
Setelah selesai memandikan Lisa, mamanya Fira mengajak keduanya untuk makan malam.
Fira mengambilkan makanan untuk Lisa, seakan lisa sangat dimanja oleh fira.
"Wah, udah siap nih jadi ibu." Celetuk kakaknya fira yang membuat semua tertawa.
"Bener tuh Fir." Saut mbak Dinda.
Kemudian hal yang paling tak terduga terdengar begitu saja.
"Kak, kakak mau ya jadi mamanya Lisa." Kata Lisa dengan penuh kebahagiaan.
Sontak semua pun kaget terutama Fira, kemudian keluarlah kata-kata candaan dari Rama dan mamanya.
Fira tersedak karena kaget atas ucapan Lisa, dan semuanya tertawa akan kata-kata Lisa barusan.
Fira berusaha mengubah topik pembicaraan agar semua tidak menanggapi serius kata-kata Lisa.
"Oh iya Dinda, coba kamu kabarin omanya Lisa kalau lisa ada disini." Kata mamanya Fira.
"Oh iya ma bentar ya." Jawab Dinda dengan kelembutannya.
"Nggak usah tante, Lisa disini aja sama mama Fira." Ucapan Lisa yang kembali mengundang gelak tawa.
Fira dengan sigap mengganti topik pembicaraan.
"Oh iya lisa, tadi kok bisa ada ditaman sendirian?" Tanya fira mengalihkan pembicaraan.
"Iya kok kamu sendirian, oma dimana?" Kata mamanya fira ikut menimpali.
"Tadi lisa ke taman sama papa, tapi tadi papa bilang ada perlu jadi pergi sebentar, eh tapi nggak balik lagi, Lisa ketakutan jadinya nangis, untung ada mama cantik."
Mendengar panggilan Lisa untuknya, pipi Fira merona karena malu dan sedikit tersanjung atas kata cantik yang dilontarkan gadis kecil itu.
"Papa kok nggak balik jemput Lisa?" Tanya Rama.
"Nggak tau om, tadi papa bilang ada urusan sebentar, jadi papa pergi dulu." Lisa memainkan sendok makannya.
"Ih gimana sih papanya Lisa, masa anak kecil ditinggal sendirian ditempat umum kaya gitu." Sahut fira sambil sedikit kesal atas kelakuan papanya Lisa.
"Iya kok Lisa dibiarin sendirian, kan bahaya." Tambah Dinda yang membuat suasana menjadi-jadi.
"Tenang lisa, nanti kak Fira yang bakal marahin papanya Lisa, kalau perlu kak Fira jewer kupingnya, liat aja nanti kalau ketemu." kata Fira penuh semangat dan kesal.
Lisa sedikit tertawa dengan omongan Fira barusan, bagaimana bisa orang lain Bernai menjewer telinga papanya yang seperti itu.
"Jangan kak, kasihan papa nanti kesakitan" kata lisa dengan lembut.
__ADS_1
"Ya ampun Lisa nih ya baik banget sama papanya, padahal papanya udah jahat sama Lisa, udah ninggalin Lisa sendirian, dasar papanya Lisa tu ya." Kata Fira yang masih kesal.
Kemudian ucapan dari Rama yang seakan mencairkan suasana pun terdengar begitu nyaringnya.
"Cocok deh kamu Fir jadi mamanya Lisa." Kata Rama sambil tertawa.
Sebenarnya Rama juga sedikit tidak rela jika Fira dengan papanya Lisa.
Masa iya adek satu-satunya harus menikah dengan seorang duda beranak satu, itu tidaklah mungkin.
Dokter itu kan duda anak satu, masa Fira sama itu si, mungkin mas Rama hanya bercanda saja, tapi jika jodoh siapapun Tidka bisa menolak kan.
Batin Rama dan Dinda seakan saling berkomunikasi satu sama lain, memang ikatan perasaan keduanya sangatlah kuat.
"Iya kak, mau ya jadi mamanya Lisa, papa baik lo." Sambil berusaha meyakinkan Fira.
"Lisa jangan gitu nanti mamanya Lisa salah paham lo." Kata mama dengan nada bercanda. Mama tidak tau betul bagaimana kondisi keluarga temannya itu, dekat tapi tidak sedekat sampai urusan pribadi keluarga mereka.
"Iya, papanya Lisa juga kaya gitu masa baik, anak sebaik Lisa masa ditinggal sendirian." ucap Fira dengan raut wajah yang nampak sedih, Lisa pun kembali melontarkan kata-kata dari mulut kecilnya.
"Mama nggak bakal marah kok tante, mama udah bahagia sekarang." Dengan senyum manisnya berusaha menanggapi kata-kata mamanya Fira.
Fira pun merasa aneh dengan kata yang diucapkan Lisa, namun belum selesai fira memahami kata-kata Lisa, Lisa pun melontarkan kata-kata untuk meyakinkan fira kembali.
