengikuti karyawan wanita tersebut menuju ke deretan tas-tas branded yang keluaran terbaru.
" Ini tas model terbaru, menurut saya ini cocok untuk ibu-ibu. " Ujar karyawan tersebut dengan menunjukkan deretan tas yang menurut Kristal cukup bagus.
"Baiklah, saya pilih-pilih dulu ya kak. " Ujar Kristal yang memerhatikan deretan tas yang di tunjukkan tadi.
" Baik nona, kalau sudah panggil saya aja nona." Ujar Karyawan wanita tersebut.
...-------------------...
Di sisi Samuel, Samuel masih mengikuti perempuan itu dan benar saja saat sudah dekat ternyata perempuan itu adalah Amora.
" Akhirnya aku mendapatkan mu gadis nakal. " Gumam Samuel dengan smirk nya.
Samuel langsung berjalan mendekati perempuan itu yang sedang memilih pakaian yang over size.
" Apakah puas kaburnya? " Bisik Samuel yang berdiri di belakang Amora.
Sedangkan Amora yang sedang melihat-lihat pakaian dengan model over size itu pun terkejut mendengar suara yang begitu di kenalinya apalagi suara itu sangat di hindarinya.
__ADS_1
Di tengoknya lah kebelakang dan benar dia menatap Samuel yang sudah berdiri di belakangnya dengan tatapan tajamnya.
" Tu-tuan. " Ujar Amora dengan gugup.
" Hmm, ikut aku. " Samuel langsung menarik tangan Amora tanpa memerdulikan ringisan dari wanitanya yang tangannya di genggam erat olehnya.
Samuel terus menarik tangan Amora keluar dari mall menuju mobilnya.
" Masuk! " Ujar Samuel dengan tatapan datarnya sambil membukakan pintu mobilnya.
" Tidak. " Amora menolak dan ingin kabur dari Samuel tapi langsung di tahan oleh Samuel.
" Ku bilang masuk Amora kia Immanuel ! " Ujar Samuel dengan penuh penekanan.
" Tidak, sudah cukup tuan selama ini memperlakukan saya dengan sesuka hati tuan! Saya mohon tuan pergi dari kehidupan saya! " Ujar Amora dengan mencoba melepaskan tangan Samuel.
Walaupun dia sangat mencintai Samuel. Tapi dia tidak ingin masuk lagi kedalam kehidupan pria tersebut. Sudah cukup selama ini Samuel merendahkan dirinya dan memperlakukannya dengan suka hatinya.
" Masuk! " Samuel tak memerdulikan perkataan Amora tadi.
Amora tetap kekeh menolak, wanita cantik itu berusaha melepaskan genggaman tangan Samuel. Tapi bukan Samuel namanya kalau dia tak bisa memaksa seorang wanita untuk tunduk kepadanya. Samuel langsung mendorong kasar tubuh Amora masuk kedalam mobilnya dan setelah itu menutup pintu mobilnya kembali.
" Diamlah! " Ujar Samuel yang sudah masuk kedalam mobilnya dan menahan Amora yang ingin keluar dari mobilnya.
" Hikss, ku mohon tuan lepaskan saya. " Ujar Amora dengan terisak.
Samuel yang melihat Amora menangis ikut merasakan sakit di hatinya, tapi hal itu langsung di tepis olehnya karena dia tetap kekeh ingin membawa Amora kembali ke mansionnya.
~Bersambung~
__ADS_1
Hallo, aku comeback😆
Maaf ya baru bisa up😘 Maaf juga membuat kalian menunggu🤭