
Indonesia
Matahari pagi belum menampakkan sinarnya namun seorang remaja tengah bergelut dengan dinginnya air yang membasahi tubuhnya. Setelah selesai ia segera mengenakan baju biasa kemudian ia pun tak lupa melaksanakan kewajibannya. Setelah menjalankan ibadahnya ia pun mengenakan pakaian seragamnya, Ia pun segera keluar kamar dan turun kebawah.
"Lho mas mau kemana?" Tanya seorang wanita paruh baya yang melihat anak lelakinya buru-buru turun.
"Mau kekampus mah. Kan ada ospek hari ini, jadi semua panitia harus dateng lebih awal." Ucapnya sembari merapikan lengan bajunya.
"Ah udah awal semester ya mas, Arsalan juga udah kelas 3. Tahun depan udah masuk Universitas." Ucap Venna ibu dari lelaki itu.
"Cepet banget rasanya mah, Ya udah aku berangkat dulu ya mah." Pamitnya pada Venna.
"Ohiya udah hati-hati mas, Mas nanti mama pergi kebogor ada perlu mama nginep mas pulang besok pagi sama tantemu." Ucap Venna.
"Iya udah nanti mama hati-hati, minta anter pak Herman aja mah atau mau pakai supir tante?" Ucapnya.
"Elvano mama bukan akan kecil lagi, Urusan itu biar mama yang urus. Udah sana berangkat nanti telat." Ucap Venna tersenyum.
"Haha.. Iya iya mama cantik, Aku berangkat dulu ya mah. Assalamualaikum." Ucap Elvano kemudian salim pada ibunya lalu berangkat menuju kampusnya.
Elvano yang bernama lengkap Elvano Kalandra adalah mahasiswa paling populer dan berprestasi di bidang non akademik. Saat ini Elvano sedang menaiki mobil Maserati Granturismo berwarna putih. Mobil kesayangan milik Elvano yang akhirnya ia dapat saat mendapatkan prestasi di Non akademik pada semester ke-2.
Elvano kuliah di universitas nomor 1 terbaik di Indonesia karena prestasi non akademik yang ia capai di masa SMA itu menjadi nilai plus untuk masuk ke Universitas ini. Bukan Elvano tak mampu untuk kuliah dinegara tetangga tetapi ia tak ingin meninggalkan ibunya sendirian di jakarta.
Setibanya dikampus ia segera memarkirkan mobilnya, ia melihat sudah banyak panita yang berdatangan dan segera berkumpul diaula kampus, dengan sedikit berlari Elvano pun memasuki gedung tersebut.
"Pagi Van." Sapa temen-temen Elvano yang melihatnya masuk.
"Sorry nih gue telat dikit." Ucap Elvano yang masih mengatur nafasnya.
"Santai kali kan situ ketua ospeknya" ucap salah satu panitia.
"Ye walaupun ketua ospek harus tetep disiplin lah." Ucap Elvano.
"Betul banget. Tapi lo termasuk gak telat kok." Ucap Bryan sahabat Elvano yang menghampirinya.
"Ya udah sekarang kita mulai aja ya briefing nya." Ucap Elvano kemudian memberi arahan-arahan apa yang harus dilakukan terutama masalah etika dan peraturan apa yang harus diikuti peserta saat pelaksanaan ospek.
Walaupun dari beberapa hari lalu sudah di bagikan tugas-tugas panita ospek namun Elvano tetap mengingatkan kembali teman-temannya agar tetap konsisten dan tidak melanggar peraturan yang sudah di terapkan.
"Jadi jika ada yang paham atau binggung bisa lansung bilang sama saya. Apa kalian sudah mengerti?" Tanya Elvano.
"Siap sudah." Teriak semua panitia secara serempak.
"Baiklah sebelum kita melakukan tugas mari kita berdoa menurut agama dan kepercayaan masing-masing. Berdoa mulai." Ucap Elvano memimpin doa.
"Doa selesai" Ucap Elvano kemudian mereka pun bubar untuk menuju tempat penugasan masing-masing dimana para maba akan segera tiba.
Sinar mentari telah terbit sebentar lagi waktu ospek akan dimulai seorang gadis tengah berlari dengan nafas ngos-ngosan. Ia sepertinya akan terlambat karena taxi yang ia naiki mogok, dan tidak ada Ojek yang lewat alhasil ia pun berlari hingga kampusnya.
"Hei.. lo berhenti." Teriak seorang panitia saat melihat gadis itu berlari masuk area kampus.
Gadis itu pun berhenti kemudian menoleh pada panitia yang memanggilnya. Terlihat panitia itu berjalan kearahnya, sebagai junior yang baik ia pun menghampiri seniornya itu.
