Dentingan Waktu

Dentingan Waktu
Kenangan Bersamanya


__ADS_3

Semenjak kejadian donat kala itu, Adit semakin semangat memberikan bulir-bulir kebahagian untuk Safira.


Seperti pagi ini, tanpa sepengetahuan Fira, Adit dan Nana menjemput Fira dirumahnya untuk diajak ke resto milik Adit.


"Assalamu'alaikum." Ucap Nana di depan pintu.


"Wa'alaikumsalam, eh Nana, langsung ke kamar Fira nak, kebonya bangunin sana."


Ucap mama sambil tertawa.


"Siap ma."


Nana sudah menganggap mama Fira layaknya mamanya sendiri, Nana sangat merindukan sosok mamanya yang tinggalnya terpisah dengan Nana dan Adit, Mama Nana harus berpindah-pindah tempat ikut papa karena papa punya beberapa kantor cabang di tiap daerah, memang berat hidup harus terpisah dari kedua orang tuanya, tapi Nana dan Adit memahami akan hal itu.


Nana beranjak ke kamar Fira. Tanpa mengetuk pintu ia nyelonong masuk ke dalam.


"Safira tukang molor bangun!!!!!"


"Ih siapa si ganggu tidur nyenyak aja." Ucap Fira mulai membuka matanya.


"Ih nenek lampir ngapain pagi buta kamu disini?"


"Pagi buta pagi buta, pagi nggak pernah buta. Kamu yang belum muka mata. Jam berapa sekarang Fira."


"Jam enam." Ucapnya polos kembali merebahkan tubuhnya.


"Safira ini jam setengah sembilan, ih kebo ya kamu."


"Jam setengah sembilan?" Ucapnya pura-pura kaget.


"Terus kenapa kalau ini jam tengah sembilan, sudahlah aku mau lanjut tidur."


"Ih Safira Natasya adeknya kak Rama yang paling cantik, temenin aku ke mall dong aku yang traktir deh kali ini."


"Wahhh beneran, ok aku mandi sekarang." Ucapnya yang langsung berlari ke kamar mandi meninggalkan sahabatnya yang geleng-geleng melihat kelakuannya.


"Safira-Safira, semoga Allah bisa menjodohkanmu dengan kak Adit."


Setelah selesai berdandan, Safira dan Nana keluar kamar.


"Loh pada mau kemana, pagi-pagi udah pada cantik gini." Tanya mama .


"Mau shopping ma." Jawab Fira dan Nana bersamaan.


"Mama titip sesuatu boleh."


"Boleh dong ma, mama mau nitip apa nanti pasti bakal dibeliin sama anak mama yang paling cantik dan imut ini."Ucap Nana dengan pdnya.

__ADS_1


"Ih amit-amit pdnya."


"Imut-imut Ra, bukan amit-amit."


Mama memberikan catatan belanjaan, setelah menerimanya mereka pamit dan beranjak keluar rumah.


"Assalamu'alaikum ma, kami pergi."


"Wa'alaikumsalam hati-hati, pulang jangan kesorean."


Fira tak tau jika didalam mobil sedari tadi ada Kak Adit yang menunggu hingga tertidur, Fira membuka pintu mobil depan karena yang ia tau mereka akan pergi berdua saja dengan Nana.


Saat Fira menutup pintu mobil dengan agak keras.


Brekk


"Astaghfirullah." Ucap Fira dan Adit bersamaan.


"Loh kok ada kak Adit."


"Iya Ra, lagian kamu asal masuk aja. Udah nggak usah pindah disitu aja." Ucap Nana dengan merebahkan tubuhnya di jok belakang berbantalkan boneka panda yang setia berada di dalam mobil kak Adit.


"Kalian kok lama banget si."


Nana menceritakan kebiasaan buruk yang dimiliki oleh Safira, Adit yang mendengarkannya pun hanya tersenyum tidak menyangka kalau kelakuan Safira tidak jauh beda dari Nana, tapi itu semua tidak mengurangi rasa kagum Adit pada Safira. Ya namanya juga lagi jatuh cinta, yang dilihat ya yang baik-baik yang buruk ma ketutup sama cinta.


Safira yang menjadi korban disini hanya tersenyum malu.


Setelah dua puluh menit di perjalanan, mobil mereka berhenti di depan resto.


Fira yang bingung pun hanya bisa mengikuti Adit dan Nana di belakang. Nama restonya ADNAN. Fira mulai mengingat-ingat tentang nama itu, sepertinya sebelum ini ia pernah mendengarnya, entahlah Fira tak mau ambil pusing.


