
Happy Reading :)
^^^
" Ini ya pak, kembaliannya ambil saja. " Ucap Amora yang langsung turun dan memasuki mansion kediaman WangYong.
" Ehhh! Gadis pembunuh!!! "
Amora yang baru ingin memasuki pintu utama langsung menoleh ke belakang dan melihat Mutiara yang memandang tak suka kearahnya.
" Nyonya. " Ucap Amora dengan menunduk.
" Ngapain kau kesini, hahh! "
" Sa- " Amora yang ingin menjawab harus terpotong dengan suara yang sangat dikenalnya.
" Aku yang menyuruhnya, kenapa? Ada masalah? " Ucap Anjel dengan memandang datar ke arah Mutiara.
Jujur saja Anjel sudah sangat muak dengan sikap sahabatnya itu yang berubah drastis. Anjel tak menyangka sahabatnya itu sangat pendendam atas apa yang menimpa Samuel.
" Cih, seharusnya kau tak mengundang pembunuh ini! Bisa-bisa salah satu diantara kita bakal sial di dekatnya! "
Amora yang mendengarnya langsung mengepalkan tangannya dan tak terasa buliran bening jatuh di kedua pelupuk matanya.
" CUKUP!!! "
__ADS_1
Mutiara memandang terkejut ke arah Anjel yang sekarang sudah sangat emosi. Mutiara tak menyangka sahabatnya itu akan berteriak di hadapannya.
Semua orang yang mendengar ada keriburan di depan pintu utama langsung terburu-buru menghampirinya.
" Sayang ada apa, hmm? Kenapa kau marah-marah? " Ucap Kevin yang mencoba menenangkan istrinya.
" Kau lihat gadis pembunuh! Karna kehadiran kau merubah sahabat ku! PUAS KAU!!! " Bentak Mutiara dengan menunjuk-nunjuk wajah Amora.
Plakk ...
Anjel memukul lengan Mutiara yang digunakan untuk menunjuk putri dari sahabat sekaligus orang yang menolongnya dulu.
" KU BILANG CUKUP! " Ucap Anjel dengan penuh amarah.
" Aku tak menyangka sikap mu sekarang sangat rendahan! " Ucap Anjel yang berhasil menohok Mutiara.
" Apa yang kau katakan, hah?! Aku masih Mutiara yang dulu! Aku seperti ini karna DIA PANTAS DI PERLAKUKAN SEPERTI INI!!! " Ucap Mutiara dengan menunjuk Amora yang tengah menunduk.
" Singkirkan tangan mu! " Ucap Anjel dengan menepis tangan Mutiara.
" Kau bilang apa tadi? Kau masih Mutiara yang dulu? Hahahaha kau lucu sekali sobat. " Ucap Anjel dengan terkekeh geli mendengarnya.
" SAHABAT KU DULU TIDAK SEPERTI INI!!! " Bentak Anjel dengan menatap tajam ke arah Mutiara.
Semua orang hanya bisa menyaksikan saja. Mereka tau kalau Anjel sudah semarah ini, pasti Mutiara sudah sangat keterlaluan terhadap Amora.
__ADS_1
Mereka juga sangat tak suka dengan Mutiara yang sekarang. Mutiara yang sekarang lebih terkesan sangat pendendam dan tak punya hati.
Bukannya setiap manusia yang hidup di dunia ini pernah melakukan kesalahan? Dan bukannya mereka semua perlu di berikan kesempatan kedua?, Tapi sikap Mutiara ini menunjukkan bahwa dia yang paling benar menghakimi seseorang.
" Begitukah?! " Ucap Mutiara dengan berjalan mendekati Anjel.
" COBA KAU YANG DI POSISI KU! MELIHAT PUTRA MU KOMA KARNA GADIS INI! APA YANG KAU LAKUKAN?! PASTI KAU JUGA AKAN SAMA DENGAN APA YANG KU LAKUKAN! " Bentak Mutiara dengan air mata yang menetes di kedua pelupuk matanya.
" SAMA? mungkin kalau aku ada posisi mu, aku akan lebih bijak menyikapinya. Bukankah setiap orang pernah melakukan kesalahan? Dan bukankah semua orang perlu di berikan kesempatan kedua? " Ucap Anjel dengan memandang Mutiara.
" Ya aku tau, tapi kesalahan yang dilakukan gadis ini sudah SANGAT VATAL! Karna dia Sam ku hampir meninggalkan ku, hikss. " Ucap Mutiara dengan terisak mengingat saat-saat itu dia hampir frustasi mendengar kondisi putranya yang semakin hari semakin turun.
" Oh sangat VATAL ya? Bukannya kau dulu juga pernah?! Apa aku membalasnya sama dengan apa yang kau lakukan kepada Amora?! JAWAB!!! " Bentak Anjel yang membuat Mutiara diam membisu.
" Kau tidak bisa menjawabnya bukan? Kau ingat baik-baik Mutiara, kau dulu juga sama seperti Amora, sebelum kita menjadi sahabat, kau dulu sempat iri kepada ku bukan? Dan kau menyabotase mobil ku dan membuat ku hampir merenggang nyawa. Kau ingat bukan? " Ucap Anjel yang sebenarnya tidak ingin mengungkit masalah ini lagi, apalagi di depan semua orang.
" Apa? Apa yang kau katakan, sayang? " Ujar Derel yang tidak mengerti dengan perkataan adiknya.
" Sudahlah lupakan! Sebenarnya aku tak ingin mengatakan hal ini, tapi kalau dengan ini berhasil menyadarkan mu, akan ku lakukan. Ayo Amora kita masuk. " Ucap Anjel dengan menggandeng tangan Amora memasuki mansion dan diikuti yang lainnya.
Tinggal tersisa Mutiara dan Derel yang masih berada disana.
" Katakan! " Ucap Derel dengan tatapan datarnya saat istrinya menatap ke arahnya.
~Bersambung~
__ADS_1
Nihh aku double up buat kalian semua😌 Tapi tolong juga kerjasamanya dari kalian semua, untuk like setiap episode😘 See you.