
Happy Reading :)
^^^
Keesokan harinya, Amora yang tengah bersih-bersih taman belakang setelah Samuel pergi ke kampus. Tak lama kemudian terdengarlah suara bel.
Tingnong ...
Amora langsung terburu-buru membukakan pintu dan melihat Anjel, Kinara dan juga Mutiara yang berdiri di depan pintu.
" Aunty. " Ujar Amora dengan terkejut melihat kehadiran ketiganya.
" Kau sedang apa, hmm? " Ujar Anjel yang melihat penampilan Amora yang seperti pelayan.
Entah kenapa Anjel melihatnya merasakan sedih tak mampu menjaga putri dari orang yang pernah menyelamatkan nyawanya dari kecelakaan pesawat.
" Ayo masuk. " Ujar Amora dengan membuka pintunya lebar-lebar dan berjalan mengikuti ketiganya menuju ruang tengah.
" Samuel kemana, Ra? " Ujar Kinara yang sudah duduk di sofa begitupun dengan Anjel dan Mutiara.
" Tuan Sam baru saja pergi ke kampus. " Ujar Kinara dengan berdiri di depan mereka.
" Mau minum apa? " Tanya Amora dengan tersenyum.
" Apa saja. " Ujar Kinara dan diangguki Anjel.
" Baik, nyonya mau minum apa? " Ujar Amora dengan hati-hati.
" Apa saja. " Ujar Mutiara dengan ketus.
__ADS_1
" Baik, tunggu sebentar. " Ujar Amora yang langsung berjalan menuju dapur.
Setelah kepergian Amora. Anjel mencoba membujuk Mutiara supaya menyuruh Samuel untuk membebaskan Amora.
" Mut gua bisa minta tolong? " Ujar Anjel dengan menatap serius ke arah Mutiara.
" Katakan. " Ujar Mutiara yang bingung dengan adik iparnya itu sekaligus sahabatnya sejak remaja.
" Suruh Samuel bebasin Amora, gua sedih aja lihat Amora di perlakukan seperti pelayan begitu. " Ujar Anjel dengan memasang tatapan memohonnya.
" Gak bisa, lagian itu balasan dari perbuatannya yang udah bikin Samuel koma. " Ujar Mutiara.
" Ayolah mut, itu cuma kecelakaan. Lagian Samuel juga sekarang udah kembali sehat, gak baik dendam terus menerus. " Ujar Anjel dengan memegang telapak tangan Mutiara.
" Segampang itu? Gua tau Njel, dia putrinya Fania. Tapi jangan mentang-mentang dia putrinya Fania bisa dengan gampangnya melakukan perbuatan seperti itu ke Sam. Sampai kapanpun gua gak bakal maafin. " Ujar Mutiara yang langsung pergi menuju ke lantai 2 untuk beristirahat sambil menunggu putranya pulang.
Anjel menghelas nafas mendengar penolakan kakak iparnya itu. Dan tanpa mereka ketahui sejak tadi Amora mendengarnya percakapan keduanya.
" Aunty, kak kinar ini minumannya. " Ujar Amora dengan meletakkan kedua gelas berisi es jeruk di atas meja.
" Makasih sayang. " Ujar Anjel dengan langsung meminumnya.
" Thanks, Ra. " Ujar Kinara dengan tersenyum dan langsung meminumnya juga.
Amora hanya menanggapi dengan tersenyum dan duduk di sebelah Anjel.
" Sayang apa kau baik-baik saja disini? " Tanya Anjel yang sudah meletakkan gelasnya kembali di atas meja.
" Baik, aunty. " Ujar Amora dengan tersenyum.
__ADS_1
" Sayang panggil mommy saja. Kenapa kau sekarang manggil mommy aunty, hmm? " Ujar Anjel dengan menatap Amora yang menunduk.
" Maaf aunty. " Ujar Amora dengan menunduk.
" Panggil mommy saja oke? " Ujar Anjel dengan tersenyum sambil mengusap telapak tangan Amora.
" Baik mommy. " Ujar Amora dengan tersenyum.
" Nahh kalau gitu kan enak di dengar. " Ujar Anjel dengan tersenyum.
" Oh ya ra, lu dua hari sekali main lah ke mansion. " Ujar Kinara dengan menatap Amora.
" I-iya kalau di bolehin tuan Sam. " Ujar Amora dengan ragu-ragu.
" Tenang nanti mommy yang bilangin, kalau dia gak ngebolehin. " Ujar Anjel.
" Aunty? " Suara seseorang dari belakang mereka membuat ketiganya langsung menoleh.
" Sam. " Ujar Anjel yang menatap Samuel yang berjalan menghampiri ketiganya.
" Ada apa kalian kesini? " Tanya Samuel dengan menatap keduanya dan menatap tajam ke arah Amora.
" Ohh jadi aunty sama Kinar gak boleh gitu main kesini? " Tanya Anjel dengan menatap tajam ke arah keponakannya itu yang sedang menatap tajam Amora.
" Bukan gitu aunty, Ahh ya sudah lah. " Ujar Samuel dengan pusing kalau berdebat dengan auntynya itu.
" Dan kau siapkan ku air hangat, gua mau mandi. " Ujar Samuel dengan menatap sinis ke arah Amora.
" Baik tuan, kalau begitu saya permisi. " Amora langsung pergi meninggalkan mereka menuju lantai 2 menuju kamar pribadi Samuel.
__ADS_1
~Bersambung~