
~Happy Reading~
Sebelum atau sesudah membaca biasakan selalu menekan Like, Fav, Rate 5 Bintang, karena semua itu GRATIS loh 😊😗
°°°
Setibanya di mansion. Samuel menyuruh Amora untuk turun, pasalnya wanita cantik itu tidak ingin turun dari mobil dan terus mengatakan ingin pulang.
" Turun! " Ujar Samuel menatap Amora dengan tajam.
" Tidak! aku mau pulang. " Ujar Amora dengan terus menangis.
" Pulang? Ini tempat tinggal mu, mau pulang kemana lagi?" Ujar Samuel mulai menarik tangan Amora turun dari mobil.
" Tidak! Ini bukan rumah ku, kumohon tuan lepaskan aku, hikss. " Ujar Amora yang berusaha melepaskan genggaman tangan Samuel di tangannya.
Samuel terus menarik tangan Amora sedikit kasar dan berhasil. Samuel kembali menarik tangan Amora memasuki mansion, tanpa memerdulikan Amora yang terus berteriak ingin di lepaskan.
Sampai Samuel berhenti di depan lift dan menarik tangan Amora kembali memasuki lift menuju lantai atas dimana kamarnya berada.
" Hikss, tuan kumohon lepaskan aku! " Ujar Amora yang terus memberontak melepaskan genggaman tangan Samuel di pergelangan tangannya.
" Diam! " Samuel menatap Amora dengan tajam.
" Hikss, tuan mau apa lagi? Belum puas selama ini tuan menyiksa saya? Memperlakukan saya seperti boneka sexs tuan?! " Teriak Amora dengan diiringi tangisan yang memilukan.
Samuel hanya diam. Dia mencoba menahan amarahnya, dia tidak ingin menyakiti Amora lagi seperti dulu. Yang dia inginkan sekarang hanya hidup berdua bersama wanitanya, Amora.
Tingg ...
Pintu lift terbuka, Samuel kembali menarik tangan Amora menuju kamarnya.
__ADS_1
Cklek ...
Di bukanya pintu kamarnya. Amora menatap kedalam kamar itu dimana Samuel merenggut mahkota yang paling berharga di hidupnya.
Samuel yang ingin menarik tangan Amora lagi harus terhenti saat Amora memegang knop pintu dan menahannya sekuat tenaga.
" Lepas! " Ujar Samuel dengan penuh penekanan dan Amora menggelengkan kepalanya.
" Lepas!!! " Teriak Amora menggerak-gerakkan tangannya yang berada di genggaman Samuel.
" Lepas! " Samuel kembali mengulangi kata-katanya untuk kedua kalinya dan tetap di jawab gelengan kepala oleh Amora.
" KU BILANG LEPAS AMORA!!! " Bentak Samuel yang sudah kehabisan kesabarannya menghadapi sikap Amora yang keras kepala.
" Gak, hikss, lepaskan. " Ujar Amora dengan memohon.
Samuel yang sudah kehabisan kesabaran itu langsung melepaskan paksa tangan Amora dari knop pintu itu dan menggendong tubuh Amora apa bridal style.
Di lemparnya lah tubuh Amora ke atas ranjang dan membuat Amora meringis merasakan sakit di perutnya.
" Yang kuat sayang. " Ujar Amora di dalam batinnya sambil mengelus perutnya yang terasa sakit.
Samuel mulai naik ke atas ranjang dan mengukung Amora di bawah tubuhnya.
" Kau kenapa? " Tanya Samuel yang melihat wajah Amora yang pucat seperti menahan rasa sakit.
Amora hanya diam saja dan membuat Samuel bertambah kesal.
" AMORA! " Bentak Samuel menatap Amora yang berada di bawahnya dengan tajam.
Lagi dan lagi Amora hanya diam saja. Dia mencoba menahan rasa sakit di perutnya. Yang dia takutkan sekarang kondisi kandungannya, tapi kalau dia mengatakannya bisa-bisa Samuel akan tau dan akan menyuruhnya untuk menggugurkan kandungannya.
__ADS_1
" Sayang, katakan kau kenapa, hmm? " Tanya Samuel dengan lembut.
" Tidak. " Ujar Amora dengan ketus dan dia bersyukur rasa sakit di perutnya berangsur-angsur menghilang.
" Aku tidak suka kebohongan, katakan! " Ujar Samuel dengan penuh penekanan.
" Ku bilang tidak ya tidak!!! " Teriak Amora dengan kesal, dia paling tidak suka sikap Samuel yang pemaksa ini.
" Huftt, baiklah. Maafkan aku okay. " Ujar Samuel yang bangkit dan rebahan di sebelah Amora.
" Tidurlah. " Ujar Samuel menarik tubuh Amora kedalam pelukannya.
" Tidak! Aku tidak biasa tidur siang, lepaskan. " Ujar Amora mencoba melepaskan pelukan Samuel.
" Mulai hari ini, kau harus terbiasa. " Ujar Samuel yang makin mengeratkan pelukannya.
" Y-ya baiklah, lepaskan dulu. ini terlalu erat, aku ti-tidak bisa be-bernafas tuan. " Ujar Amora dengan tersenggal-senggal.
" Maafkan aku sayang. " Samuel mulai melonggarkan pelukannya dan mengecup pucuk kepala Amora.
Amora hanya pasrah dan memilih untuk memejamkan matanya. karna baginya, sia-sia saja dia memberontak, toh Samuel tidak akan melepaskannya juga dan lebih baik sekarang dia mengikuti kemauan tuannya sambil memikirkan cara untuk kabur.
~Bersambung~
Secepatnya aku bakal tamatin, karna sejujurnya aku kehabisan ide buat cerita ini dan itu membuat aku terlalu lama up cerita ini.
Karna aku juga harus baca novel sebelumnya, yang ada sangkut pautnya dengan cerita ini. Jadi tolong komennya yang baik-baik jangan komen yang buat aku down.
Aku bukannya gak profesional atau apalah itu. Tapi aku emang benar-benar kehabisan ide buat cerita ini, aku mikir alur cerita ini tuh pusing, karna cerita ini tuh belum aku buat sebelumnya, jadi benar-benar baru banget dan gak tau alurnya mau kaya gimana.
Jadi mohon pengertiannya🙏☺ Dan jangan lupa likenya, jangan cuma baca aja🤭🤣
__ADS_1