"Iya kak?" Tanyanya.
"Lo tau apa kesalahan lo." Ucap panitia itu.
"Kesalahan kak?" Ucapnya lalu berpikir sejenak ia merasa tidak melakukan kesalahan apapun. "Gak tau kak." Jawabnya.
"Jawab yang tegas." Bentak panitia itu.
"GAK TAU KAK!" Ucapnya.
"Denger baik-baik." Ucap Panitia itu sembari menatap gadis itu.
"Kesalahan lo itu... Lo udah telat 5 menit. Sekarang juga lo push up 20 kali." Ucap panitia itu.
"Telat apa si kak belum telat tadi, Kalau kakak gak memberhentikan saya, saya kan tepat waktu. gak telat sama sekali kak." Bantahnya gadis itu.
"Lo membantah huh!! Cepat push up 20 kali atau hukuman lo ditambah." Ucap panitia itu yang terlihat mulai marah.
"Ya elah kak jangan push up lah kak. Harusnya nih kakak tadi jangan di stop biar saya lari sampek kebarisan saya jadi gak kena hukuman kak." Ucap gadis itu tetap tak terima.
Panitia itu pun sudah mulai terbawa emosi, namun emosinya mereda saat ada salah satu panitia yang menghampiri mereka.
"Ada apa Dina?" Tanya panitia yang menghampirinya
"Ini maba satu ini songong udah telat, dapet hukum tapi masih bantah aja. Bikin kesel tau gak si Bry" Ucap Dina pada Bryan yang lengannya bertuliskan Co komisi disiplin.
"Lo kesana deh biar ini gue yang urus." Ucap Bryan yang masih mengamati gadis itu.
"Oke Bry." Jawab Dina, ia pun meninggalkan Bryan.
"Sekarang lo lakuin yang di perintah tadi atau lo mau pilih bersihin toilet seluruh kampus." Ucap Bryan dengan nada otoriter.
"Tapi kak-" bantah gadis itu.
"Gak ada yang namanya bantahan. NGERTI!" Ucap Bryan tegas.
Dengan menghelai nafas pelan gadis itu pun melakukan tugasnya push up 20 kali. Ia pun sudah menyelesaikan tugasnya, Bryan masih menatapnya, gadis itu menatap sekilas Bryan ia pun kembali menunduk.
"Gue gak mau lo ngebacot kalau di perintah sekarang lo lari balik ke barisan lo." Ucap Bryan dengan tampang dinginnya.
__ADS_1
Gadis itu mengangguk lalu berlari kembali kebarisannya, karena acara akan segera dimulai oleh panitia. Gadis itu masih mengatur nafasnya yang sudah naik turun karena setelah push up ia harus berlari untuk masuk kedalam barisannya.
"Selamat pagi semua anggota Maba Universitas X." Sapa Mc.
"Pagi kak." Teriak seluruh Maba.
"Perkenalkan saya Angel dan ini rekan saya." Ucap angel.
"Sean. Kami disini akan membacakan kegiatan kita hari ini. Sebelum acara dimulai kepada Komdis untuk mendisiplinkan seluruh peserta serta mengecek perlengkapan mereka." Ucap Sean.
"Betul banget karena pengecekan ini penting banget para Maba selalu melengkapi peralatan yang harus dibawa saat ospek." Lanjut Angel.
"Baik kepada kakak-kakak Komdis dipersilahkan." Ucap Sean yang langsung diikuti oleh para komisi disiplin untuk mengerjakannya.
"Maju" teriak salah satu panitia dari kelompok maba.
"Maju"
"Maju"
Ada hampir 30 maba yang atributnya tidak lengkap membuat komdis harus memberi hukuman kepada setiap maba yang tidak melengkapi atributnya.
"Lo lagi." Ucap Dina pada gadis yang ada di hadapannya saat ini.
"Edrea Zakeisha! karena lo udah melanggar peraturan 2 kali, lo dihukum 30 kali push up." Ucap Dina dengan senyum sinisnya.
"Yah kok gitu kak. Gak adil dong liat aja semuanya hanya dapat 15 kali kok aku 2 kali lipat sih." Ucap Rea yang menolak untuk dihukum terlalu banyak.
"Lo bantah lagi. Demen banget si lo bantah omongan panitia huh!!!" Bentak Dina yang membuat seluruh panitia dan peserta menatap kearah mereka yang menjadi pusat perhatian.
"Gue cuma mau kalian kalau menghukum itu adil." Ucap Rea yang merasa kesal.
"Ada apa ini?" Tanya seseorang dengan suara bass yang menghampiri Dina dan Rea.
