Crazy Love

Crazy Love
5


__ADS_3

"Eh mati... mampus..." gumam prilly yang langsung mengambil ponselnya yang tergeletak di nakas kamarnya.


Dengan cepat Prilly pun mengcharger ponselnya kemudian ia pun mengaktifkan ponselnya. Ada perasaan was-was karena dari malam ia tidak memegang ponselnya sama sekali, ia langsung istirahat setelah Teo keluar apartemennya.


My bad boy


Sayang kamu dimana?


Kamu baik-baik aja kan.


Kenapa chat ku gak dibales.


Haloow


Sayang


Ila sayang.


Please jangan bikin aku kuatir


Pasti ada yang gak beres sama keadaanmu.


Sayang.


Kabarin please.


Prilly mengusap wajahnya dengan gusar ia pun langsung membalas pesan dari Elvano.


Prilly


Maaf sayang ponselku mati dari kemarin.


Kemarin agak gak enak badan sayang,


Jadi baru aku aktifin.


Maaf ya sayang.


Kamu lagi apa sayang?


Disini udah pagi disana masih siang ya.


Prilly pun meletakkan kembali ponselnya lalu ia pun berjalan keluar kamar menuju dapurnya berada. Teo pun dengan cekatan mengambil bahan-bahan sayuran untuk membuat menu sarapan yang sehat.


"Mandi dulu gih." Ucap Teo yang melihat kehadiran Prilly.


"Ok." Jawab Prilly kemudian balik kekamarnya.


Setelah membersihkan tubuhnya Prilly pun mengenakan kaos berlengan pendek berwarna navy dengan celana hot pants berbahan jeans.


"Harum banget si." Ucap Prilly yang berjalan kedapurnya.


"Ayo makan terus kita nonton film sampek puas." Ucap Teo tersenyum.


Teo merasa sepi jika ia tak bertemu Prilly mungkin karena keceriaan Prilly membuat suasana disini seakan hidup. Ia menganggap Prilly adalah Adiknya juga mereka berasal dari negara yang sama.


Mereka pun mulai menyantap makanan sesekali candaan keluar dari mulut Teo. Setelah selesai mereka pun duduk sambil menonton film yang Teo ambil dari apartemennya.


"Wah ini aja ya." Ucap Prilly yang memilih film indonesia berjudul PEREMPUAN-PEREMPUAN LIAR.


"Ok" jawab Teo memasukan film itu ke dvd.


Sesekali mereka tertawa melihat adegan yang lucu dan sedikit menegangkan itu. Setelah puas menonton Prilly bersandar di sofa sesekali memejamkan matanya.


"Gila ya mereka," ucap Prilly terkekeh.


"Iya apa lagi Dom yang jatuh cinta sama Mey. Ah pengorbanan mereka banyak banget." Ucap Teo menimpali.


"Apa lagi keduanya dijodohin gitu. Tapi malah ujungnya mereka saling cinta. Mana si Gary tunangan Mey cuma mengincar harta orang tuanya Mey." Ucap Prilly yang semangat menceritakan film itu.


"Iya bener banget." Ucap Teo tersenyum.


Mereka pun semakin bersemangat membahas film-film yang mereka tonton. Setelah puas Teo pamit pulang karena ada keperluan, Prilly pun mengangguk mengizinkan Teo pergi.


Indonesia


Matahari sudah mulai condong ke barat hari sudah mulai Sore Elvano sedang berada di rumah sahabatnya Agra bersama dengan Bryan dan Sean. Mereka semua sedang memainkan game Mobile legends keseruan mereka tak kalah heboh saat pertarungan mereka menang.


Ting


Elvano menerima pesan dari kekasihnya prilly, Karena masih tanggung bermain ia pun mengeres pesan tersebut agar tidak muncul lagi. Tak lama permainan selesai ia pun segera membaca pesan dari Prilly, dengan segera ia membalasnya.


Elvano


Kmu skit?


Kenapa gak bilang sih.


Udah priksa?


Maaf sayang ponsel aku matikan karena aku ngambek


tapi aku gak tau kalau ternyata kmu sakit.


"Bentar gaes." Ucap Elvano lalu mengdial nomor kekasihnya, panggilan berdering namun tidak di angkat.


"Ngapain Van?" Tanya Agra.


"Nelpon cewek gue, dia sakit." Ucap Elvano yang terlihat ada kecemasan di wajahnya.


"Prilly sakit apa?" tanya Bryan.


"Mana gue tau makanya ini di telepon." Ucap Elvano yang masih menelpon Prilly berkali-kali.


"Gimana bisa ga?" tanya Agra.

__ADS_1


"Gak diangkat." Ucap Elvano pasrah.


