Dentingan Waktu

Dentingan Waktu
Nostalgia


__ADS_3

Di taman kota inilah Rama mengajak Dinda jalan-jalan sore, selain untuk mencari udara segar, Rama juga ada kejutan untuk Dinda.


Ya hari ini adalah hari spesial bagi mereka, hari ulang tahun pernikahan yang ke 2, Fira pun ikut andil dalam rencana Rama.


Entah mengapa hari ini rasanya Rama ingin nostalgia ke jaman dimana dia masih duduk di bangku SMA.


Rama adalah seorang siswa teladan di sekolahnya, namun sayangnya Rama sering sekali gonta-ganti pasangan, ya dia terkenal sangat playboy, sampai akhirnya entah karena apa ia benar-benar jatuh cinta pada seorang perempuan muslimah, cantik, sopan, Sholehah pula, saat pertama kali bertemu dengannya , desiran angin seperti masuk ke dalam tubuh Rama.


Perempuan itu berhasil mengobrak -abrik jiwa Rama, berkali-kali Rama mengejarnya ia selalu menghindar, berkali-kali Rama mengutarakan perasaannya ia tetap menolak, ya Adinda Dewi namanya, bukan tanpa alasan Dinda menolak dan terus menghindari Rama, karena ia tahu betul bagaimana Rama, seorang yang terkenal dengan julukan playboynya. Sampai-sampai Dinda kesal sendiri dibuat oleh Rama, hampir tiap hari Rama menemuinya di kelas, memberikan bunga, coklat, kerudung atau hal lainnya, tetap saja Dinda tolak dan mengembalikan semua barang-barang tersebut ke pemiliknya.


Tembakan pertama ditolak, kedua ditolak, ketiga ditolak, sampai kesepuluh pun ditolak, Dinda sebenarnya juga tidak tega,melihat Rama seperti orang bodoh yang mengejar-ngejar dirinya.


Dalam hati Dinda sudah mantap tidak akan berurusan dengan perasaan selagi ia belum lulus sarjana, ia sendiri tau bagaimana perjuangan orang tuanya untuk menyekolahkan Dinda. Dinda bukan dari keluarga kaya melainkan dari keluarga sederhana, orang tuanya bekerja keras untuk menyekolahkan kedua anaknya, Dinda dan Damar adeknya, umurnya terpaut tiga tahun dengan Dinda.


Awalnya Dinda tidak ingin melanjutkan sekolah ke perkuliahan, namun orang tuanya selalu mendukung Dinda untuk tetap melanjutkan sekolahnya.


Biarlah ibu bapakmu bodoh, tapi putra putriku jangan.


Kata-kata itu yang selalu terngiang di dalam pikiran Dinda, Dinda ingin sekolah tinggi agar bisa mengajar cita-citanya sebagai perawat, dari dulu impiannya selalu ingin menjadi perawat.


Ibu dan bapaknya pun tidak pernah melarang ataupun mengengkang Dinda, begitupun dengan pendidikan Damar, Orang tuanya selalu bekerja agar anak-anaknya mendapat pendidikan yang bagus dan layak.


Suatu hari Rama menyiapkan sebuah rencana, ia mengumpulkan semua siswa di lapangan basket, bahkan bapak ibu guru pun ikut disana, kemudian ia meminta teman Dinda untuk membawa Dinda ketengah lapangan. Dengan berat hati Dinda menuju tengah lapangan karena sedari tadi namanya terus dipanggil oleh Rama, Dinda malu, benar-benar malu melihat kekonyolan sikap Rama.


"Adinda Dewi untuk yang kesebelas kalinya, maukah kamu menjadi pacarku, mendampingi hidupku kelak, kita menua bersama-sama."


Ya namanya aja raja playboy jelas ia punya seribu macam kata romantis.


"Terima...... terima......terima..... terima...."

__ADS_1


Perasaan Dinda benar-benar geram, sampai kapan sekolahnya akan diusik terus oleh makhluk bernama Rama itu, tidak ada kapok-kapoknya ditolak berkali-kali.


Sampai akhirnya Dinda maju dan mengambil toa yang dipegang oleh Rama, semua orang menunggu Dinda, lebih tepatnya menunggu jawaban dari Dinda.


"Dulu aku pernah bermimpi, berjodoh dengan seseorang yang berprofesi sebagai dokter, tapi bukan dokter cinta seperti kamu itu."