"Nih anak baru songong di hukum malah bantah banyak ngomong." Ucap Dina menjelaskan.
"Iya Van dia malah nyolot sama Dina." Ucap Rena sambil menatap sinis Rea itu.
"Lo!" Tunjuk Elvano pada Rea. "Bersihin toilet yang berada digedung A sekarang!" Lanjutnya.
"Gimana si kak, tadi nyuruhnya push up kenapa sekarang jadi bersihin toilet si." Bantah Rea yang membuat Elvano semakin kesal.
"Kalian urus yang lain, gadis ini perlu yang namanya pelajaran tata krama ternyata." Perintah Elvano kepada yang lainnya, yang kemudian dipatuhi oleh panitia.
"Ikut gue." Jawab Elvano dengan nada dingin.
"Kemana kak?" Ucap Rea yang binggung.
"Mau lo apa?" Tanya Elvano saat mereka sudah berhenti di gedung A.
"Mau ku kalau hukum yang adil jangan pilih kasih dong." Ucap Rea yang sedikit kesal.
"Ini nih yang buat hukuman lo bertambah banyak. Karena lo selalu bantah ucapan senior lo. So sekarang bersihkan toilet itu atau hukuman lo tambah berat." Ucap Elvano lalu mendorong Rea ketoilet yang disebelahnya lalu menguncinya.
Brak brak brak
"Woi buka" teriak Rea yang kesal karena dikunci didalam toilet.
"Buruan bersihin atau lo gak akan keluar." Ancam Elvano kemudian ia segera kembali ke lapangan dimana seluruh peserta kumpul.
"Brengsek" umpat Rea kesal ia pun kemudian membersihkan toilet yang super duper bau dan kotor.
Hoek
Rea begidik ngeri saat membersihkan toilet yang super kotor, apa lagi baunya yang kemana-mana. Ia pun sampai harus menahan nafasnya agar tidak merasa jijik, kadang saat tercium aroma tak enak itu ia memuntahkan suatu cairan, yang membuat tubuhnya menjadi lemas.
Sudah hampir 30 menit Rea bergelut dengan beberapa bilik toilet itu, tak lama pintu ruang toilet itu pun terbuka masuklah senior yang cantik dan berhijab menghampirinya.
"Lo gak papa" tanya senior itu yang mendengar suara mual dari dalam.
"Gak papa kak cuma baunya ini yang gak tahan." Ucap Rea lalu dituntun keluar toilet oleh senior itu.
"Keruang kesehatan ya Edrea" Ucap senior itu.
"Rea aja kak." Ucap Rea yang menurut oleh senior itu.
"Oh oke, Gue Ochi." Ucap Ochi memperkenalkan diri.
Ochi pun memapah dan membawa Rea keruang kesehatan karena terlihat wajah pucat Rea dan badannya yang lemas untuk berjalan.
"Oh iya kak, Kak Elvano itu dari divisi apa ya?" Tanya Rea.
"Dia itu ketua nya ospek sama ketum EM (Eksekutif Mahasiswa) di Universitas ini." Ucap Ochi menjelaskan.
"Oh" Gumam Rea mengangguk mengerti.
"Kenapa suka ya?" Goda Ochi dengan dihiasi senyum manisnya.
"Eh gak kak. Cuma tanya aja beneran deh." Ucap Rea.
Ochi hanya membalas dengan senyuman, mereka pun sampai di ruang kesehatan. Rea pun istirahat sejenak untuk menghilangkan rasa mual yang ia rasakan.
"Sial banget si hari pertama masuk udah kena masalah sama Komdis sekarang malah si ketua ospek" Gumam Rea dalam hati.
__ADS_1
Ia merasa kesal lantaran baru pertama masuk ospek ia sudah dapat hukuman dan karena buru-buru ia juga lupa dengan beberapa perlengkapan ospek yang tertinggal di kamarnya. Seandainya jika semalam ia tidak maraton film drakor (Drama Korea) mungkia ia tidak akan seapes ini.
London
Di negara yang berbeda seorang gadis tengah terlelap dalam mimpi indahnya, kamar yang di hiasi oleh boneka dan gambar doraemon tak luput menjadi pemandangan menarik di kamar gadis itu. Bukan hanya gadis itu yang mengidolakan toko karun doraemon sebagian remaja pasti banyak yang suka dengan kelucuan tokoh-tokoh didalam karun tersebut.
Gadis yang terlelap itu adalah Aprilly Naila Julian atau biasa disapa ila oleh teman dekatnya, termasuk panggilan kesayangan buat si cantik Prilly. Sinar mentari pagi sudah menampakkan sinarnya membuat Prilly bangun dari tidurnya.
