
Lima hari kemudian Fira sudah diperbolehkan pulang oleh pihak rumah sakit, kesehatannya pun beransur-ansur pulih, nafsu makannya juga sudah nambah. Badannya sudah terlihat segar dan berisi, tidak seperti sebelumnya, mungkin itu pengaruh nutrisi dari cairan infus atau pengaruh dari yang lainnya?
Ya mungkin saja pengaruh yang lainnya, sedari kedatangan pertama Adit ke rumah sakit, ia terus-terusan berkunjung di hari berikutnya, ia selau membawa tawa bagi Fira, terlihat jelas di wajah Fira yang begitu bahagia jika Adit telah datang dan terlihat murung dan lesu jika Adit tak kunjung datang.
Hari ini, Adit mengajak Fira untuk mengunjungi rumah Tante Sarah yang berada di Bandung, ya tante Sarah adalah adik dari mamanya Adit, hubungan Adit dengan Tante Sarah cukup baik, apalagi sedari kecil Tante Sarah lah yang mengurusi Adit dan Nana selagi mama Adit sibuk dengan pekerjaannya. Hari ini Adit pergi ke Bandung berniat ingin menjemput Nana yang sudah tiga hari disana.
Sedangkan Nayla? Gimana kabarnya sedari kemaren tidak terlihat batang hidungnya.
Nayla sudah beberapa hari ini ikut orang tuanya ke luar negeri untuk mengurus usahanya, ya Nayla memang berasal dari orang berada, semua kebutuhannya pun dengan mudahnya terpenuhi menjadikan gaya hidupnya sedikit boros.
Adit sudah memberi tahu Fira akan menjemput jam 8 lagi, agar tidak terlalu siang berangkatnya.
Hubungan Adit dan Fira pun semakin kesini semakin baik. Eitss kalian jangan salah dulu, diantara mereka belum terikat akan suatu ikatan.
Adit belum menyatakan perasaannya kembali, padahal hal itu sudah ditunggu-tunggu oleh Fira, mungkin kali ini Fira berhasil membuka lembaran barunya, ingatannya tentang Rayhan pun beransur-ansur lenyap dari pikirannya.
Setelah menjemput Fira dirumahnya,Adit melajukan mobilnya menuju Bandung. Sebelumnya Adit juga sudah meminta ijin pada mamanya Fira dan Kak Rama,mereka mengijinkan karena mereka percaya pada Adit yang akan selalu menjaga Fira.
Sepanjang perjalanan mereka habiskan dengan bersendau gurau, tapi lama-kelamaan mata Fira meras lelah dan mengantuk, Adit yang peka akan keadaaanpun menyuruh Fira untuk tidur, Adit akan membangunkan jika mereka telah sampai.
Baru setengah perjalanan merek lewati, Adit memarkirkan mobilnya di depan rumah makan sederhana.
"Sudah sampai kak?" Fira mulai bangun dari tidurnya, ia mengerjap-ngerjapkan matanya.
"Kita makan dulu ya, kakak nggak mau kamu telat makan."
Fira mengikuti langkah Adit masuk ke dalam rumah makan, rumah makan sederhana yang menyajikan menu utama beruap ayam bakar.
Fira sedikit merasa kesal pada Adit, pasalnya Adit juga tau kalau Fira tidak suka ayam ini malah ngajakin makan di warung makan yang menu utamanya ayam bakar.
"Kenapa mukanya lesu gitu."
"Hmm."
Hanya deheman yang Fira ucapkan.
"Ya Ampun Fira ada apa?"
"Kakak lupa ya, Fira kan nggak suka ayam."
"Terus sukanya apa?Suka kakak ya?"
Gombalan Adit tidak tau posisi dan kondisi, ia tidak tau jika mood Fira sedang naik eh malah ditambah dengan gombalan recehnya yang membuat Fira semakin kesal.
"Iya-iya maaf, apa mau pindah aja?"
Fira berpikir sejenak, jika dia pindah ke tempat lain, itu akan merepotkan lagian makanan juga sudah dipesan.
"Nggak usah."
__ADS_1
Sampai akhirnya Fira terpaksa memakan menu ayam bakar beserta sambalnya, tanpa dipungkiri Fira makan begitu lahap, padahal sebelum makan ia sangat kesal dengan Adit, tapi cita rasa ayam bakar disini membuat siapapun terlena, bahkan Fira yang tidak suka ayam malah makan Dnegan lahapnya.
