
Setelah kejadian sakit perut gara-gara kebanyakan makan pedas, Lisa sekarang menjadi anti dengan makanan yang berbau pedas-pedas, jujur ia merasa kapok karena sakit perut kala itu, Gio pun tak henti-henti menasehati bahkan memperingatkan Lisa agar tidak mengulangi kejadian kala itu.
"Ra, tau nggak?"
Fira dan Rania tengah makan siang di kantin, kali ini mereka hanya berdua saja karena bu Kamila dan Irsyad ada tugas keluar kantor hari ini.
"Enggak." Mulutnya masih asik mengunyah dan menelan bakso.
"Diem dulu ih, orang aku belum ngomong juga. "
"Iya-iya cantik ini diem." Fira melanjutkan menyuapkan bakso ke dalam mulutnya sembari menunggu apa yang akan dikatakan Rania.
"Aku denger-denger, anaknya pemilik perusahaan ini mau tunangan Ra?"
"Terus?"
"Ih kok gitu, kamu nggak excited gitu Ra?"
"Emang kenapa, lagian aku juga nggak tau siapa anak pemilik perusahaan ini."
Jawabnya dengan santai.
"Emang selama kamu kerja disini belum pernah liat?"
"Tau aja enggak, apalagi liat." Jawabnya sembari menggeleng-gelengkan kepalanya, ia seperti tidak tertarik dengan pembahasan Rania kali ini
"Kamu tu ya Ra, besok kita bakalan liat kok, tunggu aja undangannya nyebar."
"Emang kita bakalan diundang?"
"Tentu dong ra, setiap ada acara penting pasti seluruh pegawai kantor diundang, kita bakalan makan enak Ra."
Karena lama berbincang, mereka pun tak sadar hingga jam istirahat sebentar lagi akan habis, mereka meninggalkan kantin dan berlalu ke kamar mandi.
Terlihat Fira dan Rania sedang bercemin di kamar mandi.
"Ke mall yuk Ra, kita shopping. Udah lama banget aku nggak ke mall."
"Ah nggak mau, kamu pasti ngajakin mas Irsyad lah aku bakalan jadi obat nyamuk dong."
"Ajakin pak dokter dong Ra." Rania membisikkan sesuatu di telinga Fira hingga membuat Fira bergidik ngeri.
"Nggak denger."
"Hahaha, enggak Ra, kita quality time berdua aja yuk maulah Ra."
"Sekalian kita beli baju buat datang ke undangan tunangan anak bos kita." Tambahnya.
"Tunggu undangannya dulu deh, siapa tau kan ada desscrode nya."
__ADS_1
"Hmm ide bagus ok deh."
Hari ini pekerjaan Fira cukup banyak, membuat tubuhnya sedikit kelelahan. Selepas sholat maghrib Fira langsung tertidur dengan posisi tengkurap, ia tertidur sangat pulas sampai-sampai tidak menyadari jika ponselnya sedari tadi bergetar.
Tepat pukul tiga Fira terbangun dari tidur nyenyak nya. Fira segera menunaikan kewajibannya yang sempat tertunda itu.
Setelah selesai sholat, Fira berlalu ke dapur, perutnya keroncongan minta diisi.
"Yah, nggak ada makanan." Fira berlalu menuju ke lemari pendingin, mencari-cari sesuatu yang bisa dimakan. Namun sialnya Fira tidak menemukan apa-apa disana, persediaan bahan makanan habis ludes, mungkin mama dan Dinda lupa menyetok kembali.
"Loh dek, tumben jam segini bangun?"
"Eh iya kak, lapar ni perut."Jawabnya sambil mengelus-elus perutnya.
"Makanya kalau belum makan ya jangan tidur."
"Habisnya capek banget kak." Fira mengikuti Rama yang duduk di sofa.
"Nggak usah diforsir kerjanya, apa mau pindah aja Ra kalau kamu kecapean."
"Ih enggak ah kak, enak aja pindah, emang cari kerja semudah itu apa?"
"Oh ya kakak kok belum tidur?"
"Kebangun, denger ada tikus ke dapur."
"Mau dong Ra!"