Jawab Dinda gamblang, entah apa yang ada di pikirannya.


"Dan sebelum kamu menjadi dokter saya Adinda Dewi tidak akan menerimamu."


Sebenarnya Dinda hanya main-main saja dengan perkataannya, ia tau mana mungkin seorang playboy seperti Rama akan sanggup menunggu dia dan mengejar gelar dokter yang sangat sulit itu, lagian jadi dokter kuliahnya susah dan membutuhkan biaya yang mahal.


"Dan satu lagi, sebelum kamu jadi dokter jangan temui aku dan melakukan hal-hal bodoh seperti ini."


"Jangan usik hidupku dan jangan ganggu sekolahku, jika kamu benar-benar tulus maka temui aku setelah kau mendapatkan gelar doktermu."


Damar adalah anak yang super duper jahil, ia memberikan ide konyol pada Dinda, Dinda hanya mendengarkan tanpa menanggapi, disaat waktu mepet inilah Dinda menggunakan ide jahil dari Damar.


Rama diam tak berkutik, memikirkan sejenak ucapan yang keluar dari bibir manis Dinda.


Rupanya Rama benar-benar mencintai Adinda Dewi, atau mungkin cinta sesaat.


"Ok baiklah aku akan terima tantanganmu, tunggu aku, akan kulamar engkau dengan gelar dokterku dan berjanjilah demi ayah dan ibumu bahwa saat itu tiba engkau tidak akan menolakku."


"Baiklah aku janji."


Jawab Dinda tenang, setelah mengatakan itu Dinda pergi meninggalkan hirup piruk keramaian di lapangan basket itu, semua orang melongo tak percaya dengan apa yang barusan dikatakan Dinda pada Rama, ada yang terkejut, ada yang tertegun, ada yang mengatai bahwa Dinda seseorang yang matre entahlah banyak sekali hujatan yang Dinda dengar, tapi Dinda acuh tak peduli, keinginannya hanya satu terlepas dari makhluk yang bernama Rama itu.


"Ya Allah mbak, itu benar mbak Dinda?"Tanya Fira setelah Rama berhenti bercerita.

__ADS_1


"Iyalah, sok jual mahal pake acara nolak sepuluh kali dan yang terakhir itulah yang buat kak Rama sampai rela mati-matian belajar demi mendapatkan gelar dokter."


"Hahaha, maaf mas, kan Dinda juga udah cerita waktu itu Dinda belum mau memikirkan masalah hati dulu."


"Mbak Dinda Fira kagum denganmu mbak, dan Kak Rama Fira bangga seorang palyboy seperti kak Rama bisa taubat hanya karena mbak Dinda."


"Bagaimana Fir, perjuangan Kaka mendapatkan kakak iparmu sungguh benar-benar sulit sampai bersimpuh darah kan."


"Lebay banget si mas."


"Ya kan benar, Mas jadi dokter pegangan tiap hari kalau nggak darah apalagi."


"Bener juga, udahlah mbak jangan lawan pak dokter dengan seribu katanya."


"Saat kupandang awan, terlukis kisah saat menjadi saksi kita bersama, kadangkala bahagia, kadangkala duka tanpa bisa kita kira. Namun darinya kita dapat belajar, senantiasa ada meski kadang dihina, berkali-kali jatuh ke bumi, namun pada akhirnya melukis lagi langit yang sunyi. Meski aku tak bisa jadi yang kamu impikan, aku ingin selalu ada meski berkali-kali harus menahan lara, kerena bagiku, bersamamu jauh lebih berharga, dan bersamamu adalah segalanya. I Love you my wife."


"I Love you too mas."


Dinda dan Rama berpelukan di kursi taman, sementara jomblo fi sabilillah hanya bisa memandangi pemandangan indah itu, terharu ada senang juga ada.


"Ah udahlah Fira pulang duluan, nggak kuat lihatnya."


"Yeh jomblo syirik aja lu. Hahaha."


Sandal pun melayang tepat mengenai sasaran, wajah Rama menjadi memerah kena taplokan sendal maut.


Tanpa basa-basi Rama mengejar Dinda dan menggelitikinya, acara kartun Tom and Jerry pun dimulai.


Dinda tersenyum diselingi dengan tertawa kecil, melihat tingkah laku dua makhluk yang berada di depannya.

__ADS_1


__ADS_2