"Tadi pake acara ngedrama nggak mau makan, giliran makan kaya orang kelaparan."
"Habisnya ini enak pake banget kak, kak bungkus ya buat makan siang nanti."
"Baiklah, sesuai keinginan anda tuan putri."
Adit memesan 3 ayam bakar utuh beserta sambalnya.
Setelah selesai makan dan pesanannya telah siap, Adit dan Fira beranjak menuju mobil untuk melanjutkan perjalanannya.
"Apa masih lama kak?"
"Setengah perjalanan lagi."
"Huh lama amat si."
"Sabar dong, kemaren yang semangat banget mau ikut siapa."
Adit melajukan mobilnya dengan kecepatan standar.
Setelah melewati perjalanan yangsnsgat panjang,akhirnya mereka beruda tiba di kediaman Tante Sarah.Adit dan Fira segera turun, Fira mengikuti Adit dari belakang.
"Assalamu'alaikum."
"Wa'alaikumsalam eh Adit udah sampai, masuk nak, loh loh ini calonmu Dit?"
"Gimana tan, pilihan Adit ok nggak?"
Seketika itu pipi Fira menjadi merah merona bak kepiting rebus.
"Ok dit, kapan nyebar undangan?"
"Hahaha,sabar dong tan."
"Gimana ni,Tante udah nggak sabar pingin gendong anak dari kamu."
"Cantik, sopan, lembut, Sholehah lagi. Apa si yang kurang Fit. keburu diambil orang lho."
Ucap Tante Sarah sambil mengelus pucuk kepala Fira.
"Sudahlah Tan, jangan dipuji terus nanti Fira terbang."
Tiba-tiba dari arah belakang datanglah seorang anak kecil, umurnya kurang lebih baru tiga tahun.
"Ma ma oma."
"Uhh cucu oma udah bangun to, gimana bubuknya nyenyak?"
__ADS_1
Raka Saputra adalah cuch pertama dari tante Sarah
"Hai Raka,masih inget om nggak?"
"Om Adit?"
"Ih pinternya." Adit mencium pipi gembul Raka dengan gemas,sementara Fira hanya tersenyum melihat tingkah Adit yang sangat menyayangi anak kecil.
"Oma tu tiapa?" Tanya Raka dengan suara cedalnya.
"Itu temennya om Adit, ayo Salim dulu."Raka menyembunyikan tubuhnya dibelakang omanya, mungkin ia malu karena baru pertama kali melihat Fira.
"Raka nggak sopan Lo, ayo sapa tantenya dulu Raka kan anak pintar."
"Hallo sayang,sini sama tante Fira." Sapa Fira lembut pada Raka.
Rakapun mendekat ke arah Fira.
"Tante cantik." Ujar Raka di gendongan Fira.
"Wah-wah Raka masih kecil udah pinter godain perempuan ya."
"Iya dong, kan Raka pintel."
"Pinter banget malahan, sini Tante Fira cium." Fira memberikan ciuman pada pipi Raka secara bertubi-tubi.
"Uhh mau dong dicium kaya Raka."
Ucap Adit yang mendapat tatapan sinis dari Fira.
"Hahah, bercanda kalik Ra."
"TanteNa kemana Ka."
TanteNa adalah panggilan untuk Nana.
"TanteNa kepasal sama mama Lena."
"Kok Raka nggak ikutan."
Mereka bertiga mengobrol dan bercanda di ruang tamu, sedangkan Tante Sarah pergi ke dapur untuk menyiapkan makanan.
"Tuh kan Dit, udah cocok banget deh kalian tu, udah pantes juga punya anak seumuran Raka."
"Tante bisa aja, tunggu waktunya aja lah Tan, Fira juga masih kuliah." Jawab Adit ngasal.
"Diluar sana juga banyak kan, yang sudah nikah tapi masih bisa kuliah. Iya nggak Ra." Tanya Tante Sarah pada Fira.
"Eh iya tan, tapi Fira belum kepikiran sampai kesitu, masih mau fokus kuliah dulu." Jawab Fira dengan sedikit gugup.
__ADS_1
"Tante ma dukung aja, doa Tante semoga kalian cepat ke jenjang yang lebih serius, kasihan papamu Dit, udah umur segitu belum gendong cucu."