"Mungkin lagi istirahat, Positif thingking ajalah." Ucap Agra.


"Yups." Ucap Elvano. Mereka pun kembali melanjutkan gamesnya.


Di tempat yang berbeda Rea tengah memainkan ponselnya ia mencoba menghubungi Teo namun tak di jawab, dengan kesal ia pun meletakkan kembali ponselnya. Namun karena merasa bosan ia pun langsung menyalakan laptop miliknya ia pun memilih menonton Drakor.


Malam pun tiba ponsel Rea berbunyi dengan nyaringnya dengan langkah cepat ia mengangkat panggilan tersebut. Ternyata tunangannya yang menghubungi melalui panggilan Video.


Teo terlihat sedang tiduran di kamarnya ia menggunakan satu tangannya untuk dijadikan bantal ia tersenyum saat melihat wajah cemberut Rea.


"Duh ada yang kangen aku nih." Ucap Teo diseberang.


"Gak B aja." Jawab Rea.


"Kangen juga gak papa lagi Re." Godanya.


"Bodo!" Jawab Rea yang masih kesal.


"Ngambek nih, Maaf ya tadi lagi di apartemen temen keseruan nonton film. Kamunya juga di hubungi gak bisa-bisa ya udah main aja mumpung libur ini." Ucap Teo terkekeh.


"Temen? Cewek apa cowok?" Tanya Rea penasaran.


"Kepo dia. hahahahha..... Maunya apa?" Ucap Teo.


"Ih kok ngatain kepo sih, Habis kamu kan jarang banget gitu main ke apartemen orang." Ucap Rea.


"Masa? Kok tau banget si sayang kamu soal aku." Ucap Teo tertawa senang.


"Ya tau lah secara kamu kan tunangan aku gitu masak aku gak tau." Ucap Rea tak lupa di akhiri oleh bibir manyunnya.


"Oh iya ya. Rere ku memang is the best." Ucap Teo dengan mengajungkan ibu jarinya.


Hoammm


"Udah ngantuk aja kamu re." Ucap Teo yang tersenyum melihat mata sayu Rea.


"Ngantuk bangettttt." Jawabnya.


"Iya udah bubuk gih, aku temenin." Ucap Teo.


Ini lah kebiasaan yang jarang mereka lakukan, teo sangat suka menemani Rea tidur, Panggilannya akan di matikan jika Rea sudah tertidur pulas.


***


Hari pertama masuk perkuliahan membuat Rea harus berlari menuju gedung B dimana ia akan belajar, 10 menit lagi kelas akan dimulai. "Arghh ini gara-gara nonton drakor pagi-pagi." Gumam Rea sambil berlari kecil.


"Aduh mampus telat." Pekik Rea saat melihat pintu ruangannya baru ditutup.


Tok tok tok


"Masuk" Ucap dosen yang mengajar di kelasnya.


"Duduk. Lain kali saya tidak mau ada yang terlambat ketika pintu kelas sudah ditutup." Ucapnya tegas.


"Baik pak." Jawab mereka bersamaan.


"Ok. Karena ini baru awal pertemuan saya akan mengisinya dengan sesi perkenalan dan peraturan selama saya mengajar." Ucapnya memberi jeda.


"Perkenalkan nama saya Oscar Kurniawan. Saya lulusan S1 di Universitas ini dan untuk S2 saya lulusan Universitas japan. " Ucap Oscar memperkenalkan diri. Ia pun mulai mengenal mahasiswanya dengan mengabsen satu persatu.


"Karena ini sudah mau habis waktu saya mengajar jadi sebelum saya akhiri, saya hanya mau mengingatkan kepada kalian kalau sistem mengajar saya sangat mudah, jika kalian tidak tau bertanyalah karena saya paling suka dengan mahasiswa yang aktif. Dan saya tidak suka ada mahasiswa saya yang terlambat." Ucap Oscar.


"Baik pak." Ucap mereka serempak.


"Perkuliahan hari ini cukup dan ini ada bahan pembelajaran kalian minggu depan akan ada sesi tanya jawab dan semua yang akan saya tanyakan ada di materi ini. Saya permisi selamat siang." Ucap Oscar lalu meletakkan bahan materi di meja dan ia pun keluar dari kelas.


"Rea dosennya ganteng banget." Ucap Dinda sambil menyenggol lengan Rea saat keluar dari kelasnya.


"Biasa aja ah." Ucap Rea cuek.


"Ya tuhan kamu lihat tubuh kekar dan cool kayak gitu aja kamu bilang biasa Re Sadar woi.... Sadar napa..." Ucap Dinda sambil mengoyang-goyangkan tubuh Rea.