Ia pun segera membersihkan tubuhnya tak lama ia segera mengenakan celana jeans hitam yang di padu dengan atasan cream dan sepatu kets berwarna senada dengan atasannya. Tak lupa tas berwarna merah yang ia kenakan untuk menyimpan peralatan tulis, Ia memeluk laptop kesayangannya yang sudah berada di dalam tas laptop itu.
Sembari berjalan ke kampusnya ia pun mengecek ponselnya, ada 2 pesan masuk di aplikasi Whatapp siapa lagi kalau bukan dari kekasihnya.
My Bad Boy*Pagi ila. *
Ah disini udah siang saat kamu baca pesanku.
Gimana hari mu jangan lupa balas pesanku ya.
My Bad Boy
Aku kekampus dulu ya.
Panitia harus berangkat pagi.
Haha
Love u
Prilly terkekeh membaca pesan dari kekasihnya Elvano Kalandra kemudian ia pun membalasnya pesan Elvano sebelum sang kekasih marah-marah jika pesannya tidak dibalas.
Prilly
*M*aaf ya sayang baru buka.
Ini aku lagi berangkat kekampus.
Jangan ketus-ketus jadi ketua ospek.
Btw adik tiri aku kuliah disana deh.
Tapi gak tau si soalnya bokap cuma bilang
Kalau dia kuliah di univeristas kamu tahun ini.
Love u to
Itulah pesan yang dikirim Prilly, ia memilih berjalan kaki karena apartemen dengan kampusnya jaraknya sangat dekat. Sehingga bisa buat olahraga jalan, banyak masyarakat disini yang berjalan kaki. Kendaraan hanya dipakai jika mereka akan berpergian jauh.
"Hai prill." Sapa seseorang yang berpapasan dengan Prilly di lobby apartemen
"Oh hai Ali." Sapa balik Prilly.
"Kuliah pagi?" Tanya Ali.
"Iya nih. Lo gak kuliah?" Tanya Prilly.
"Gak gue kuliah siang ini mau ke supermarket depan." Ucap Ali yang keluar bersama Prilly.
"Oh. Duluan ya al" Pamit Prilly yang berjalan kearah yang berbeda dengan Ali.
"Ok take a care." Ucap Ali dan melambaikan tangan pada Prilly dan disambut senyum oleh Prilly.
Setibanya dikampus sahabat Prilly menghampirinya. "Hai pril"sapa sahabatnya.
"Hai jes" sapa balik Prilly.
"Lo harus tau ada gosip baru nih." Ucap Jesica si biang gosip.
"Gosip apaan lagi tiap hari lo mah selalu bilang ada gosip baru." Ucap Prilly terkekeh.
Mereka pun sembari berjalan menuju kelasnya berada. "Lo harus tau dosen yang ngajar kita nanti gak masuk dan dia sudah menggantikan dengan asisten dosen yang baru hari ini mengajar. Dan lo tau assdosnya guanteng banget." Ucap Jesica antusias.
"Aduh jes udah deh yah. Ayo buruan keburu masuk." Ucap Prilly lalu menarik Jesica untuk masuk kedalam ruang kelas yang tertutup.
"Excuse me" Ucap Prilly yang ternyata assdosnya sudah berdiri didekat mejanya.
"Yes" Ucap assdos itu.
"Sorry, I came late sir." Ucap Prilly menunduk.
"No problem, please sit down but next time should not be late." Ucap assdos tersebut.
"Baiklah kembali ke awal. Perkenalkan nama saya Matteo Bratadikara asal indonesia kalian bisa panggil saya Teo. Saya sebagai asisten dosen pengganti Mr. James karena beliau harus menjalankan penelitiannya Untuk melanjutkan gelarnya." Ucap Teo dengan tenang.
"Sekarang saya ingin kalian membuka buku manajemen bisnis yang di berikan Mr. James jika ada yang ditanyakan silahkan sebelum kita mempelajari materi tersebut." Ucap Teo dengan tegas.
Tak ada yang bertanya Teo pun melanjutkan jam mengajarnya dengan menjelaskan teori-teori dalam manajemen bisnis, hingga jam pelajaran berakhir mereka pun mulai berakhir.
Teo berjalan lebih dahulu keluar kelas dan diikuti oleh mahasiswa lainnya. Karena ini sudah menunjukan jam makan siang Teo pun menuju kantin yang berada dikampus ini.
"Aww" pekik seseorang yang tanpa sengaja tertabrak oleh tubuh Teo yang membuat tubuh orang itu oleng.
Tobe Continued
__ADS_1