Rama yang melihat Fira tengah mengoles-oleskan selai kacang pun jadi tergiur.
"Selai kacang mau?"Tanya Fira pada Rama.
"Yang coklat nggak ada?"Bukannya menjawab Rama malah balik bertanya.
"Habis, kakak si nggak kasih mbak Dinda uang bulanan ya? Stok makanan juga pada habis tu."
"Eh masa si, perasaan kemaren baru aja kakak nganterin Dinda belanja."
"Belanja kebutuhan Rasyid kalik kak."
"Yaudah besok kamu aja yang belanja ya, nanti kakak transfer uangnya."
Roti sudah termakan habis oleh Fira, ia pun kembali lagi menuju kamarnya, masih ada sedikit waktu untuk memejamkan matanya sebelum adzan shubuh berkumandang, ia merebahkan dirinya lagi pada kasur kesayangannya, melepas lelah dan letih yang selalu datang menghadang tubuhnya.
Ayam jago sudah berkokok dengan nyaringnya, membuat si putri tidur terbangun dari mimpinya, niat awal memang tidur sebentar namun siapa sangka jarum jam sudah menunjukkan pukul enam dia baru saja terbangun.
"Astaghfirullah, shubuh telat ini ma.".
Fira terlonjak kaget ketika mengetahui waktu sudah pagi dan ia belum sholat shubuh, ia segera berlalu menuju kamar mandi dan menunaikan sholat shubuh yang kesiangan itu.
__ADS_1
"Shubuh nya dirampel sama dhuha ya dek?"
Pertanyaan pertama yang keluar dari mulut sang kakak.
Mama yang mendengarnya pun reflek menoleh kearah Fira, ia hanya menggelengkan kepalanya.
"Cariin suami ustadz aja ma, biar sedikit tertata hidupnya."
"Ih apaan si kak, nggak mau ya aku kalau sama ustadz, nanti aku dipoligami "
"Eits, jangan salah kamu Ra?"
"Sudah-sudah malah nggibahin ustadz nggak baik ih, ayo makan nanti kamu telat lagi Ra, lain kali alarmnya dipasang nak."
Fira yang sedari semalam tidak memegang ponselnya pun menjadi bingung.
"Ponsel Fira kemana ya ma?"
Fira berlalu menuju kamarnya lagi, ia mencari-cari ponselnya kesana kemari seperti nenek-nenek mencari jarum yang jatuh ke lantai.
"Perasaan kemaren pulang masih aku bawa kok, masa si hilang."
Fira kembali keluar menuju meja makan.
"Ada apa Ra, kok gelisah gitu?"
"Mbak pinjem ponsel, buat misscall ponsel Fira nggak ketemu dimana."
Fira pun melakukan panggilan pada nomernya, namun tidak ada suara deeingan maupun getaran dalam kamarnya, sampai akhirnya ia melihat ada hitam-hitam tertutup seprai yang menjuntai kebawah.
"Yah ternyata ponselnya jatuh, duh mati ini semoga nggak kenapa-napa."
Ponsel sudah ditangannya namun dengan keadaan yang amat menyedihkan, ia terpaksa membawa ponsel ke kantor, rencananya setelah pulang kantor ia akan memperbaiki ponselnya agar bisa digunakan lagi, ia juga sempet khawatir jika ponselnya rusak, banyak data penting yang tersimpan didalamnya.
Semoga masih bisa dibenerin, sayang banget ni kalau nggak bisa dibenerin.
"Hei, kenapa tu muka ditekuk terus pantesan." Tanya Rania saat berpapasan di depan kantornya, meraka sama-sama baru keluar dari taksi.
"Tumben nggak sama Mas Irsyad?" Bukannya menjawab Fira malah balik bertanya.
"Kamu tu lo, ditanya malah balik tanya, mas Irsyad ada tugas luar lagi jadi nggak ke kantor hari ini."
"Eh, pulang nanti kita jadi ke mall yuk Ra, udah ada code dc nya kok?"
"Dc?"
"Iya Ra, Dresscode buat acara tunangannya anak bos."
"Ok lah aku ngikut aja , sekalian mau benerin ponsel yang rusak ini."
__ADS_1