"Jadi kak Fira nggak perlu takut kalau mama Lisa bakal marah, mama lisa pasti juga bahagia kok, lagian papa itu baik banget lo, tadi sebenernya papa nggak ninggalin Lisa sendiri, tapi tadi Lisa masih berdua sama..."
Belum selesai lisa mengatakan seluruh penjelasannya, terdengar suara bel, dan diikuti salam dari seseorang.
Assalamu'alaikum...
Wa'alaikumsalam balas seisi rakyat rumah.
"Bentar ya, mama liat dulu" Kata mamanya fira sambil menuju pintu depan.
Fira melanjutkan bertanya kepada Lisa.
"Tadi berdua sama siapa?" Tanya Fira.
Belum sempat Lisa menjawab pertanyaan Fira, terderngar suara yang memanggil nama Lisa.
"Lisa..." Panggilnya.
Sesosok laki-laki muda yang basah kuyup dengan jas dokternya menghampiri Lisa dengan tampang khawatir sekaligus lega.
"Lisa nggak kenapa-kenapa kan, maaf ya tadi papa ada urusan darurat jadi nggak bisa langsung jemput Lisa." Kata laki-laki itu sambil memegang tangan Lisa.
Dan datang seorang perempuan dengan baju serba bermerek dan serba mewah seperti sosialita yang menghampiri Lisa dengan mamanya fira.
__ADS_1
"Lisa maaf ya." kata perempuan itu.
Tanpa pikir panjang Fira pun langsung memarahi papanya Lisa karena kelakuannya.
"Hey kamu, gimana sih ngasuh anaknya, masa ditinggal sendirian di tempat umum gitu, kalau ada orang jahat gimana, kalau sampai kenapa-kenapa gimana? kamu nggak peduli lagi ya sama Lisa?"
Mama, kak Rama, dan kak Dinda dibuat terheran-heran, pasalnya sikap Fira seperti istri yang sedang memarahi suaminya.
"Lain kali kalau keluar itu anaknya dijagain, malah pergi sendiri sama istrinya anaknya nggak dijagain, kalau mau pergi jalan-jalan berdua, anaknya jangan dijadiin korban dong." kata-kata Fira yang seakan menuangkan semua kekesalannya.
Disisi lain
"Ssttt...ssttt, Fira ... Fira" panggil kak Rama ingin menghentikan ucapan Fira.
"Apa sih kak Rama, Fira belum selesai nih marahin papanya Lisa, nggak hati-hati kalau jagain anak." Kata Fira terus berlanjut.
Kak Rama pun hanya mampu menepuk jidat melihat kelakuan adiknya itu yang tidak sopan terhadap atasannya.
"Kak Fira, kak Fira itu salah paham sama papa." Kata Lisa sambil menarik-narik baju Fira.
"Itu tu bukan istrinya papa, apalagi mamanya Lisa, tadi tuh papa disuruh oma ngajak Lisa jalan-jalan sama tante itu, tadi papa nggak ninggalin Lisa sendiri, tadi papa nitipin Lisa sama tante itu, soalnya papa harus ke rumah sakit, tapi tante itu malah ninggalin Lisa, tadi malah pergi sama temen-temennya, katanya mau pergi sebentar doang nanti dijemput lagi, tapi malah nggak balik-balik." Jelas Lisa.
Fira yang mendengar penjelasan dari Lisa sontak jadi merona karena malu telah salah sangka, disisi lain kak Rama terlihat sedang menahan tawanya.
*Rasain Lo dek, ngomong nggak bisa direm
Diem kak, mana Fira tau kalau kejadiannya kaya gini*.
"Lisa maafin tante ya, lain kali tante janji nggak bakal ninggalin Lisa lagi."
"Lisa nggak mau, Lisa maunya jalan-jalan sama mama Fira." Ucap Lisa.
Fira menjadi TKA enak mendengar ucapan Lisa yang memanggil dirinya mama di depan papanya itu.
"Lisa, nggak boleh asal bicara kaya gitu, nggak baik. Nanti kalau kakaknya nggak nyaman gimana?" Kata papanya Lisa dengan penuh kelembutan.
"Ya pokoknya Lisa nggak mau sama tante itu lagi."
"Iya Lisa sayang" Kata papanya fira dengan senyuman.
Fira yang melihat adegan ini menjadi semakin malu dan merasa bersalah.
"Tapi gi, kan aku udah minta maaf sama Lisa, Lisa maafin tante ya."
Namun tanpa berkata, papanya Lisa hanya menatap dingin padanya dan dia pun tak berani lagi berkata sepatah katapun.
"Sebelum nya terima kasih atas kebaikan tante sekeluarga, udah jagain Lisa, maaf banget jadi ngrepotin, maaf ini lantainya juga jadi basah." Ucap papanya lisa.
__ADS_1
'Duh malunya udah salah sangka, harusnya tadi aku liat kondisi dulu, dia basah kuyup pasti gara-gara tadi nyariin lisa'
Fira malu sekaligus salah tingkah atas kelakuannya yang tak beretika tadi.