
Seutas tali terbentang mengikat hati agar tak lagi pergi, belenggu jiwa agar tak terluka, semua mungkin sia-sia.
Namun apa salahnya jika diri ini terus mencoba, Aku hanya ingin mencoba agar selalu menjaga, aku mencoba untuk jadi berharga, dan aku selalu mencoba menjadi satu-satunya yang ada, meski ku tahu memang apa diri ini, hanya sebuah hati yang kupaksakan dengan seutas tali, meski tanpa arti, namun kuingin berarti, aku tahu tak selamanya cinta kan bersatu.
Tak selamanya jalan terbentang satu, karena ada kalanya kita kan terpisah dan hanya saling percaya dan menjaga, hari ini mungkin kita bisa bersama, namun siapa yang tau bagaimana kedepannya, aku hanya bisa berharap dan memegang janji ini.
Aku berharap tak kan hilang hati ini meski terpisah nanti, dan aku berjanji untuk menjaga hati ini hingga tiba waktu kita kan kembali, waktu kita tuk bersama lagi, hingga tak ada lagi beban diakhir hari, yang tersisa hanyalah senyum manismu yang menemani akhir hariku.
**Safiraku Satu Milik Rayhan Seorang**
Pantaskah aku menyimpan surat darimu Ray, pengkhianatamu begitu besar dan jelas terlihat didepanku, tapi mengapa hati ini terus menerus mengatakan itu tidak benar, itu hanya mimpi, mimpi yang tak kan terulang lagi.
Ray, jika memang cintamu bukan milikku mengapa hati ini selalu mendambakanmu.
Ya Allah maafkanlah hambamu ini sudah terlalu amat mencintai hambamu yang lain.
Maafkan aku, maafkanlah aku telah begitu dalam mencintaimu, walaupun aku tahu kamu mencintai perempuan lain, walaupun aku tahu bahwa aku bukan pilihanmu. Maafkan aku maafkan aku Ray.
Fira tak akan melupakanmu Ray, karena jika Fira berusaha keras untuk melupakanmu , bayang-bayang mu selalu datang seakan melarangku melupakanmu.
Mengapa ?Mengapa mencintai sesakit ini?
Inikah yang dirasakan juga oleh kak Adit?
Ya Allah hamba benar-benar bingung. Maafkanlah hambamu ini ya Allah
Haruskah aku mulai membuka hati buat kak Adit?
"Ra belum bangun ya!!! Dasar anak gadis jam segini belum juga bangun." Teriakan kak Rama dari luar terdengar begitu nyaring.
"Enak aja, Fira udah bangun udah mandi udah cantik ya."Jawab Fira sedikit berteriak.
"Udah ih mas, pagi-pagi jangan bikin ribut." Ucap Dinda melerai sebelum melihat acara kartun Tom and Jerry.
Fira keluar dari kamar menemui kedua kakaknya itu.
"Udah pada rapi mau kemana si?"
"Kami mau pergi Ra, makanan udah di meja, kami udah makan tinggal kamu aja."
"Kemana mbak?"
"Bukan urusanmu." Jawab Rama cuek.
"Kakkk." Teriakan Fira membuat langkah kaki Rama berhenti.
__ADS_1
Rama menaikkan kepalanya mengisyaratkan seakan bertanya ada apa.
"Minta uang jajan dong, dompet Fira tipis. hehehe."
"Kebiasaan, nih ambil." Rama menyodorkan tiga lembur uang seratus ribuan, Rama memang tidak pernah perhitungan dengan Fira, ia amat mencintai Fira terkadang mama melarangnya karena Rama sudah punya tanggungan keluarga, tapi Rama tetaplah Rama, ia begitu sayang pada adek semata wayangnya itu.
"Makasih kakaku tercinta, hati-hati dijalan pulang jangan lupa bawa makanan ya."
Ucap Fira yang tidak mendapat jawaban dari keduanya, Fira berlalu ke meja makan, mulai memakan masakan Dinda dengan lahap.
Ponsel Fira berdering tanda ada panggilan masuk, iapun mengerutkan keningnya bertanya-tanya siapa yang menghubunginya, pasalnya nomer penelpon tidak tersimpan dalam kontak hp Fira.
"Assalamu'alaikum ya hallo siapa ya?"
"wa'alaikumsalam."