Adit melambaikan tangan pada pelayan, tak lama kemudian seorang pelayan datang dengan membawa bukunya.


"Eh pak,..." Ucap Pelayan tersebut terpotong dengan tatapan tajam Adit yang mengisyaratkan untuk diam.


Setelah memesan menu, Adit berlalu ke kamar mandi meninggalkan Fira dan Nana.


Beberapa menit kemudian pesanan mereka telah tiba, Nana mulai menyuapkan makanan ke dalam mulutnya dengan lahap, sementara Fira diam sejenak, pikirannya terbang pada kejadian beberapa tahun yang lalu...


"Selamat ulang tahun sayang." Ucap seorang laki-laki.


"Ya Allah Ray, terimakasih." Jawab Fira, matanya mulai berkaca-kaca, sedari tadi pagi Rayhan terus menerus bersikap dingin, ia tak tahu apa alasannya, dan terkuak sudah ternyata Rayhan menyiapkan kejutan untuk Fira, sederhana tapi Fira suka.


"Dari kapan nyiapin ini semua."


"Adadeh kepo kamu ya."

__ADS_1


"Kebiasaan deh." Ucap Fira sambil memanyunkan bibirnya.


Setelah memotong dan memakan kue yang ukurannya tidak begitu besar, hanya cukup untuk dua orang saja, perut Fira mulai berdendang.


"Rayhan, Fira laper."


"Ini dia kejutan kedua dari orang paling tampan," Ucap Rayhan yang sudah kembali dari belakang, ia membawa nampan yang berisi dua porsi nasi goreng.


"Ya ampun apalagi ini, lucu banget." Fira tidak tega akan memakan nasi goreng yang berbentuk love dengan topping di pinggirnya.


"Ray, " Ucap Safira lirih dengan buliran air yang terus menetes, ia tak kuasa menahan tangis mengingat kenangan manis masa lalunya bersama Rayhan.


Memang benar jika perempuan adalah makhluk yang sangat perasa, apapun yang terjadi selalu disikapi dengan perasaaan, berbeda dengan laki-laki yang lebih banyak menggunakan nalar atau logika dalam menghadapi sesuatu.


Nana terkejut, sahabatnya tiba-tiba saja menangis tanpa sebab.


Adit yang mengamati dari kejauhan kembali merasa bersalah, ia tau pasti ada sesuatu di masa lalu Fira yang membuat ia selalu teringat masa lalunya.


"Ra." Ucap Nana membuyarkan lamunan Fira.


"Safira ada apa? kenapa Fira nangis?" Tanya Adit dengan suara lembutnya.


"Ah tak apa , Fira hanya terharu lihat nasi gorengnya imut banget, Fira nggak tega buat makannya. Maaf udah buat kalian khawatir, Heheheh"


Ucapan Fira sontak membuat Nana tertawa, Adit yang tau Fira tengah berbohong hanya bisa tersenyum menghargai Fira yang masih belum bisa menceritakan apa yang ia rasakan.


"Kamu ada-ada aja Ra, sudah kalian habiskan makanannya, habis itu kita jadi ke mall kan."


"Jadi dong kak, sesuai janji kakak."


"Mending kita berdua aja deh Na,kasihan kak Adit, kamu kan kalau belanja lama pake banget." Ucap Safira yang sudah kembali normal, ia berhasil menata hatinya supaya tak terlihat kesedihan di wajahnya.


"Kalian tenang aja,kakak cuman nganterin kalian, terus balik sini."


"Kok balik sini kak?"


"Ra kamu inget nggak, Nana kan pernah cerita kalau kak Adit punya resto, dan inilah resto kak Adit." Ucap Nana menjelaskan pada Safira.


"Masyaallah, Fira baru inget. Pantesan nggak asing sama nama restonya. Kak Adit hebat, masih muda udah punya usaha."Puji Safira pada Adit.


"Ini semua buat masa depan kita Ra."


Ucapan Adit membuat suasana menjadi hening tanpa suara, canggung satu kata yang tengah mereka rasakan saat ini.


"Bercanda Ra, nggak usah tegang gitu kalik." Ucap Adit terkekeh.


Fira sadar, sebenarnya apa yang kak Adit ucapkan bukan murni candaan.

__ADS_1


Fira tau betul Kak Adit memang benar-benar mencintainya. Tapi bagaimanapun perasaan tak bisa dipaksakan, Fira belum bisa membalas perasaan Adit, entah belum atau tidak. Hanya waktu yang bisa menjawabnya.


'Maaf kak.' Gumam Fira dalam hati.


__ADS_2