Crazy Love

Crazy Love
Episode 67


__ADS_3

Three hours later...


Samuel kembali datang ke ruang rawat Amora. Tadi dia keluar membelikan makanan untuk yang lainnya. Sekalian dia memberikan waktu untuk keluarga menjenguk dan mengobrol dengan Amora.


Cklekk ...


Pintu ruang Amora terbuka, terlihat Samuel yang masuk kedalam dengan menenteng kantong plastik berukuran besar.


" Darimana Sam? " Tanya Mutiara yang melihat kedatangan putranya.


" Beli makanan buat yang lain, mih. " Ujar Samuel memberikan kantong plastik yang dia bawa tadi ke Elsa.


" Wahh tau aja gua lagi laper. " Ujar Elsa dengan terkekeh dan menerima kantong plastik itu.


" Tau lah, secara kan lo tukang makan. " Ujar Samuel membuat Elsa menatap kesal ke arahnya.


" Enak aja lo, noh si Vani yang tukang makan mah. " Ujar Elsa menunjuk ke arah sepupunya.


" Biarin, yang penting sehat. " Ujar Vani acuh, lagian dia banyak makan juga karna bawaan sang anak.


" Pantes gendut. " Ujar Elsa membuat Vani melemparkan bantal sofa ke arahnya.


" Gua gendut tuh karna hamil, emang lo gak hamil-hamil. " Celetuk Vani membuat Elsa terdiam.


Mereka semua yang ada disana langsung menatap ke arah Elsa yang kini tengah terdiam dengan raut wajahnya yang terlihat sendu.


Vani yang melihat raut wajahnya sepupunya yang berubah menjadi sendu langsung merutuki dirinya yang tidak bisa menjaga lisannya.


" Kak El, sorry. Gua gak maksud bilang kaya gitu. " Ujar Vani yang berjalan menghampiri Elsa yang tengah berdiri di sebelah brankar Amora.


Amora hanya bisa terdiam. Dia tidak ingin ikut campur dalam masalah keluarga tuannya.


" Mommy! " Suara gadis kecil yang baru masuk ke ruang rawat Amora membuat suasana yang tadinya hening dan tegang menjadi ramai.

__ADS_1


" Anak mommy kemana saja, hmm? " Ujar Elsa yang langsung menutupi kesedihannya di depan sang putri.


" Hehehe, Ara tadi pelgi sama daddy ke taman. " Ujar Ara yang merentangkan tangannya minta di gendong.


" Ohh, lain kali bilang dulu ya sama mommy. " Ara mengangguk mengiyakan.


" Mommy kenapa sedih? " Ujar Ara yang bisa melihat tatapan sendu di wajah mommynya, walaupun Elsa sudah begitu keras menutupi kesedihannya itu, tapi masih tetap terlihat oleh putrinya.


" Gak papa sayang. " Ujar Elsa dengan tersenyum.


" Kalian menyakiti mommy ku? " Tanya Ara menatap ke semua orang yang ada disana.


" Sayang maafin aunty ya, aunty gak bermaksud buat mommy Ara sedih. " Ujar Vani yang merasa bersalah.


" Kenapa aunty buat mommy Ara sedih? Ara gak suka. " Ujar Ara dengan memeluk leher mommynya.


" Iyaa sayang, maafin aunty ya. " Ujar Vani.


" Jangan minta maaf ke Ara tapi ke mommy. " Ujar Ara.


Elsa hanya mengangguk mengiyakan sambil tersenyum. Vani yang melihatnya hanya terdiam, dia tau kakak sepupunya itu belum memaafkannya. Dia sadar kata-katanya tadi sangat menyakiti kakak sepupunya itu.


" Sudah by. " Ujar Ansel membawa istrinya keluar dari ruang rawat Amora.


" Aku gak bermaksud kaya gitu, hikss. " Ujar Vani yang menangis di dalam dekapan sang suami.


" Iyaa-iyaa aku tau, udah ya jangan nangis. Nanti babynya ikutan sedih lihat mommynya nangis. " Ujar Ansel mengusap surai rambut istrinya.


Cklekk ...


Pintu terbuka dari dalam, membuat Vani dan Ansel langsung menoleh menatap Elsa yang baru keluar dari dalam ruang rawat Amora.


" Kak El - " Belum sempat menyelesaikan kata-katanya, Elsa lebih dulu memotongnya.

__ADS_1


" Sudah jangan menangis. Aku tidak papa, lagian semua yang kau katakan benar. " Ujar Elsa dengan tersenyum.


" Jangan bicara begitu kak, kakak sebentar lagi pasti hamil. Maafin aku ya kak. " Ujar Vani memeluk Elsa.


" Iyaa-iyaa gak papa, lagian sudah ada Ara di hidup kami. " Ujar Elsa dengan membalas pelukan sepupunya itu.


Axton juga keluar dari dalam dan menghampiri sang istri.


" Sebenarnya ada apa? " Tanya Axton melihat keduanya sedang berpelukan.


" Kakak ipar, maafkan aku. Tadi aku tidak sengaja mengatakan sesuatu yang menyakiti kak El. " Ujar Vani dengan menunduk setelah melepaskan pelukannya.


" Mengatakan apa? " Tanya Axton yang masih bingung.


" Gak papa sayang, tadi kita sempat bercanda dan Vani mengatakan aku belum hamil-hamil. Lagian itu semua benar, aku sampai sekarang belum juga hamil. " Ujar Elsa dengan tersenyum kecut.


Semua wanita yang sudah menikah pasti menginginkan seorang anak. Begitupun dengan Elsa, dia sangat ingin memiliki seorang anak dari rahimnya sendiri, tapi Tuhan belum memberikan anak untuk dirinya.


" Sayang walaupun kamu belum hamil, aku tetap sayang dan cinta sama kamu. Lagian kita juga sudah punya Ara, Ara anak kita juga kan? " Ujar Axton dan diangguki Elsa.


" Maafin aku. " Ujar Elsa memandang suaminya dengan sendu.


" Buat? " Tanya Axton dengan memandang bingung ke arah istrinya.


" Karna aku belum bisa kasih kamu keturunan. " Ujar Elsa yang membuat Axton langsung memeluknya.


" Jangan bicara seperti itu. Aku menikahi mu bukan untuk memiliki keturunan, tapi aku menikahi mu karna sayang dan cinta sama kamu. Masalah anak, kamu gak usah terlalu dipikirkan, kalau di kasih alhamdulillah, kalau tidak juga tidak masalah. Lagian aku juga sudah cukup punya kamu dan Ara di hidup ku. " Ujar Axton melepaskan pelukannya dan mencium kening sang istri.


" Terimakasih sayang. " Axton mengangguk tersenyum.


Vani senang melihat kakak sepupunya memiliki suami yang baik seperti Axton. Axton menerima semua kekuranganmu Elsa dan mencintai Elsa dengan tulus.


~Bersambung~

__ADS_1


Likenya jangan lupa😘


__ADS_2