Dinda adalah temen sekelas Rea, ia anaknya supel tapi terlalu berlebihan apa lagi berkaitan dengan cogan-cogan pasti langsung heboh sendiri.


"Ya udah lah ya gue laper Din. Lo ikut gak?" Tanya Rea sambil memegang perutnya.


"Sorry gue harus kefakultas sebelah biasa nemuin cogan gue." Ucapnya terkekeh.


"Ah loh mah. Oke deh bye Dinda." Ucap Rea lalu berjalan meninggalkan dinda yang berjalan kearah yang berbeda dengannya.


 Rea bergegas berjalan kearah kantin karena ia lupa untuk sarapan beruntung perkuliahannya belum berjalan efektif sehingga ia dapat menahan rasa laparnya.


Bugh


Tubuh Rea menabrak dada bidang seseorang, membuat hidungnya terpentok dada itu, Rea meringis sambil memegang hidungnya yang sakit.


"Bego jalan pakai mata." Ucap orang itu sambil menatap sengit kearah Rea.


"Apa lo bil-.. Kak Elvano" Ucap Rea saat melihat orang yang yang ia tabrak.


"Apa lo liat-liat." Ucap Elvano ketus.


"Whatever" Ucap Rea sambil memutar bola matanya malas kemudian ia pun memilih berjalan melewati Elvano.


"Dasar gak tau diri bilang maaf kek apa kek malah langsung lewat tanpa permisi." Ucap Elvano dengan suara sedikit keras membuat langkah Rea berhenti lalu berbalik.


"Apa lo bilang?" Tanya Rea yang emosinya sudah sampai ke ubun-ubun.


"Gue bilang lo gak tau diri udah nabrak malah gak minta maaf." Ucap Elvano dengan sengaja memancing kemarahan Rea.


"Helo gue minta maaf sama lo. Mimpi sono." Ucap Rea lalu berjalan meninggalkan Elvano melonggo.


"Shit." Maki Elvano yang kesal lalu kembali kekelasnya.

__ADS_1


"Kenapa muka lo ditekuk mulu." Ucap Bryan.


"Udah jangan dibahas males gue sama cewek saraf kayak dia." Ucap Rea kesal saat membayangkan wajah Rea yang songong itu.


"Rileks brother." Ucap Bryan sambil menepuk pelan pundak Elvano.


"Dosen dateng woi!" teriak teman-teman yang masuk kedalam kelasnya.


Pelajaran pun memang belum efektif di mulai minggu pertama hanya untuk sesi perkenalan dan pembagian materi, agar para mahasiswa dapat mempelajari materi yang akan di sampaikan minggu depan.


****


Beberapa bulan kemudian


Hari berganti hari bulan berganti bulan, tak terasa liburan semester pun akan tiba mereka sedang sibuk mempersiapkan Ujian Akhir Semester, namun tak sedikit juga yang pusing untuk mencari tempat magang untuk Mahasiswa yang sudah masuk semester ke-6.


"Ohiya gimana nih KKN nya jadi ambil liburan ini. Kalau iya ayo kita urus biar setelah UAS kita langsung cabut KKN." Ucap Sean yang duduk disebelah Elvano dan berhadapan dengan Bryan di cafe miliknya.


"Jadi lah. Itu urusan gue kalian tinggal setor muka aja." Ucap Bryan terkekeh.


"Belagu lo mentang-mentang anak rektor." Ucap Elvano menonyor kepala Bryan.


"Oh Shit man." Umpat Bryan dengan tawanya.


"Wih Mulai sombongnya" Ucap Sean yang tertawa.


"Cabut yuk." Ajak Bryan yang sudah menyampirkan tasnya di bahunya.


"Kemana?" Tanya Elvano sambil mengernyitkan dahinya.


"Cari gebetan. Ayo cabut." Ucap Bryan kemudian keluar cafe diikuti kedua sahabatnya.


"Gebat gebet mulu si lo. Anak mana lagi yang mau lo gebet?" Tanya Elvano penasaran.


"Adalah anak Maba bro cari yang fresh gitu lo. Entar lo juga tau. Btw lo gak bosen nunggu Prilly bro." Ucap Bryan dengan menyenggol lengan Elvano.


"Gak. Gue gak bosen nunggu dia, dia itu cinta mati gue man." Ucap Elvano dengan sungguh-sungguh.


"Lo bisa kali cari temen deket, ya sekedar untuk hangout atau belajar bareng minimal." Ucap Sean menambahi.


"Aish gaya lo." Ucap Elvano lalu menonyor kepala Sean.


"Ampun bos" Ucap Sean sambil mengacungkan jari telunjuk dan jari tengah yang menandakan piss.


