Crazy Love

Crazy Love
Episode 70


__ADS_3

~Happy Reading~


Sebelum atau sesudah membaca biasakan selalu menekan Like, Fav, Rate 5 Bintang, karena semua itu GRATIS loh πŸ˜ŠπŸ˜—


°°°


Kini tinggal keduanya sama-sama saling terdiam. Harry yang bingung harus memulai pembicaraan darimana dan Amora yang takut kakaknya mengetahui dirinya hamil.


" Ka-kakak ngapain kesini? "


Akhirnya Amora lah yang mulai angkat bicara. Harry menatap sang adik dengan tatapan datarnya.


" Lo kemana aja selama ini? " Tanya Harry yang belakangan ini selalu mencari keberadaan adiknya yang tiba-tiba menghilang.


Setelah perkataan adiknya yang ingin menginap di rumah temannya. Harry mempercayainya sampai seminggu adiknya itu tidak kunjung pulang dan dia pun memutuskan untuk menjemput adiknya di rumah temannya itu.


Tapi ternyata setelah dia sampai disana, teman adiknya itu mengatakan bahwa Amora tidaklah menginap di rumahnya dan dari situlah Harry mulai khawatir mencari adiknya dan dia pun tidak memberitahukan kedua orang tuanya, takut kedua orang tuanya khawatir.

__ADS_1


" Aku di rumah Calista, bukannya aku udah kasih tau kakak? " Ujar Amora mencoba untuk tenang dan menutupi kebohongannya.


" Dua minggu lebih lo nginap di rumah orang? " Ujar Harry membuat Amora terdiam.


" Calista itu sahabat ku kak, aku sering nginap lama dirumahnya sebelum kakak kesini. " Ujar Amora yang jujur, saat dia di pindahkan kesini oleh kedua orang tuanya, Dia selalu kesepian dan sesudah dia bertemu dengan Calista sahabat barunya, dia selalu mengajak dirinya untuk menginap di rumahnya dalam waktu beberapa minggu.


" Berarti lo gak tau diri. " Ujar Harry dengan menatap sinis kearah adiknya itu.


Amora lagi-lagi di buat terdiam. Sejak kejadian dimana dirinya menabrak Samuel, sikap kakaknya itu sangat berubah drastis. Yang dulunya penyayang menjadi cuek. Yang dulunya selalu mengucapkan kata-kata yang lembut kepadanya, kini malah berubah menjadi kasar.


" Seterah kakak mau menyimpulkan aku kaya gimana, aku gak peduli. Amora mau istirahat, kakak bisa keluar? " Ujar Amora dengan memalingkan wajahnya, dia tidak ingin air matanya dilihat kakaknya.


Samuel masuk kembali ke dalam dan melihat kakak wanitanya tengah terdiam dengan menatap Amora yang tengah memalingkan wajahnya. Samuel bingung apa yang terjadi dengan kedua adik kakak itu. Dia pun berjalan mendekat.


" Waktu lo udah habis, sekarang keluar. " Ujar Samuel yang tidak peduli bahwa laki-laki yang di usir nya adalah kakak wanitanya.


Harry menoleh menatap Samuel dengan datar. Sebelum pergi, dia menoleh ke arah adiknya sebentar. Dia kangen dengan adiknya itu, tapi kata-kata pedesnya malah membuat situasinya malah seperti ini.

__ADS_1


Harry melangkahkan kakinya keluar, tanpa mengucapkan sepatah kata pun. Pergi, adalah pilihan yang tepat untuk membuat adiknya tenang. Harry tau adiknya itu tengah menangis, tapi dia memilih untuk diam dan pura-pura tidak mengetahuinya.


" Kakak lo dah pergi. " Ujar Samuel yang mengetahui wanitanya tengah menangis.


" I-iya tuan, maaf tuan saya butuh waktu sendiri. " Ujar Amora yang masih memalingkan wajahnya dengan air mata yang terus mengalir deras.


" Baiklah, kalau butuh sesuatu hubungi aku. " Ujar Samuel yang ingin memberikan Amora waktu untuk sendiri.


Setelah mendengar pintu ruang rawatnya tertutup dari luar. Amora langsung menangis sejadi-jadinya.


Dia tidak ingin terus menerus seperti ini. Di jauhi kedua orang tuanya dan di benci kakaknya.


Kenapa saat kakaknya mulai memaafkan kesalahan yang di perbuatnya dulu, harus ada masalah baru lagi yang membuat kakaknya itu kembali membencinya.


Dia kangen pelukan kedua orang tuanya di setiap dia terluka dan dia kangen sikap hangat dan penuh kasih sayang kakaknya.


~Bersambung~

__ADS_1


Likenya jangan lupa ya😘


__ADS_2