
Happy Reading :)
^^^
Setibanya di mansion pribadinya. Samuel langsung memasuki mansionnya dengan ekspresi marahnya.
" Selamat datang tuan muda. " Ujar Bi Yati yang menyambut kepulangan Samuel.
" Dimana gadis itu? " Ujar Samuel dengan tatapan tajamnya.
" No-nona anu tuan " Ujar Bi Yati yang gugup, Bi Yati tidak ingin membuat nona mudanya itu terkena masalah.
" KATAKAN DENGAN BENAR!!! " Bentak Samuel dengan bertambah emosi.
" Maaf tuan, nona sedang istirahat di kamarnya. " Ujar Bi Yati dengan menunduk saat merasakan aura mencengkram di dekatnya.
Tanpa sepatah kata lagi, Samuel langsung berjalan menuju kamar belakang yang di sediakan khusus pembantu.
Brakk ...
Samuel menendang pintu kamar tersebut dan melihat Amora yang masih terlelap tidur dengan posisi badan yang meringkuk.
" Enak banget dia tidur. " Gumam Samuel dengan mengepalkan tangannya dan berjalan mendekati Amora.
" Eughh. " Lenguh Amora dengan mengubah posisi tidurnya.
" Ehhh pembunuh bangun! " Ujar Samuel yang sudah berada di sebelah Amora.
Tapi tidak ada jawaban sama sekali dari Amora. Malah wanita cantik itu makin bertambah nyenyak tidurnya.
" PEMBUNUH BANGUNN!!! " Teriak Samuel dengan menepuk nepuk pipi Amora dengan kencang.
" Hmm, tu-tuan. " Lirih Amora yang sudah bangun dari tidurnya dan terkejut mendapati kehadiran Samuel di kamarnya.
" Nyenyak tidurnya, hmm? " Ujar Samuel dengan menatap tajam Amora.
" Ma-maaf tuan. " Ujar Amora yang masih duduk di atas ranjangnya dengan pandangan menunduk.
__ADS_1
" Maaf? Maaf mu gak cukup wanita pembunuh! " Ujar Samuel yang langsung menarik tangan Amora supaya berdiri.
" Aww, sa-sakit tuan. " Ujar Amora dengan meringis sambil memukul-mukul tangan Samuel yang mencengkram pergelangan tangannya.
" Wanita seperti mu pantas di hukum! " Samuel langsung menarik Amora menaiki anak tangga menuju kamarnya.
Sedangkan Bi Yati yang melihatnya hanya bisa terdiam menunduk. Ingin sekali wanita paruh baya itu membantu nona mudanya, tapi dia tidak punya hak dan kuasa di sini.
Brakk ...
Samuel menendang pintu kamarnya dengan kasar dan menjatuhkan tubuh Amora di atas ranjang king sizenya.
" Hikss, ma-maaf kan saya tuan hikss. " Ujar Amora dengan memohon sambil terus menangis.
" Maaf, maaf, maaf, gua muak dengernya!!! " Bentak Samuel dengan menatap Amora tajam.
" Hikss, Ma-maaf. Ta-tadi badan saya tidak enak tuan. " Ujar Amora dengan terus terisak.
" Alah, banyak alasan!!! " Teriak Samuel dengan masih menatap tajam Amora.
" Hikss, sa-saya tidak berbohong tuan, hikss. " Ujar Amora yang takut saat melihat Samuel yang membuka ikat pinggangnya.
" Hikss, sa-saya mohon tuan jangan lakukan itu hikss, saya tidak berbohong. Tolong percaya, hikss. " Ujar Amora dengan terus memohon saat Samuel sudah merangkat naik menghampirinya.
" Shutt, diamlah. Nikmati saja hukuman mu. " Ujar Samuel yang langsung mencium leher Amora dengan kasar.
" Hikss, hen-hentikan tuan, saya mohon. " Ujar Amora yang terus berusaha menahan wajah Samuel yang terus menciumi lehernya.
" DIAM!!! " Bentak Samuel dengan langsung menahan tangan Amora di atas kepalanya.
" Kita langsung ke intinya saja. " Smirk Samuel yang mulai mengarahkan juniornya masuk kedalam sarangnya.
" Ti-hoekk. " Amora merasakan mual di perutnya kembali dan membuat Samuel menghentikannya.
" Kau kenapa? " Ujar Samuel yang melihat wajah Amora yang pucat.
" Mi-hmm, gir tuan. " Ujar Amora dengan mendorong tubuh Samuel agar tuan dari atas tubuhnya.
__ADS_1
" HEYY! KAU KENAPA?!!! " Teriak Samuel saat Amora langsung berlari menuju kamar mandi.
Di dalam kamar mandi Amora terus memuntah semua isi perutnya.
" Hooekk, hoeekkk. "
Samuel yang melihatnya langsung berjalan mendekat dan mengelus punggung Amora.
" Kau kenapa? " Ujar Samuel dengan lembut dan berusaha menghilangkan amarahnya.
" Hooekk, Hoekk. " Bukannya menjawab, Amora malah semakin merasakan mual saat Samuel mendekatinya.
" Ti-tidak papa tuan, bi-bisakah tuan menjauh dari saya? " Ujar Amora dengan menatap Samuel.
" Kau mengusir ku?! " Samuel mengepalkan tangannya menahan emosinya.
" Bu-bukan begitu tuan, saya merasa mual kalah tuan dekat-dekat saya. " Ujar Amora dengan menunduk takut saat Samuel menatap tajam ke arahnya.
" Ahh! ya sudahlah! Sini aku bantu, kau istirahat saja dan hukuman mu ku batalkan. " Ujar Samuel yang tidak tega melihat wajah Amora yang memucat.
" Ma-makasih tuan. " Ujar Amora yang di dalam hatinya senang karena Samuel tidak menghukumnya.
" Hmm, kau tunggu disini. Aku ke bawah sebentar. " Ujar Samuel yang merebahkan tubuh Amora hati-hati di atas ranjang.
" Ma-maaf tuan, saya istirahat di kamar saya saja. " Ujar Amora yang ingin pergi tapi di tahan Samuel.
" Tetap disini! " Ujar Samuel dengan penuh penekanan.
" Ba-baiklah tuan. " Ujar Amora dengan menundukkan kepalanya.
" Good Girl, kau tiduran saja dan ingat jangan kemana-mana. " Ujar Samuel yang langsung mencium kening Amora sebelum pergi.
~Bersambung~
Aku udah turutin keinganan kalian yang nyuruh aku double up, malah aku panjangin nih episode khusus buat kalian😌 Tapi aku juga minta nih sama kalian buat like terus di setiap episodenya😘
Jangan jadi silent readers ya guys😉 Dan juga jangan cuma komen aja tapi gk like:v
__ADS_1
Okay, see you😘