"Kak Adit?"
"Wah kamu hafal banget ya sama suaraku."
"Hahah,enggak juga si kak, tapi udah familiar gitu sama suara kak Adit."
"Boleh minta tolong nggak?"
"Kalau Fira bisa tolong insyaallah Fira tolong kok kak."
"Kamu siap-siap aja, dandan yang cantik kakak akan jemput kamu."
Apa kejadian beberapa Minggu yang lalu akan terjadi lagi, apa kak Adit berusaha menjadikan aku sebagai pacarnya ?
Oh kenapa secepat ini.
"Fira hallo masih disana?"
"Ah iya kak, kakak mau ajak Fira kemana."
"Kondangan ke pernikahan mantan kakak."
"Mantan?"
"Iya Fir, Kakak dapat undangan pernikahan dari sang mantan kekasih, kakak sebenarnya nggak mau datang.Tapi gimana ya nanti dikiranya kakak belum move on, Terus kalau dipikir-pikir kalau kakak datang sendiri dikira jomblo abadi, jadi kakak ajak kamu ya pura-pura jadi pasangan kakak. Hahahah."
"Ya Allah kak, jadi mau kondangan to."
"Emang kamu kira kakak mau ajak kemana? Ke KUA. Hayuklah kalau kamu udah siap."
"Apaan si kak, Fira siap-siap dulu."
"Jadi kamu mau nemenin kakak Ra?"
__ADS_1
"Jadi kakak ngira Fira nggak bakalan mau?"
"Baiklah, siap-siap dandan yang cantik biar mantan kakak tau Kakak sudah bisa move on. Hahahah."
'Kak Adit ada-ada aja, aku juga nggak bisa nolak si lagian kan cuman nemenin kondangan. Hmm pake baju apa ya, gamis aja deh.' Gumam Fira dalam Hati.
'Hmm nggak nggak, gamisnya terlalu bewarna ini ma mencolok banget'
Fira berjalan ke arah lemari mencari pakaian yang pantas untuk ia pakai,
'Nah ini aja ah, udah lama juga nggak pakai '
'Sekarang tinggal kerudungnya, pake apa ya. Pashmina hitam kayaknya masuk deh sama warnanya.'
Fira memilih memakai overall bewarna cream yang dipadukan dengan manset hitam dikombinasikan dengan pashmina yang dipakai agak panjang dan lebar menutupi lekuk tubuh bagian atas.
"Perfect," Ucapnya setelah memoleskan sedikit lipstik bewarna nude pada bibirnya.
Tok tok tok
Fira segera mengambil tas selempang bewarna hitam yang senada dengan kerudungnya menuju pintu keluar dan menguncinya, Fira tidak menyuruh Adit masuk karena dirumah sedang tidak ada orang.
"Subhanallah."
"Kaka Adit." Fira melambai-lambaikan tangannya untuk membuyarkan lamunan Adit.
"Ah iya, ayo Ra kakak nggak perlu pamit sama mama kamu?"
"Nggak usah kak, nggak ada orang dirumah maaf ya nggak ngajak masuk dulu."
"Iya nggak papa kakak ngerti kok."
Tanpa disengaja pakaian yang dikenakan Adit senada dengan pakaian yang dipakai Fira. Sudah cocok layaknya pasangan kekasih.
"Ra, kamu nggak suka ya sama sepatu yang Kaka kasih waktu itu."
Sepatu? Fira bingung sepatu yang mana yang diberikan Adit, kayaknya nggak pernah deh.
"Sepatu kak?"
"Eh apa itu nggak tau namanya, yang Kakak titipkan pada Nana waktu kamu ultah."
"Oalah itu pemberian kakak to, makasih ya kak, tapi maaf Fira nggak bias pake yang hak tinggi. Takut jatuh, hehehe."
"Kok Nana nggak bilang ya waktu itu, padahal dia yang pilihin lo."
"Ah kakak kaya nggak tau dia aja, sengaja tu mau ngerjain Fira."
"Yaudah besok kakak belikan yang nggak tinggi-tinggi sebagai gantinya yang kemaren."
__ADS_1
"Eh nggak usah kak, Fira belum butuh sepatu baru kok."
Karena perjalanan ke tujuan lumayan jauh, Adit mencoba mengobrol santai dengan Fira agar tidak terlalu bosan.