
Happy Reading :)
^^^
Drtt ...
Drtt ...
Amora yang sedang sibuk membersihkan lantai di buat terkejut dengan suara deringan ponselnya yang dia letakkan di meja yang berada di ruang tengah.
Gadis cantik itu pun langsung membersihkan tangannya sebelum mengangkat panggilan di ponselnya yang ternyata dari Anjel.
" Halo mom. " Ucap Amora yang sudah mengangkat panggilan dari Anjel, auntynya yang sudah dia anggap sebagai mommy nya.
" Halo sayang, mainanlah kesini. Mommy kangen sama kamu. " Ucap Anjel yang membuat Amora tersenyum mendengarnya.
" Iya mom, nanti Amora kesana tapi setelah pekerjaan Amora kelar ya mom. " Ucap Amora yang tidak ingin nanti Samuel memarahinya karena pekerjaan rumah belum selesai.
" Baiklah, mommy tunggu. "
" Iya mom, kalau begitu Amora matikan ya. "
" Iya sayang, sampai ketemu nanti. " Setelah itu Amora langsung mematikan sambungannya dan kembali melanjutkan pekerjaannya.
Saat mau melanjutkan pekerjaannya, dirinya harus di ganggu lagi dengan bunyi bel dari luar dan mau tak mau Amora harus membukakan pintunya.
" Nyonya. " Amora terkejut mendapati kehadiran Mutiara yang kini menatapnya dengan tatapan datar.
" Hmm, dimana putraku? " Ucap Mutiara yang langsung masuk tanpa memerdulikan lantai yang masih basah.
Amora menghela nafas melihatnya. Baru saja dia membersihkan lantainya sudah kembali kotor karena ulah Mutiara yang kini duduk santai di sofa ruang tengah.
" Buatkan saya jus. " Ucap Mutiara dengan mengambil ponselnya dari dalam tasnya.
" Baik nyonya. " Amora langsung berjalan menuju dapur dan kembali lagi dengan membawakan segelas jus mangga.
" Silahkan di minum nyonya. " Ujar Amora yang meletakkan gelas tersebut di meja depan Mutiara.
__ADS_1
Prangg ...
" Saya tidak suka jus mangga! buatkan lagi. " Amora menghela nafas.
" Sabar Amora sabar. " Batin gadis itu dengan mengangguk tersenyum dan kembali lagi membuatkan jus untuk Mutiara.
Mutiara sengaja ingin bermain-main dengan gadis tersebut yang berani menabrak putranya.
Tak lama kemudian Amora datang dengan membawakan segelas jus orange dan meletakkan di atas meja.
" Saya gak mengerti dengan jalan pemikiran sahabat saya Anjel. Kenapa dia sangat menyayangi gadis pembunuh seperti mu? "
" Hmm, apa jangan-jangan kau memakai guna-guna ya? Biar Anjel tetap menyayangi mu, walaupun kau telah mencelakai putraku. "
Amora yang mendengarnya menunduk sendu. Gadis itu ingin menangis dan berteriak bahwa dia bukan gadis pembunuh.
Toh, dia tidak sengaja menabrak Samuel yang dengan santainya melintas di depan mobilnya. Padahal lampu lalu lintas masih berwarna hijau, tapi pria itu malah dengan santainya melintas.
" Maaf nyonya, saya tidak pernah melakukan apa yang nyonya pikirkan. Kalau tidak ada lagi yang di butuhkan saya pamit mau melanjutkan pekerjaan saya. " Amora langsung membersihkan pecahan gelas dan membersihkan lantai yang terkena tumpahan jus mangga yang di buang Mutiara tadi.
Mutiara baru sadar baju yang di kenakan Amora sangat seksi dan membuat Mutiara kembali menghina Amora.
" Apa kau sengaja ingin menggoda putra ku dengan pakaian mu itu? Ck, gadis murahan. " Amora yang mendengarnya menggenggam gagang pel dengan erat seolah menyalurkan kekesalan serta kesedihan atas penghinaan Mutiara.
