
~Happy Reading~
Sebelum atau sesudah membaca biasakan selalu menekan Like, Fav, Rate 5 Bintang, karena semua itu GRATIS loh 😊😗
°°°
Diruang tengah, semua orang masih berkumpul disana termasuk Fiola dan Banu. Tapi tidak ada satupun yang angkat bicara, mereka semua memilih untuk diam.
" Kalian pulang saja dulu, nanti biar ku coba bicara pelan-pelan ke Amora. Semoga saja dia mau memaafkan kalian. " Ujar Anjel yang memecahkan keheningan.
" Baiklah, makasih kau mau membantu dan terimakasih juga kalian semua telah menjaga dan merawat Amora selama berada disini. " Ujar Fiola dengan membungkuk hormat sebagai ucapan terimakasih.
" Tidak perlu sungkan, kita semua disini telah menganggap Amora seperti putri kita sendiri. " Ujar Stella dengan tersenyum.
" Benar yang dikatakan Stella, Amora sudah kami anggap sebagai putri kita sendiri sekaligus keluarga kita, jadi tidak usah sungkan. " Ujar Liana dengan tersenyum dan para ibu-ibu disana mengangguk mengiyakan.
" Kalian tenang saja, selama Amora berada disini, dia aman. " Ujar Veronica.
" Ya, terimakasih sekali lagi. Kalau begitu kami berdua pamit pulang. " Ujar Fiola dan Banu pun langsung bangkit dari duduknya.
" Baiklah, biar aku antar. " Ujar Anjel yang langsung bangkit dari duduknya.
" Baiklah, mari semua. " Ujar Fiola menatap semua orang yang ada disana.
Mereka semua yang ada disana mengangguk mengiyakan. Fiola, Banu, Anjel dan Kevin yang menemani istrinya mengantarkan kedua tamu mereka pun memutuskan untuk ikut.
__ADS_1
" Kalau begitu kami pulang dulu. " Ujar Fiola.
Anjel dan Kevin pun mengangguk mengiyakan. Setelah itu mobil Fiola dan Banu pun mulai berjalan meninggalkan mansion kediaman WangYong.
" Sayang, ayo masuk. Udara malam gak baik buat kesehatan. " Ujar Kevin menatap istrinya yang tengah terdiam.
" Sayang. " Kevin menepuk pundak Anjel membuat Anjel terlonjak kaget.
" Ya kak, kenapa? " Ujar Anjel yang tersadar dari lamunannya.
" Kenapa melamun, hmm? " Tanya Kevin sambil mengenggam tangan sang istri.
" Aku hanya kepikiran yang dulu, kalau saja dulu aku gak nyuruh mereka untuk memisahkan Amora dari Kristal, mereka gak akan mengasingkan Amora kesini. " Ujar Anjel dengan sendu.
" Itu semua bukan salah mu sayang, kamu gak salah. Lagian sebelum mereka mengasingkan Amora kesini, kau lebih dulu membawa Kristal kesini bukan? Jadi ini semua bukan salah mu. " Ujar Kevin dengan mengelus telapak tangan Anjel sambil tersenyum.
" Tidak ada tapi-tapi an, kamu gak salah, mereka juga gak salah, hanya caranya yang salah. Jadi berhentilah menyalahkan dirimu sendiri, sudah ayo masuk. Ini sudah malam, angin malam juga tidak baik buat kesehatan. " Ujar Kevin dan diangguki Anjel.
Keduanya pun kembali masuk kedalam menemui yang lainnya. Disana juga sudah ada Samuel. Samuel menemui mereka setelah memastikan Amora tertidur.
" Sam kamu disini? Gimana sama Amora? " Tanya Anjel kembali duduk di tempatnya yang tadi.
" Sudah tidur aunty. " Ujar Samuel membuat Anjel menghela nafas lega.
" Syukurlah kalau dia sudah tidur, apa tadi dia nangis? Dia cerita sesuatu gak sama kamu? " Tanya Anjel dengan beruntun.
__ADS_1
" Nangis sebentar, dia ngerasa kalau dia tidak pantas jadi putri mereka. Dia hanya bisa mengecewakan dan memalukan mereka. " Ujar Samuel dengan tatapan datarnya mengingat isakan pilu wanitanya tadi sebelum dia kelelehan dan tertidur.
" Huftt, sudah aunty duga. Liana besok apa aku boleh mengundang Fiola, Banu dan Harry kesini? Aku pengen masalah ini secepatnya kelar. " Ujar Anjel yang meminta ijin sang nyonya rumah.
" Tentu boleh, lagian kenapa harus minta ijin segala sih, ya kan pih? " Ujar Liana menatap suaminya.
" Benar, anggap aja rumah sendiri. " Ujar David dengan mengangguk tersenyum.
" Terimakasih, ya sudah kalau begitu kita istirahat. Ini sudah malam dan kau Sam pulang sana. " Ujar Anjel mengusir keponakannya membuat Samuel menggerutu kesal.
" Gak mau, Sam mau disini. " Tolak Samuel.
" Gak bisa, nanti kamu malah bikin masalah. Dah sana pulang ke habitat kamu. " Kali ini Mutiara yang angkat bicara.
" Jahat banget sih mih, sama anaknya sendiri. " Ujar Samuel dengan mencibikkan bibirnya.
" Lagian Sam gak mau ninggalin Amora disini, dia tuh lagi sedih mih. Dia butuh sandaran Sam sebagai pria yang dicintainya. " Ujar Samuel dengan membangga-banggakan dirinya.
" Ck, pd banget kamu. Disini banyak orang, kita semua bisa ngurusin Amora, dah sana kamu pulang. " Ujar Mutiara dengan menatap tajam putranya.
Tanpa menjawab, Samuel langsung berlari menaiki lift menuju kamar Amora. Karna dia tidak bisa meninggalkan wanitanya dalam keadaan terpuruk, dia ingin menjadi sandaran untuk wanitanya disaat dia sedang terpuruk.
" SAMUEL!!! " Teriak Mutiara membuat mereka semua disana menggelengkan kepalanya melihat kelakuan Samuel yang tidak ingin dipisahkan oleh Amora dan Mutiara yang selalu gagal mengusir putranya.
~Bersambung~
__ADS_1
Likenya jangan lupa😘