Mereka masuk kedalam mobil masing-masing kemudian menuju ketempat mereka janjian. Sean tidak membawa mobil ia lebih memilih bersama Bryan, sedangkan Elvano ia membawa mobil sendiri, ia mengikuti mobil Bryan dari belakang.


Tak lama setelah mobil sport milik Bryan terparkir disekitar area pantai yang terkenal di jakarta, mereka pun turun dari mobilnya. Setelah itu mereka pun masuk kedalam jet sky cafe, Bryan memilih duduk yang berada di sudut yang berada di outdoor cafe, Elvano dan Sean memilih mengekor dibelakangnya.


Bryan yang sudah duduk pun mengedarkan pandangannya keseluruh cafe, karena yang di cari tidak ada ia pun memegang ponselnya lalu menempelkannya di telinganya.


"Halo. Lo dimana?" Tanya Bryan. "Oh... Iya udah gue udah di cafe.... iya... bye..." begitulah percakapan Bryan dengan orang yang akan ia temui.


"Telpon siapa lo?" Tanya Sean yang duduk di sebelah Bryan.


"Gebetan gue." Ucap Bryan terkekeh.


"Modus terus lo mah." Ucap Elvano dengan mengelengkan kepalanya.


Tak sampai 10 menit orang yang ditunggu pun datang, pandangan Bryan menatap seseorang yang berdiri di pintu penghubung antara dalam cafe dengan outdoor cafe. Gadis itu mengedarkan pandangannya hingga mata Bryan dan gadis itu bertemu.


Sean yang dari tadi sibuk memperhatikan Bryan pun menyenggol lengan Elvano yang duduk disebelahnya, Elvano yang merasa di senggol pun menoleh kearah Sean. "Apaan." Ucap Elvano yang kembali sibuk dengan ponselnya.


"Liat dulu depan lo." Ucap Sean lalu di ikuti oleh Elvano.


Mata Elvano membulat saat melihat seorang gadis yang berdiri di pintu penghubung. Gadis tomboy yang sangat ia hindari karena Elvano tidak menyukai gadis barbar seperti itu.


Bryan pun melambaikan tangannya pada gadis itu membuat ketiga gadis tersebut berjalan menghampiri meja mereka. Ketiga gadis itu adalah Gabriella, Ersya, dan Rea.


"Hai" sapa Ersya pada Bryan dan disambut senyum di bibir Bryan dan Sean, tapi tidak buat Elvano ia mengatupkan bibirnya rapat.


"Duduk" Ucap Bryan mempersilahkan duduk sehingga posisinya duduk mereka berhadapan.


"Kalian pesen apa?" Tanya Bryan pada ketiga gadis itu.


"Samain aja lah." Jawab Ersya, yang membuat Gabriella dan Rea mengangguk.


"Ohiya kalian pasti udah kenal kan ini Sean si pembawa acara sama itu Elvano si Ketua Ospek  kemarin." Ucap Bryan memperkenalkan sahabatnya yang disambut oleh Elvano dengan mutar bola matanya malas.


"Salam kenal kak. Kenalin saya Ersya, ini gabriella panggil aja ella dan itu Rea." Ucap Ersya sambil tersenyum.


"Tunggu deh lo bukannya cewek yang dulu pas Ospek yang selalu kena hukum gara-gara ngebantah terus kan." Ucap Bryan dengan tawanya yang membayangkan saat ia menghukum Rea.


"Gimana gak dihukum terus orang kalian aja pilih kasih. Gak adil lah." Ucap Rea yang angkat bicara.


"Ya gimana gak dihukum, orang ceroboh dan selalu menyela omongan orang." Ucap Elvano yang menatap sengit pada Rea.


"Ohiya." Ucap Rea dengan nada ketus.


"Udah udah kita disini niatnya bukan buat berantem lho." Ucap Ella menengahi.


Mereka pun akhirnya hanya menjadi pendengar, sedangkan keempat orang tersebut saling bercerita dan mereka saling menyambung.


"Eh kak berarti bentar lagi kalian lulus ya semester depan." Ucap Ella pada Sean


"Yups bener, lagi kejar target lulus 3 setengah tahun lah." Ucap Sean terkekeh.


"Enak dong bentar lagi bisa langsung kerja." Ucap Ersya yang menimpali.


"Enak apanya? gak lah kerja gak enak." Ucap Bryan terkekeh.


"Aduh kerja kok malah gak enak. Jelas enaknya lah kan kalau udah matang bisa cepet nikah." Ucap Ersya dengan jelas yang membuat Rea tersedak.


Uhuk uhuk


Tobe continued

__ADS_1


__ADS_2