
~Happy Reading~
Sebelum atau sesudah membaca biasakan selalu menekan Like, Fav, Rate 5 Bintang, karena semua itu GRATIS loh 😊😗
°°°
Saat Vernon, Erlan, Kristal, Kinara, Rio dan Zeno kembali. Mereka semua langsung makan bersama sambil tertawa mendengar cerita Kinara dan Kristal.
Tapi tidak dengan Amora yang hanya terdiam sambil memegangi perutnya dan itu diketahui oleh Vani yang ingin mengambil puding yang tepat berada di depan Amora.
" Amora kenapa? " Semua orang yang mendengarnya langsung menatap ke arah Amora.
Amora yang di tatap semuanya langsung melepaskan tangannya dari perutnya dan mencoba tersenyum.
" Gak papa. " Ujar Amora dengan tersenyum.
" Gak papa? Tapi dari tadi megangin perut mulu. " Ujar Vani membuat semuanya kembali menatap Amora.
" Ehh, i-itu. Gak sengaja aja. " Ujar Amora yang kembali tersenyum dan mencoba memakan makanannya agar rasa sakit di perutnya sedikit berkurang.
" Ohhh. " Vani hanya berohria saja dan memakan puding yang dia ambil tadi.
Sedangkan Samuel masih menatap Amora, membuat Amora tidak bisa lagi memegang perutnya yang terasa nyeri.
" Ada apa? " Bisik Samuel yang berada di sebelah kiri Amora.
__ADS_1
" Gak papa. " Lirih Amora dengan menundukkan kepalanya.
" Katakan! " Bisik Samuel dengan nada bicara yang dingin, agar Amora takut dan mengatakan hal yang sejujur-jujurnya.
" T-tidak ada, aku ijin ke toilet dulu. " Bisik Amora.
" Maaf semuanya Amora ijin ke toilet sebentar. " Ujar Amora dengan meminta ijin dan yang lain hanya mengangguk mengiyakan.
" Mora, aku ikut ya. Soalnya kebelet juga. " Ujar Kristal yang merasakan hal aneh pada diri Amora dan dia ingin mencari tau.
" Ba-baiklah. " Padahal Amora niatnya hanya ingin sendiri biar dia bisa leluasa berteriak melampiaskan rasa sakit di perutnya.
Keduanya pun akhirnya langsung pergi ke toilet yang tidak jauh dari tempat mereka berada dan setibanya di toilet, mereka memasuki bilik kamar mandi yang berbeda. Dimana Amora berada di paling pojok kanan dan Kristal yang berada di sebelah kamar mandi Amora.
Di posisi Amora, saat ini Amora terduduk di wc duduk yang berada di kamar mandi tersebut.
Orang tersebut yang tak lain ialah Kristal dan saat mendengar suara jatuh dari dalam bilik kamar mandi Amora, Kristal pun langsung keluar dari bilik kamar mandinya dan mengetuk-ngetuk pintu kamar mandi yang di tempati Amora.
Karena tak ada balasan dari dalam, Kristal mencoba membuka pintunya dan sialnya pintunya tertutup dari dalam. Kristal mencoba mendobraknya tapi tenaganya tidak kuat untuk mendobrak pintu tersebut. Akhirnya dia pun berlari menghampiri yang lainnya.
" Hoshh... hoshh... S-samuel, A-amora. " Ujar Kristal dengan nafas yang tersegal-segal.
Semuanya yang melihat wajah panik Kristal langsung pada bangkit dan mendekati Kristal.
" Ada apa sayang? " Ujar Shinta yang ikutan panik melihatnya.
__ADS_1
" A-amora Mam. " Ujar Kristal yang masih mengatur nafasnya.
" Katakan! ada apa dengan Amora! " Ujar Samuel yang panik mendengar nama wanita yang di cintainya itu di sebutkan.
" A-amora pingsan. "
Jdeerrr ....
Seperti di sambar petir di siang bolong. Samuel langsung berlari menuju toilet yang di datangi Kristal dan Amora tadi. Begitupun dengan yang lainnya yang juga menyusulnya.
Saat sudah berada di toilet, Samuel langsung membuka satu persatu pintu kamar mandi yang nyatanya kosong dan hanya tinggal satu pintu toilet yang belum di bukanya dan itu berada di paling pojok sebelah kanan.
Samuel pun langsung berjalan menghampiri pintu tersebut dan mencoba membukanya yang ternyata di kunci dari dalam. Samuel sudah yakin bahwa di dalam sana ada wanitanya dan
Brakkk ...
Samuel langsung mendobrak pintunya dan dia pun terkejut mendapati tubuh Amora yang sudah terkapar tak berdaya di lantai toilet tersebut.
" Amora! sayang, bangunlah. Jangan membuat ku cemas, by. " Ujar Samuel yang menepuk-nepuk pelan pipi Amora.
" Sam, bawa langsung ke rumah sakit. " Samuel tak percaya melihat wajah panik mamihnya.
Selama ini Samuel melihat mamihnya yang begitu sangat membenci Amora. Bahkan saat Amora sakit mamihnya tak pernah peduli sedikitpun. Tapi kali ini, Samuel nampak tidak percaya melihat wajah panik mamihnya itu.
" I-iya, mam. " Samuel langsung menggendong tubuh Amora ala bridal style keluar dari toilet menuju rumah sakit.
__ADS_1
~Bersambung~
Likenya jangan lupa😘