Amora yang tidak ingin berdebat dengan orang tua dari tuan mudanya itu hanya bisa diam dan kembali melanjutkan pekerjaannya.
Tapi berbeda dengan Mutiara yang kesal di abaikan oleh Amora. Mutiara bangkit dan sengaja berjalan mondar mandir dengan memainkan ponselnya.
Amora yang melihat bertambah kesal dan mulai membanting kain pel yang di pegangnya dan menatap Mutiara dengan tatapan penuh amarah.
Mutiara yang melihat terkejut. Dia tidak tau bahwa gadis di depannya ini bisa marah juga dengan apa yang dilakukannya.
" JANGAN KIRA NYONYA ORANG TUAN DISINI, BISA MEMPERLAKUKAN SEMUANYA DENGAN SEENAKNYA! SAYA SUDAH SABAR SEJAK TADI! TAPI APA YANG NYONYA LAKUKAN?!! " Bentak Amora dengan tatapan penuh amarahnya.
" Ck, gadis RENDAHAN dan PEMBUNUH seperti mu pantas di perlakukan seperti ini! " Ucap Mutiara dengan menekan kata Rendahan dan Pembunuh sambil menatap sinis Amora.
" CUKUP! sudah cukup nyonya hikss, saya bukan gadis rendahan atau pembunuh seperti apa yang nyonya pikirkan. " Ujar Amora dengan menatap Mutiara dengan bergelimang air mata.
__ADS_1
" Hmm, benarkah? Mana ada gadis rendahan dan pembunuh seperti mu mengaku. " Ujar Mutiara dengan menatap merendahkan Amora.
" Hmm, atau jangan-jangan ibu mu yang mengajarkan mu seperti ini? Hmm, wajar sihh ibu mu kan pernah mengacaukan pernikah- "
Plakk ...
Mutiara memegang pipinya yang terkena tamparan dari Amora.
" Maaf nyonya saya berlaku kurang ajar terhadap anda! Tapi saya ingatkan jangan sekali-kali anda menghina mamih saya! " Ujar Amora dengan menatap tajam Mutiara.
Jika dirinya yang dihina tidak masalah. Tapi jika mamihnya, orang yang melahirkannya kedunia ini dengan bertaruh nyawa. Dia tidak akan pernah bisa memaafkannya atau mengontrol emosinya.
" AMORA!!! " Teriakan yang menggema di mansion mewah itu membuat keduanya langsung menatap ke arah pintu utama dan melihat Samuel yang menatap Amora dengan tatapan murkanya.
Samuel yang sejak tadi melihat mamihnya di tampar itu membuat dirinya sangat murka. Karena seumur hidupnya dirinya belum pernah menampar apalagi melihat mamih nya di lukai oleh orang lain, jangankan orang lain dirinya dan keluarganya saja tidak pernah melakukannya.
Takk ...
Takk ...
Langkah kaki Samuel dengan penuh emosi berjalan mendekati keduanya dan
Plakk ...
Samuel menampar pipi Amora dengan sangat keras membuat tubuh Amora sedikit terhuyung ke belakang.
" BERANI SEKALI KAU MENAMPAR ORANG TUA KU!!! " Bentak Samuel membuat Mutiara yang melihatnya tersenyum puas.
" IKUT AKU!!! " Samuel menarik tangan Amora dengan sangat kasar menaiki anak tangga membuat Amora yang mengikuti langkah kakinya sedikit terseok-seok karena tidak bisa menyeimbanginya.
Mutiara yang melihat tersenyum puas dan dia memilih pergi dari mansion putranya setelah mengirimkan pesan kepada putranya itu bahwa dia akan kembali ke mansion Wang Yong.
~Bersambung~
Kira" apa yang akan terjadi pada Amora? Dan apa yang akan dilakukan Samuel?
Simak terus ya kelanjutannya😊 Jangan lupa likenya juga biar aku semangat untuk terus up😘
__ADS_1